Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mira Tayyiba, Sekretaris Jenderal Kemkominfo (kiri) dan Chief Executive Officer Gojek Kevin Aluwi (kanan) saat MoU kolaborasi Gojek-Kemkominfo mempercepat transformasi digital di Indonesia secara virtual, Selasa, (14/9).

Mira Tayyiba, Sekretaris Jenderal Kemkominfo (kiri) dan Chief Executive Officer Gojek Kevin Aluwi (kanan) saat MoU kolaborasi Gojek-Kemkominfo mempercepat transformasi digital di Indonesia secara virtual, Selasa, (14/9).

Kemkominfo-Gojek Sinergi Percepat Transformasi Digital di Indonesia

Selasa, 14 September 2021 | 17:53 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menjalin kolaborasi strategis dengan Gojek untuk mempercepat proses transformasi digital di Indonesia. Kolaborasi kedua stakeholders ini ditandai dengan penadatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

“Kemkominfo berkolaborasi dengan Gojek melakukan beberapa agenda terkait percepatan transformasi digital, diantaranya edukasi, dan pelatihan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan masyarakat umum, sebagaimana arahan Bapak Presiden, dimana digitaliasi UMKM merupakan agenda prioritas pemerintah,” kata Mira Tayyiba, Sekretaris Jenderal Kemkominfo melalui virtual conference, Selasa (14/9).

Mira berharap, melalui kolaborasi ini dapat berkontribusi signifikan terhadap proses digitalisasi UMKM di Indonesia dan pemebentukan Sumber Daya Manusia (SDM) digital yang resilience dan inovatif.

“Untuk mendorong hilirisasi atau pemanfaatan teknologi digital, Kemkominfo sejak beberapa tahun lalu secara konsisten terus membuat pelatihan-pelatihan berbasis digital kepada masyarakat. Dalam melaksanakannya, Kemkominfo melakukan kolaborasi multi pihak dengan menggandeng instansi pemerintah lain, pelaku usaha, termasuk platform digital, akademisi, komunitas dan media atau pentahelix,” ujar Mira.

Mira menjelaskan, sebagai tanggapan atas disrupsi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terjadi di seluruh dunia, pemerintah Indonesia pun bergegas melakukan transformasi digital. Langkah ini menjadi sangat krusial, terutama dalam pemulihan ekonomi nasional.

“Akses terhadap teknologi digital bersama akses terhadap layanan keuangan menjadi penentu bagi kemampuan seseorang, atau bagi ekonomi untuk bangkit. Dengan memahami kondisi ini, Kemkominfo secara konsisten terus berjuang untuk mempercepat peningkatan dan pemerataan akses internet yang inklusif dan memberdayakan di seluruh wilayah Indonesia. Kendati belum menjangkau 100%, perubahan sudah terlihat. Bukan hanya masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan pun sudah bisa menggunakan internet dalam kehidupan keseharian,” ungkap Mira.

Mira menuturkan, penetrasi internet di Indonesia pada akhir Maret 2021, sebesar 76,8% dari total populasi, atau 212,35 juta orang. Dengan capaian ini, Indonesia berada pada posisi ke 15 di antara negara-negara di Asia, di mana posisi Indonesia tersebut berada di atas rata-rata internet penetrasi di Asia sebesar 63,9%.

“Data ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia memiliki modal dasar untuk memanfaatkan teknologi digital secara produktif. Untuk itu, kemkominfo telah menyiapkan peta jalan transformasi digital Indonesia 2021-2024 sebagai panduan pelaksanaan transformasi digital di 4 pilar yaitu, infrastruktur digital, pemerintahan digital, masyarakat digital dan ekonomi digital,” tutur Mira.

Lebih jauh, untuk mendorong hilirisasi teknologi, Kemkominfo juga melakukan beberapa program terkait pelatihan berbasis digital, yaitu program 1000 startup digital, yang bertujuan mendorong pengembangan ekosistem digital nasional, program yang mendorong produktifitas sektor-sektor ekonomi, dengan adopsi teknologi digital, seperti UMKM go online, juga program petani nelayan go online yang bertujuan meningkatkan kapasitas dalam memperluas akses pasar dan mengelola hasil produksi.

Sementara, Chief Executive Officer Gojek Kevin Aluwi mengungkapkan, teknologi memiliki peranan yang sangat penting untuk mendukung perekonomian Indonesia. Termasuk di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Gojek memiliki misi yang sejalan dengan pemerintah untuk mendukung percepatan transformasi digital sebagai elemen kunci dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Sejak awal berdiri, Gojek proaktiv mendukung percepatan ekonomi digital. Inovasi teknologi yang memudahkan keseharian kehidupan masyarakat, membantu UMKM berimigrasi dengan mudah dari offline ke digital dan meningkatkan kompetensi digital di Tanah Air hingga edukasi keamanan digital bagi masyarakat,” kata Kevin.

Lebih lanjut, Kevin mejelaskan, selama masa pandemi, Gojek telah membantu jutaan mitra driver di seluruh Indonesia untuk memanfaatkan inovasi teknologi agar tetap produktif di masa-masa sulit ini.

“Gojek juga telah mendorong lebih dari 250 ribu UKM bermigrasi ke ranah digital. Digitalisasi UMKM berpotensi menjadi sumber kekuatan ekonomi yang besar bagi Indonesia,” ungkap Kevin.

Kevin menambahkan, melalui MoU ini, pihaknya memperkokoh komitmen dan dukungan Gojek terhadap agenda pemerintah dalam percepatan transformasi digital nasional yang sejalan dengan rencana strategis Kemkominfo 2020-2024 dan peta jalan digital Indonesia 2021-2024.

“Gojek dan kemkominfo menekankan kolaborasi pada tiga elemen utama yang mencakup akselerasi kompetensi SDM digital, meningkatkan literasi digital masyarakat, dan mempercepat transformasi digital pada sektor ekonomi dan bisnis. Tiga area utama ini merupakan elemen yang vital untuk menciptakan solusi perekonomian digital yang berkelanjutan, mempercepat transformasi digital dan menjaga laju pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkap Kevin.

Di sisi lain, Kevin juga berharap, melalui kolaborasi ini, dapat memaksimalkan potensi Indonesia, sehingga dapat menjadi negara yang memiliki nilai ekonomi digital terbesar di Asean, bahkan dunia.

“Dengan kolaborasi ini, Gojek dapat mendukung pemerintah untuk mempercepat visi transformasi digital, memaksimalkan potensi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital Indonesia di Asean dan dunia dan destinasi investasi utama di dunia,” tandas Kevin.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN