Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam acara Beritasatu Economic Outlook 2021 hari ke-4 bertema Indonesia Digital Infrastructure Report Launching di Jakarta, Kamis (25/11/2021) Foto: BeritasatuPhoto/Emral Firdiansyah

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam acara Beritasatu Economic Outlook 2021 hari ke-4 bertema Indonesia Digital Infrastructure Report Launching di Jakarta, Kamis (25/11/2021) Foto: BeritasatuPhoto/Emral Firdiansyah

Ekonomi Digital RI akan Berkembang 8 Kali Lipat pada 2030

Nadiem: Indonesia Masih Kekurangan Jutaan Talenta Digital

Kamis, 25 November 2021 | 12:23 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan, Indonesia masih kekurangan jutaan talenta digital. Padahal, Bank Dunia memperkirakan ekonomi digital  Indonesia akan berkembang delapan  kali lipat pada 2030.  

Hal itu dikatakan Nadiem pada Economy Outlook 2022, Indonesia Digital Infrastructure Report Launching bertema 'Peta Jalan Mewujudkan Generasi Digital' yang diselenggarakan Beritasatu Media Holdings (BSMH) di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Advertisement

"Saat ini Indonesia masih kekurangan jutaan talenta digital dalam memenuhi aspirasi Indonesia menjadi negara ekonomi digital. Kemendikbudristek meyakini kebutuhan tersebut bisa terpenuhi bila kita melakukan perubahan drastis dalam sistem pendidikan," ujar dia.

Menurut Nadiem Makarim, perubahan drastis itu sedang diupayakan melalui program-program prioritas Merdeka Belajar, seperti Digitalisasi Sekolah dan Kampus Merdeka.

"Melalui program Digitalisasi Sekolah, saat ini kami fokus pada dua inisiasi. Pertama, mendistribusikan berbagai peralatan sekolah, seperti laptop, jaringan internet, dan projector," tutur dia.

Kedua, kata Mendikbud, adalah mengembangkan sejumlah platform digital pendidikan yang membantu guru dan sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dia menjelaskan, di tengah masa pandemi Covid-19, Kemendikbudristek menyiapkan platform Belajar dan Berbagi. Platform ini menjadi ruang bagi guru di Indonesia untuk belajar dari pengalaman dan praktik baik dalam mengajar guru.  “Selain itu, para guru berbagi materi PT dan modul untuk mengembangkan pembelajaran di dalam kelas,” ucap dia.

1,1 Juta Guru

Nadiem Makarim mengungkapkan, sudah lebih 1,1 juta guru yang berlangganan hampir 200.000 postingan di platform tersebut. Selain guru belajar dan berbagi, tahun ini Kemendikbudristek melakukan pembaruan pada platform yang membantu kepala sekolah berbelanja barang dan jasa secara lebih aman dan akuntabel.

“Kecuali itu, platform tersebut mendukung para UMKM untuk menjadi penyedia barang dan jasa, sehingga mendorong perkembangan ekonomi di masyarakat,” papar dia.

Mendikbud mengemukakan, meski sudah banyak sekolah dan guru dari platform tersebut, pihaknya akan terus menghadirkan inovasi di bidang teknologi.

"Akhir tahun ini kami akan meluncurkan suatu aplikasi pendidikan untuk mendukung guru untuk mengembangkan pembelajaran dan karirnya. Kami di Kemendikbudristek sedang mempersiapkan mahasiswa kita menjadi talenta digital," ujar Nadiem.

Pertama kali dalam sejarah, menurut dia, mahasiswa Indonesia punya kesempatan belajar di luar program studi selama tiga semester. Di luar kampus, para mahasiswa dapat memilih program Kampus Merdeka sesuai keinginannya.

Dia menambahkan, dengan mengikuti program Kampus Merdeka, para mahasiswa mendapatkan pengalaman bekerja di perusahaan teknologi dan pengalaman sesungguhnya di masyarakat. Tahun ini ada 302.000 mahasiswa yang mendaftarkan diri di platform Kampus Merdeka, 47.550 di antaranya merupakan peserta program kita.

"Tahun depan, kami sudah menyiapkan anggaran yang lebih besar lagi sudah ada lebih banyak mahasiswa lagi yang mengikuti program ini dan kita bisa menutup kebutuhan talenta digital kita," kata dia.

Dia mengajak semua pihak semakin menguatkan kolaborasi untuk mempersiapkan talenta digital dan membangun ekonomi Indonesia di masa depan. ”Mari bersama-sama mewujudkan Merdeka Belajar," tegas Nadiem.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN