Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
e-commerce. Foto ilustrasi: IST

e-commerce. Foto ilustrasi: IST

2025, Nilai e-Commerce RI US$ 82 Miliar

Selasa, 8 Oktober 2019 | 07:00 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Survei e-Conomy SEA 2029 yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, menyebutkan, nilai perdagangan secara elektronik (e-commerce) Indonesia diperkirakan mencapai US$ 82 miliar, atau sekitar Rp 1.160 triliun pada 2025. Nilainya bertumbuh lebih dari empat kali lipat dibandingkan prediksi tahun 2019 senilai US$ 21 miliar, atau  sekitar Rp 297,1 triliun.

Kontribusi e-commerce yang senilai US$ 82 miliar pada 2025 mencapai 61,65% terhadap ekonomi digital Indonesia tahun yang sama sebesar US$ 133 miliar. Sedangkan kontribusi e-commerce tahun ini senilai US$ 21 miliar menyumbang 52,5% terhadap ekonomi digital di Tanah Air yang mencapai US$ 40 miliar. 

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf menyampaikan,  saat ini, industri e-commerce di Indonesia sudah mulai merambah produk grosir dan produk harian. "E-commerce tetap terus maju, opportunity-nya mulai besar dan pemain tidak hanya berpikir soal pertumbuhan tetapi juga monetisasi dan model bisnis baru," ujar Randy di Jakarta, Senin (7/10).

Menurut dia, kehadiran e-commerce telah memberikan nuansa dan pengalaman berbelanja yang unik dan baru dengan menggabungkan promo dan unsur hiburan. Untuk menarik pelanggannya, banyak pengelola e-commerce yang menawarkan voucher, kupon dan promosi, terutama saat mengadakan festival belanja, antara lain Hari Belanja Nasional (Harbolnas).

Potensi pasar domestik bagi e-commerce juga masih cukup potensial untuk terus berkembang. Selain itu, kesempatan pelaku usaha untuk melakukan ekspor produk juga lebih mudah dengan perkembangan e-commerce.

Tidak hanya di kota-kota metropolitan dan besar, tren pertumbuhan e-commerce di kota-kota nonmetropolitan juga bagus. "Kalau logistik e-commerce di kota nonmetro sudah bisa garap, saya kira e-commerce akan tumbuh lebih tinggi lagi," ucapnya.

Wilayah metro Jabodetabek tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital, termasuk e-commerce, di Indonesia. Pengguna yang tinggal di area tersebut membelanjakan uang senilai US$ 555 per kapita (dalam gross merchandise value/GMV) dibandingkan US$ 103 di area nonmetro.

Meskipun begitu, daerah nonmetro diperkirakan bertumbuh dua kali lebih pesat dalam enam tahun ke depan. Selain itu, laporan mengungkapkan temuan bahwa semua sektor ekonomi internet di setiap daerah diuntungkan dengan meningkatnya penggunaan pembayaran digital.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN