Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas jual-beli ponsel pintar di kawasan Kamal, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/ Emral Firdiansyah

Aktivitas jual-beli ponsel pintar di kawasan Kamal, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/ Emral Firdiansyah

25 Juta Ponsel Terpapar Malware

Abdul Muslim, Kamis, 11 Juli 2019 | 19:50 WIB

JAKARTA, investor.id - Setidaknya 25 juta ponsel dilaporkan telah terinfeksi perangkat lunak/aplikasi jahat jenis baru yang terpasang secara diam-diam, atau dengan menyusup secara ilegal (malicious software/malware) di perangkat bersistem operasi Android yang tersebar di sejumlah negara, termasuk di India dan Indonesia. Malware diberi julukan Agen Smith.

Check Point Software Technologies, perusahaan keamanan siber, mengungkapkan, menyamar sebagai aplikasi yang cocok dengan Android, malware itu mengeksploitasi kerentanan Android dan secara otomatis mengganti aplikasi yang terpasang dengan versi yang berbahaya tanpa sepengetahuan penggunanya.

Malware varian baru tersebut pun telah secara diam-diam menginfeksi 25 juta perangkat ponsel di berbagai negara, termasuk 15 juta perangkat seluler di India. Malware dengan julukan Agen Smith menggunakan akses luasnya ke sumber daya perangkat untuk menampilkan iklan palsu demi keuntungan finansial.

Tetapi, malware juga dapat dengan mudah digunakan untuk tujuan yang lebih berbahaya seperti pencurian data-data penting para pengguna ponsel, terutama kredensial perbankan, atau menjalankan semacam penyadapan untuk mencuri data pengguna perangkat.

Beberapa aplikasi konten yang yang ada di internet (over the top/OTT) pun menjadi rentan terinfeksi malware itu, yakni WhatsApp, Jiochat, Opera Mini, Truecaller, dan belasan lainnya. Malware dikabarkan beraksi dengan menyerupai serangan-serangan sebelumnya, seperti Gooligan, Hummingbad, dan CopyCat.

"Malware ini secara diam-diam menyerang aplikasi yang diinstal oleh pengguna," kata Jonathan Shimonovich, kepala riset deteksi ancaman seluler di Check Point Software Technologies, dalam pernyataannya, seperti dikutip Kamis (11/7).

Shimonovich pun menyarankan para pengguna perangkat bersistem operasi Android untuk mengunduh aplikasi dari toko yang terpercaya guna. Hal ini perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi risiko terinfeksi karena toko aplikasi pihak ketiga sering tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk memblokir perangkat lunak jahat itu, seperti dikutip Antara.

Agent Smith pada awalnya diunduh dari toko aplikasi pihak ketiga yang banyak digunakan, yakni 9Apps. Selanjutnya, malware ini menargetkan sebagian besar pengguna perangkat bersistem Andoid yang berbahasa Hindi, Arab, Rusia, dan Indonesia.

Sejauh ini, korban utama dan terbanyak diduga mereka yang menggunakan ponsel bersistem operasi Andorid dengan basis di India, atau yang menggunakan bahasa Hindi. Meskipun diidentifikasi juga infeksi terjadi di negara-negara Asia lainnya seperti Pakistan dan Bangladesh terkena dampaknya.

Sementara itu, ada juga sejumlah perangkat yang dilaporkan telah terinfeksi sebagian ada di Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Check Point telah bekerja erat dengan Google pada saat menerbitkan laporan ini dengan tujuan untuk mengatasinya agar 'wabah' malware tersebut tidak terus menyebar dan merugikan banyak pengguna ponsel.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA