Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
REVISI-President Commissioner of  Bukalapak Bambang P S Brodjonegoro menjelaskan tentang dampak positif ekonomi sirkular di WBAW 2021. (IST)

REVISI-President Commissioner of Bukalapak Bambang P S Brodjonegoro menjelaskan tentang dampak positif ekonomi sirkular di WBAW 2021. (IST)

2030, Ekonomi Sirkular Berkontribusi 2,5% terhadap PDB

Jumat, 22 Oktober 2021 | 05:18 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investot.idPresident Commissioner of Bukalapak Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan, transformasi ke ekonomi sirkular (circular economy), atau berkelanjutan akan mempertahankan dan memperpanjang nilai sebuah produk selama mungkin. Bahkan, ekonomi sirkular diproyeksikan berkontribusi 2,3-2,5% terhadap PDB nasional pada 2030.  

Ekonomi sirkular juga disebutnya tidak hanya memberikan peluang bagi perusahaan untuk menjadi lebih hijau dan berkelanjutan, tetapi juga membawa manfaat langsung melalui penciptaan pendapatan untuk pembangunan berkelanjutan.

“Circular economy akan berdampak bagus terhadap perekonomian Indonesia ke depan. Ekonomi sirkular akan membawa produk domsetik bruto (PDB) Indonesia bertambah Rp 593-638 triliun, atau setara dengan 2,3–2,5% dari total PDB pada 2030,” ujar Bambang, dalam webinar World Business Angel Investors Week (WBAW) pertama di Indonesia dengan tema besar Diplomasi Bisnis untuk Kewirausahaan Internasional (Business Diplomacy for International Entrepreneurship) pada Kamis (21/10).

Menurut dia, ekonomi sirkular juga akan menciptakan tambahan 4,4 juta lapangan pekerjaan baru secara total tahun 2030. Perhitungan itu didapatkan dari tambahan 12,3 juta lapangan pekerjaan baru dari ekonomi seirkular, namun ada 7,9 juta pekerjaan lama hilang karena teroboson tersebut.

Dalam diskusi panel bertajuk Meningkatkan Keberlanjutan Bisnis melalui Ekonomi Sirkular tersebut, Bambang juga menyampaikan, dengan konsep circular economy, sampah, termasuk makanan, bisa menjadi sumber daya baru. Apalagi, setengah dari sampah kota berasal dari sisa makanan.

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) dengan instalasi carbon capture, utilization, and storage (CCUS) juga dinilainya  bisa menjadi solusi dari dampak negatif karbon emisi. Pada 2018, sampah kota menyumbang 43 ribu ton CO2, atau setara dengan 34% emisi dari sektor persampahan.

“Kegiatan ekonomi pun kini perlu dilakukan dengan memperhatikan ekologi dengan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Bambang.

Masa Depan

Associate Venture Builder dari Enviu Fazrin Rahman menyampaikan bahwa ekonomi sirkular akan menjadi masa depan ekonomi global dan perusahaan. Walaupun diakuinya, pencapaian hal tersebut masih menghadapi masalah yang sistemik, termasuk di antaranya sampah yang terdiri atas plastik, tekstil, dan makanan.  

Enviu saat ini di antaranya telah hadir di Indonesia, Malaysia, Belanda, India, dan Chili. Di Indonesia dan Malaysia, misalnya, Enviu bekerja untuk mengurangi dampak negatif dari sampah plastik dengan cara mengurangi pemakaian dan menggunakannya kembali agar lebih bermanfaat.

Enviu percaya bahwa membangun ekonomi sirkular yang melayani orang dan planet bumi akan membawa hasil positif. Saat ini, kesadaran masyarakat untuk membeli produk yang ramah lingkungan juga terus meningkat.

“Konsumen mengatakan sekarang lebih sadar bagaimana tindakannya  berdampak pada lingkungan. 64% milenial juga mengaku akan membayar lebih untuk produk ramah lingkungan,” tutur dia.

Kinerja Perusahaan

Roy Sembel, Profesor Distinguished Chair for Finance and Investment at IPMI International School, menyoroti pentingnya dan keuntungan perusahaan yang mau mempraktikan prinsip investasi bertanggung jawab dan berkelanjutan (sustainable responsible investment/SRI) serta lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (environmental, social, and governance/ESG).

Menurut dia, data dari SRI-Kehati menyebutkan bahwa kinerja saham perusahaan yang mengadopsi prinsip-prinsip ESG dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia mengungguli indeks pasar saham.

“Jadi, kinerja saham perusahaan yang mengadopsi prinsip-prinsip ESG ternyata mengungguli indeks pasar saham,” tutur Roy.

Sementara itu, pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan aturan tentang ESG, yakni Undang-Undang No 25 Tahun 2007 tentang Kewajiban Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan serta Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal berwawasan Lingkungan.

"Bagi perusahaan, memperhatikan masalah lingkungan, sosial, dan tata kelola akan akan memiliki dampak positif pada penciptaan nilai tambah,” tutur Roy.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN