Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan. (IST)

Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan. (IST)

Gerakan 1.000 Start-up Diharapkan Bisa Hadirkan Solusi

Minggu, 26 September 2021 | 18:16 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Gerakan 1.000 Ignition Start-up Digital yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) diharapkan bisa menghadirkan lebih banyak solusi untuk menjawab permasalahan masyarakat dengan mengembangkan kearifan lokal.

Harapan itu disampaikan oleh Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan setelah melihat pertumbuhan perusahaan rintisan digital (start-up) yang masif di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, jumlahnya terus bertambah di tengah pandemi Covid-19.

"Harapannya, kita bisa jadi negara yang menguasai teknologi start-up. Karena ada banyak permasalahan di Indonesia pada proses transformasi seperti saat ini," kata Semuel, dalam konferensi Ignition Gerakan Nasional 1.000 Start-up Digital secara virtual dari Badung, Bali, Sabtu (26/9).

Menurut dia, saat ini, sudah sangat banyak start-up yang hadir di Indonesia. Namun, masih banyak memiliki fokus layanan di kota-kota besar, seperti kota tier 1 dan tier 2.

Sementara itu, potensi di kota tier 3 dan tier 4 yang belum tersentuh oleh para perusahaan rintisan yang ada. Kota-kota tersebut diharapkan bisa digali potensinya oleh para talenta digital yang mengikuti gerakan nasional Iginition 1.000 Start-up Digital.

Gerakan Nasional 1.000 Start-up merupakan upaya pemerintah untuk mendorong perkembangan ekosistem start-up digital untuk membawa dampak kesejahteraan masyarakat luas. Program ini terdiri atas enam tahapan, yaitu Ignition, Networking, Workshop, Hacksprint, Bootcamp, hingga Incubation. 

Dengan menyelesaikan setiap tahapan, setiap calon founder yang menjadi peserta berkesempatan untuk dapat menghasilkan produk purwarupa (minimum viable product/MVP). Harapannya, dari gerakan akan lahir berbagai start-up baru yang berdaya untuk memberi solusi bagi masyarakat. 

Sejak tahun 2016, Gerakan Nasional 1.000 Start-up sudah menjaring lebih dari 85.000 calon pendiri start-up dan membina lebih dari 1.160 start-up. Program ini juga telah melibatkan lebih dari 400 mentor dan 300 penggerak lokal dari berbagai bidang.  

Lahirkan Unicorn

Founder & COO Xendit Tessa Wijaya menuturkan, pihaknya mendukung penuh Gerakan Nasional 1.000 Start-up Digital yang dilaksanakan Kemkominfo. Program tersebut dinilainya sejalan dengan start-up Xendit, perusahaan penyedia teknologi gerbang pembayaran.

"Kami sangat bangga. Apalagi, dari perusahaan kami telah menjadi unicorn terakhir di Indonesia dengan adanya pendanaan sebanyak US$ 150 juta yang didapatkan bulan ini. Saya merasa, Gerakan 1.000 Start-up ini sangat penting sekali untuk mendukung start-up agar dapat berkembang di Indonesia,” kata Tessa.

Menurut dia, potensi pasar digital Indonesia sangat besar karena memiliki populasi keempat terbesar di dunia. Potensi ini perlu dikembangkan melalui dukungan berbagai pihak yang berkolaborasi dengan pemerintah, sehingga akan lebih banyak menghasilkan unicorn ke depannya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN