Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Teknologi 5G-Computerworld/IST

Ilustrasi Teknologi 5G-Computerworld/IST

Hingga 2024, Kemkominfo Tetapkan 13 Area Dilayani 5G

Rabu, 27 Oktober 2021 | 07:00 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah menetapkan rencana strategis implementasi teknologi seluler generasi kelima (5G) di Indonesia. Salah satunya, terdapat 13 area/lokasi yang ditetapkan akan mendapatkan layanan teknologi dan  jaringan 5G hingga 2024.

Ke-13 lokasi terdiri atas enam ibukota propinsi di pulau Jawa, lima lokasi destinasi wisata prioritas, industri manufaktur, dan satu lokasi untuk ibukota negara baru. Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Kemkominfo (Perkominfo) No 2 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Kemkominfo 2020-2024.

Direktur Telekomunikasi Direktur Jenderal Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo Aju Widya Sari menyampaikan, implementasi 5G di Indonesia akan dilaksanakan dengan tiga tahapan.

Pertama, layanan 5G dimulai dengan implementasi use case enhanced mobile broadband di titik-titik tertentu. Tahap kedua, implementasi 5G untuk use case massive machine communication. Tahak ketiga, use case berbagai teknologi yang diharapkan mancapai kematangan implementasi 5G di Tanah Air dalam beberapa tahun ke depan.

“Diharapkan, semua use case dan bisnis proses dari penyelenggaraan 5G dapat dimulai dan bisa dikembangkan,” kata Aju, dalam acara Exploring 5G Opportunities in Diverse Industries yang diselenggarakan Seluler Network dan disiarkan secara virtual, Selasa (26/10).

Saat ini, sudah ada tiga operator seluler yang menggelar layanan 5G di sembilan wilayah Indonesia, yaitu Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata. Perkembangan teknologi dan implementasi jaringan 5G merupakan suatu keniscayaan dan mulai menjadi bagian dari market digital.

Menurut Aju, implementasi 5G bukan hanya sekedar peningkatan kecepatan transfer data dibandingkan dengan teknologi generasi sebelumnya. Jaringan 5G juga membuka kemungkinan banyak layanan, atau use case baru dan aplikasi semakin beragam yang akan meningkatkan produktivitas dan perekonomian nasional.

Karena itu, lanjut dia, terdapat tiga pilar yang harus diperhatikan, yaitu teknologi, sumber manusia manusia, dan tata kelola. Dengan memperhatikan ketiga pilar ini, transformasi digital diharapkan dapat berjalan dengan baik di Indonesia.

Di sisi lain, Aju juga menekanka lima aspek yang perlu diperhatikan dalam usaha mendorong kematangan dari implelemntasi 5G, yaitu aspek regulasi, spektrum frekuensi radio, modal bisnis penyelenggaraan, infrastruktur pendukung pasif maupun aktif, serta aspek ekositem perangkat dan talenta digital.

Dukungan Frekuensi

Vice President Technology Strategy Telkomsel Indra Mardiatna mengungkapkan, frekuensi spektrum merupakan salah satu faktor yang penting untuk bisa menyelenggarakan teknologi 5G di Tanah Air. Sebab, ketersediaan frekuensi di Indonesia sangat terbatas.

“Nah, kondisi spektrum di Indonesia saat ini, kalau saya bilang belum ideal untuk 5G. Bukan berarti kita tidak bisa me-launching 5G, tetapi belum ideal. Tadi disampaikan, frekuensi 3,5,GHz, 2,6 GHz witch is di 100 MHz bisa kita dapatkan, karena per-carrier itu bisa sampai 100 MHz. Kalau LTE 20 MHz,” ujar Indra.

Namun, kata Indra, di wilayah terbatas tersebut, Indonesia juga masih bisa mengoptimalkan spektrum yang ada untuk implementasi teknologi 5G. Karena, teknologi 5G secara spektral efisiensinya bisa meningkat hingga tiga kali lipat.

“Jadi, efisiensi di teknologi 5G lebih baik dibanding 4G. Dengan bandwith yang sama, 5G akan lebih tinggi troughput-nya dibandingkan 4G,” jelas Indra.

Selain masalah frekuensi, ekosistem pendukungnya juga menjadi sangat penting. Saat ini, perkembangan device, atau smartphone berteknologi 5G sangat cepat dan semakin murah. Jika dua tahun lalu, harga handset 5G masih Rp 10-20 jutaan, saat ini sudah bisa didapatkan pada harga Rp 3,5 jutaan.

Selanjutnya, ekosistem konsumen perorangan (consumer) maupun perusahaan ( enterprise). Namun, consumer secara use cases bisa menjadi tidak kompleks dibandingkan industri. Tetapi, peluang di industri menjadi lebih efisien untuk menuju ke Industri 4.0 dan otomatisasi.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN