Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Peluncuran Grab OVO PATRIOT  di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, 12 Oktober 2021. (IST)

Peluncuran Grab OVO PATRIOT di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, 12 Oktober 2021. (IST)

Dukung Pemerintah Perluasan dan Percepatan Digitalisasi Daerah

OVO dan Grab Luncurkan PATRIOT

Jumat, 22 Oktober 2021 | 05:37 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - OVO, platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terdepan di Indonesia, bersama Grab, pemain digital terkemuka di Indonesia, meluncurkan Program Akselerasi Transaksi Online Pemerintah (PATRIOT) di Kota Surakarta/Solo, Jawa Tengah, Kamis (21/10).

Program tersebut merupakan jangkar untuk mendukung Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan akselerasi transaksi digital ekosistem terintegrasi. Program ini menjadi langkah strategis bagi OVO dan Grab untuk membantu pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Diluncurkan di Kota Surakarta, yang menempati peringkat ke-7 nasional dalam Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, Grab OVO PATRIOT melingkupi beberapa inisiatif untuk memperluas pemanfaatan teknologi untuk transaksi online, baik dari sektor ritel maupun pemerintah.  

Grab OVO PATRIOT berkomitmen untuk mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi daerah melalui tiga elemen besar, yaitu digitalisasi pasar untuk memudahkan pedagang dalam menjalankan usaha, Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan mendukung Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka pun menyambut baik program inisiatif pembayaran secara cashless tersebut. Karena, tidak hanya memudahkan penjual dan pembeli, tetapi juga bagi para kepala dinas. Apalagi, pencapaian pemerintah menjadi meningkat.

“Sudah ada 44 pasar tradisional yang kami siapkan untuk onboarding, termasuk di antaranya Pasar Legi dan Purwasari. Kami akan melakukan edukasi terhadap penjual dan juga pembeli agar terbiasa dengan situasi sekarang. Pandemi memaksa kita sebagai pembeli dan penjual untuk lebih melek digital,” jelas Gibran.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan, seiring dengan bergeraknya kita ke dalam era ekonomi baru, pemanfaatan teknologi pembayaran digital memiliki peran yang sangat penting. Upaya Grab dan OVO dalam mendukung perluasan akseptasi QRIS bagi pedagang pasar serta Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah, pun patut diapresiasi.

“Dengan semakin terbentuknya perilaku yang mengutamakan transaksi digital yang cepat, mudah, murah dan aman, pemulihan ekonomi pun akan berlangsung lebih cepat, baik dari sektor ritel maupun penerimaan pemerintah,” tutur Perry.

Bantu UMKM

Adanya program Grab OVO PATRIOT diharapkan akan membantu para UMKM dalam mengembangkan usahanya. Hal ini diungkapkan oleh Ridzki Kramadibrata, president of Grab Indonesia,

“Kolaborasi Grab dan OVO diharapkan dapat meningkatkan jumlah UMKM yang masuk ke platform digital, terutama pedagang pasar tradisional sebagai upaya mendukung target pemerintah mencapai 30 juta UMKM tahun 2024,” ujar Ridzki.

Karaniya Dharmasaputra, presiden direktur OVO, menjelaskan, Surakarta menjadi kota percontohan bagaimana pemerintah daerah memanfaatkan teknologi dalam ETP. Untuk itu, OVO telah menjalin kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah dalam menyediakan layanan pembayaran PBB di kota Surakarta.

“Ke depan, dengan dukungan Grab, OVO akan menyediakan layanan pembayaran pajak dan retribusi lainnya yang akan mendukung peningkatan PAD dan penerimaan negara, seperti pajak kendaraan, retribusi pasar, retribusi parkir, Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan pembayaran biaya pembuatan paspor,” tutup Karaniya.

Profil OVO dan Grab

OVO, sebagai platform digital pembayaran dan layanan keuangan terdepan di Indonesia, berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan melalui produk dan layanan yang nyaman, aman, serta terjangkau.

Merangkul lebih dari 1 juta merchant QRIS di lebih dari 430 kota dan kabupaten, aplikasi OVO dapat digunakan untuk mengakses pembayaran, transfer, top up dan tarik dana, serta layanan asuransi, investasi, dan pinjaman di seluruh wilayah Nusantara.

Sementara itu, Grab merupakan aplikasi super terkemuka di Asia Tenggara berdasarkan GMV (gross merchandise value) untuk layanan pengantaran makanan, mobilitas, dan dompet digital, pada 2020. Grab mengoperasikan layanan pengantaran, mobilitas, dan keuangan digital di lebih dari 400 kota di delapan negara di Asia Tenggara, yakni  Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Grab memungkinkan jutaan orang setiap hari untuk terhubung dengan mitra pengemudi dan merchant guna memesan makanan, atau barang kebutuhan harian, mengantar paket, memesan solusi mobilitas, membayar belanja online, atau mengakses layanan keuangan lain, seperti pinjaman, asuransi, wealth management dan telemedicine.

Grab didirikan tahun 2012 dengan misi untuk memajukan Asia Tenggara dengan menghadirkan pemberdayaan ekonomi bagi semua orang, dan sejak itu, aplikasi Grab telah diunduh jutaan perangkat mobile.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN