Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Berharap Indonesia Segera Tambah 1 Decacorn

Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:49 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Bisnis dan pendanaan terhadap usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) di Indonesia tetap mengalami tren peningkatan di tengah resiliensi ekonomi digital karena dampak pandemi Covid-19. Jumlah decacorn pun diharapkan bisa bertambah minimal satu lagi menjadi dua, setelah Gojek.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengharapkan, Indonesia segera memiliki minimal satu tambahan decacorn, perusahaan rintisan yang punya valuasi minimal US$ 10 miliar. Selain didukung pendanaan, hal ini akan didukung oleh lansekap ekonomi dan pengguna layanan digital yang tumbuh signifikan.

“Resiliensi (ekonomi digital) tercermin dari peningkatan pendanaan sejumlah start-up di Indonesia, di mana hingga kini Indonesia telah memiliki satu decacorn, yakni Gojek. Dan, mudah-mudahan segera bertambah menjadi dua,” ujar Johnny, dalam OJK Virtual Innovation Day 2021 yang berlangsung secara virtual, dikutip Rabu (13/10).

Saat ini, Gojek menjadi satu-satunya decacorn di Indonesia yang menurut CB Insight bervaluasi US$ 10 miliar, atau sekitar Rp 141,76 triliun.   Selain itu, Indonesia punya tujuh start-up dengan valuasi minimal US$ 1 miliar, yakni J&T Express, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, OVO, OnlinePajak, dan Xendit.

Sementara itu, lanjut Johnny, mengutip data yang dirilis Google, Temasek, dan Bain Company, tahun 2020, pertumbuhan start-up digital di Tanah Air meningkat di masa pandemi akibat peningkatan pengguna layanan digital.

“Ini didukung jumlah pengguna internet yang mencapai 202,6 juta orang per Januari 2021. Di samping itu, pengguna layanan digital di Indonesia juga mengalami pertumbuhan sebesar 37% selama pandemi Covid-19,” jelasnya.

Dalam skala global maupun nasional, inovasi dan utilisasi teknologi digital lebih terakselerasi akibat pandemi Covid-19. Menurut Menkominfo, pendayagunaan konektivitas internet dan lalu lintas data menjadi enabler bagi kemajuan inklusif di era new normal, baik pada saat pandemi Covid-19 maupun ketika endemi kelak.

Mengutip data United Nations Conference on Trade and Development tahun 2021, Johnny juga menunjukkan peningkatan bandwidth internet secara global pada 2020 mencapai 35%. Peningkatan tersebut menjadi yang terbesar sejak 2013.

“Dengan lalu lintas data bulanan yang secara global diprediksi terus meningkat hingga 780 exabytes di tahun 2026, sehingga adopsi teknologi digital telah menjadi katalisator bagi kemajuan di berbagai kehidupan dan aktivitas masyarakat, termasuk perkembangan ekonomi digital di Indonesia,” papar Johnny.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN