Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indosat Ooredoo, UNDP, dan Kementerian Koperasi UKM meluncurkan survei tentang Dampak PPKM terhadap UMKM. (IST)

Indosat Ooredoo, UNDP, dan Kementerian Koperasi UKM meluncurkan survei tentang Dampak PPKM terhadap UMKM. (IST)

Survei Indosat Ooredoo, UNDP, dan Kementerian Koperasi UKM:

Digitalisasi Mampu Bangkitkan Bisnis UMKM saat PPKM

Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:51 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sebagian besar UMKM di Indonesia terdampak negatif oleh PPKM Darurat pada 2020 dan 2021, seperti penurunan permintaan, pendapatan, laba, dan nilai aset. Namun, mereka yang mendigitilasasi pemasaran produknya mulai menggeliat lagi bisnisnya. Selain itu, ada UMKM yang mulai menerapkan bisnis ramah lingkungan.

Kesimpulan tersebut merupakan hasil dari survei terkait pandemi dan praktik usaha ramah lingkungan yang diluncurkan oleh United Nations Development Programme (UNDP), Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia, serta Indosat Ooredoo, Kamis (14/10).

Survei menyebutkan, beberapa pelaku UMKM mengaku sampai mengalami kerugian lebih dari 50% antara bulan-bulan awal pandemi pada 2020 dan PPKM darurat pada pertengahan tahun 2021, khususnya di pulau Jawa dan Bali.

Sementara itu, 45,2% UMKM mengaku masih beroperasi normal, 30,9% UMKM  beroperasi sebagian. Hal yang menarik, tidak ada yang berniat untuk menutup usaha secara permanen di tengah PPKM Darurat. Intervensi pemerintah telah meningkatkan ketahanan UMKM meskipun cakupannya masih harus diperluas.

Studi juga mengungkapkan manfaat langsung dari digitalisasi. UMKM yang bergabung platform daring untuk memasarkan produknya selama pandemi Covid-19 mencatat permintaan lebih tinggi dan keuntungan lebih besar dibandingkan UMKM lain yang telah menggunakan platform tersebut sebelum masa pandemi dan yang usahanya masih sepenuhnya dijalankan secara luring.

Survei pun mengungkapkan hasil yang menjanjikan terkait potensi usaha ramah lingkungan di Indonesia. Sekitar 95% UMKM menyatakan minatnya pada praktik-praktik usaha ramah lingkungan, dengan usaha milik perempuan menunjukkan minat yang lebih kuat.

Sebanyak 90% lainnya mengatakan tertarik untuk menerapkan praktik usaha inklusif, yang merupakan komponen penting dari agenda tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG).

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Teten Masduki, yang ikut serta menghadiri acara peluncuran laporan tersebut secara virtual, meminta UMKM untuk mengadopsi praktik usaha ramah lingkungan serta berkelanjutan.

“Langkah-langkah mencari keuntungan yang merusak lingkungan harus kita tinggalkan. Kegiatan ekonomi, termasuk produksi, konsumsi, dan distribusi harus memprioritaskan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembangunan manusia dalam jangka panjang,” kata Teten.

Menurut dia, banyak pengusaha muda yang kini telah meluncurkan usaha yang menghasilkan barang-barang ramah lingkungan, sehinga harus terus didukung agar berdampak baik terhadap lingkungan.

Dukungan UMKM

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Norimasa Shimomura meminta para pemangku kepentingan bekerja sama untuk meningkatkan sektor UMKM seiring dengan pertumbuhan ekonomi negara Indonesia yang lebih baik.

“Kesempatan sekarang ada tangan kita. Kita harus menangkap peluang untuk transisi yang lebih berani menuju ekonomi hijau dengan praktik-praktik usaha yang lebih inklusif,” kata Shimomura.

Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha pun mencatat, pentingnya percepatan transformasi digital di Indonesia, termasuk terhadap bisnis UMKM.

Kemitraan Indosat Ooredoo dengan UNDP dan Kementerian Koperasi dan UKM pun dapat menginformasikan sektor UMKM tentang praktik terbaik untuk menghadapi tantangan di masa depan, berapa pun besarnya.

“Kami bangga mempersembahkan studi bersama ini yang diharapkan dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan untuk memanfaatkan peluang dalam digitalisasi dan praktik usaha ramah lingkungan,” ujarnya.

Metode Survei

Survei itu dilakukan secara daring dengan menyebarkan pesan singkat (SMS) berisi link survei yang dikirimkan oleh Indosat Ooredoo kepada target responden dari sektor UMKM di seluruh Indonesia.

Sekitar 3.000 UMKM berpartisipasi dalam survei yang berisi 58 pertanyaan tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor UMKM, khususnya pada bulan-bulan awal pandemi tahun 2020 dan selama masa pemberlakuan PPKM darurat di Indonesia pada Juli dan Agustus 2021.

Pertanyaan difokuskan pada permintaan terhadap produk, keuntungan selama masa awal pandemi di bulan Maret hingga Juni 2020 dan membandingkannya selama periode PPKM Darurat yang diterapkan pada Juli dan Agustus 2021. Pertanyaan juga berfokus pada potensi usaha ramah lingkungan dan digitalisasi di Indonesia.

Survei tersebut merupakan studi kedua berturut-turut yang dilakukan terhadap dampak pandemi terhadap UMKM. Sebuah studi tahun 2020 tentang dampak bulan-bulan awal pandemi mengungkapkan hasil serupa dengan mayoritas UMKM melaporkan mengalami dampak parah pada permintaan dan faktor lainnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN