Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sejumlah medsos. Foto ilustrasi: beritasatu/IST

Sejumlah medsos. Foto ilustrasi: beritasatu/IST

Kemkominfo: Isu Hoaks Covid-19 dan PPKM Bertebaran di Medsos

Jumat, 26 November 2021 | 12:19 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengungkapkan, perkembangan disinformasi (hoaks) terkait Covid-19 dan isu PPKM mengkhawatirkan. Karena hoaks tersebut terus bertebaran di sejumlah platform media sosial (medsos).

“Kondisi tersebut tentu harus menjadi perhatian bersama. Tentu kita tidak ingin generasi muda kita untuk terus diancam hoaks dan disinformasi, bahkan turut menyebarkan hoaks dan disinformasi. Sampai saat ini, persebaran hoaks pun masih mengkhawatirkan. Hoaks dan disinformasi pun masih ditemukan di beragam media sosial,” kata Dedy Permadi, Juru Bicara Kemkominfo melalui siaran pers, Jumat (26/11).

Dedy Permadi, Juru Bicara Kemkominfo
Dedy Permadi, Juru Bicara Kemkominfo

Sejak Januari 2020, hingga 25 November 2021, Kemkominfo telah mengindentifikasi beragam hoaks dan disinformasi. Disebutkan, pertama, hoaks tentang Covid-19, telah ditemukan sebanyak 1.999 isu hoaks pada 5.162 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada platform facebook sejumlah 4.463 unggahan.

“Kini pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5031 unggahan hoaks Covid-19 dan 131 unggahan lainnya sedang dalam proses tindak lanjut,” ujar Dedy.

Kedua, hoaks tentang vaksinasi Covid-19, telah ditemukan sebanyak 395 isu hoaks vaksinasi Covid-19 pada 2.449 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada platform facebook sejumlah 2.257 unggahan. Kini pemutusan akses telah dilakukan terhadap 2.449 unggahan hoaks vaksinasi Covid-19.

Ketiga, hoaks tentang PPKM, telah ditemukan sebanyak 48 isu pada 1.194 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada platform facebook sejumlah 1.176 unggahan. Pemutusan akses dilakukan terhadap 1.038 unggahan dan 156 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti.

Jika dibandingkan dengan minggu lalu, lanjut Dedy, maka di minggu ini pertambahan isu hoaks dan sebaran konten hoaks di sosial media, tidak melebihi angka di minggu yang lalu. Isu hoaks Covid-19, di minggu ini terdapat penambahan sejumlah 8 isu dan 31 unggahan hoaks. Pada minggu sebelumnya, pertambahan isu hoaks Covid-19 adalah sebanyak 8 isu dan 32 unggahan hoaks.

Sedangkan, isu hoaks vaksinasi Covid-19, di minggu ini terdapat penambahan sejumlah 5 isu dan 24 unggahan hoaks. Pada minggu sebelumnya, pertambahan isu hoaks vaksinasi Covid-19 adalah sebanyak 8 isu dan 27 unggahan hoaks.

Sementara, isu hoaks PPKM,di minggu ini tidak terdapat pertambahan isu hoaks PPKM, namun terdapat pertambahan unggahan sebanyak 27 unggahan hoaks. Pada minggu sebelumnya, juga tidak ada pertambahan isu hoaks PPKM, dan terdapat pertambahan konten sebanyak 27 unggahan hoaks.

“Secara keseluruhan, di minggu ini terdapat total 13 pertambahan isu di 82 unggahan hoaks Covid-19, vaksinasi Covid-19, serta PPKM, dimana di minggu yang lalu, terdapat total 16 pertambahan isu di 86 unggahan hoaks,” jelas Dedy.

Selanjutnya, dari sejumlah 16 isu hoaks seputar Covid-19 selama seminggu terakhir, berikut adalah beberapa contoh hoaks yang perlu kita tangkal bersama, antara lain, hoaks pada tanggal 18 November 2021 mengenai CEO Pfizer ditangkap FBI karena penipuan dan pemalsuan data vaksin. Lalu, hoaks pada tanggal 19 November 2021 tentang Aliansi Dokter Dunia menyatakan bahwa varian delta (India) tidak ada.

Selanjutnya, disinformasi pada tanggal 20 November 2021 yang menyatakan bahwa anggota parlemen Austria meninggal dunia karena vaksin Covid-19. Disinformasi pada tanggal 22 November 2021 mengenai klaim Pfizer digunakan untuk melacak manusia di seluruh dunia, serta hoaks pada tanggal 24 November 2021 mengenai detoks mandi dengan ramuan soda kue, garam epsom, boraks, dan tanah liat bentonit dapat menghilangkan kandungan vaksin Covid-19.

Dedy menuturkan, sejumlah hoaks yang masih terus menyebar di sekitar kita, dan menjadi salah satu kendala penanganan Covid-19 di Indonesia. Seperti Covid-19 harus terus kita lawan, persebaran hoaks harus kita tangkal.

“Bersama-sama kita jaga generasi muda untuk masa depan yang lebih baik, terlindungi dari Covid-19, dan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dalam mengahadapi hoaks. Mari kita dukung penanganan pandemi ini dengan tidak membuat dan menyebarkan hoaks. Bersama-sama kita lakukan literasi digital,tetap menjalankan prosedur kesehatan saat beraktivitas, melakukan vaksinasi, dan tekan risiko persebaran Covid-19,” tandas Dedy.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN