Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Logo Cloudera

Logo Cloudera

Cloudera Operational Database Cloud-Native Akselerasi Pengembangan Aplikasi

Rabu, 10 Maret 2021 | 21:09 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id - Cloudera, perusahaan enterprise data cloud mengumumkan ketersediaan Cloudera Data Platform (CDP) Operational Database pada Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure.

CDP Operational Database adalah database operasional cloud-native dan fully managed, dengan skalabilitas, performa, dan keandalan yang tiada banding. CDP Operational Database ini sudah dioptimalkan dan bisa digunakan di platform cloud apa saja. CDP Operational Database ini akan sejalan dengan strategi infrastruktur cloud yang paling sesuai bagi bisnis.

Multi-cloud adalah masa depan dan adanya kebutuhan global untuk menjalankan bisnis secara remote telah mengakselerasi perubahan ini,” kata Arun Murthy, Chief Product Officer di Cloudera dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (10/3).

Semakin banyak perusahaan yang bekerja dengan lebih dari satu provider layanan cloud. Sebuah survei dari Gartner yang dilakukan pada pengguna public cloud mengungkapkan bahwa 81% responden menggunakan dua atau lebih provider untuk mencegah agar tidak terikat pada satu vendor (vendor lock-in).

“Dengan CDP Operational Database, perusahaan-perusahaan tak perlu lagi melakukan pengorbanan terkait database. Perusahaan dapat menjalankannya di infrastruktur cloud apapun sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen yang begitu cepat, dengan tetap mempertahankan fleksibilitas,” katanya.

Selain itu, IDC memprediksi bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun multi-cloud di mana lebih dari 90% perusahaan di seluruh dunia saat ini akan menggunakan kombinasi private cloud di on-premise atau dedicated, lebih dari satu public cloud, dan platform lama (legacy) untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur mereka.

CDP Operational Database dapat bekerja di seluruh lingkungan public dan private cloud, termasuk di lingkungan on-premise. Database ini memungkinkan perancang aplikasi menghasilkan prototipe dalam waktu kurang dari satu jam di cloud pilihan mereka, dengan kekuatan melakukan skala hingga ke petabyte data.

“CDP Operational Database memungkinkan kami memindahkan salah satu dataset utama kami ke database baru di AWS dalam waktu yang sangat cepat,” kata Briglal Kattamaparambil, Director of Development di Epsilon.

Pengembang aplikasi dapat menciptaan aplikasi yang sangat penting dengan cepat sebab CDP Operational Database melakukan auto-scalesauto-heals dan auto-tunes berdasarkan kebutuhan-kebutuhan workload.

“Kami tak perlu lagi mengkhawatirkan soal perencanaan infrastruktur sebab ia sudah self-managed sepenuhnya dan kami memiliki fleksibilitas dalam memilih platform cloud yang sangat cocok untuk bisnis kami,” tambahnya.

 


 

 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

BAGIKAN