Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Ririek Adriansyah  dalam diskusi akhir tahun

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Ririek Adriansyah dalam diskusi akhir tahun "Menata Bisnis Telekomunikasi dari Pandemi ke Endemi" yang digelar Indo Telko, Kamis, 2 Desember 2021.

Layanan Digital Topang Pertumbuhan Industri Telekomunikasi

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:27 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id - Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Ririek Adriansyah mengungkapkan, setelah hampir 2 tahun pandemi Covid-19 menyerang seluruh negara, kinerja sebagian besar industri telekomunikasi di dunia sudah membaik.

Bahkan, Ririek menyebut tren pertumbuhan industri telekomunikasi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Ririk menjelaskan, di Indonesia layanan yang menopang pertumbuhan industri telekomunikasi tidak lain adalah konektivitas berupa peningkatan penggunaan mobile data dan fixed broadband, layanan ICT, serta layanan digital.

"Kalau servis dibagi tiga, yaitu konektivitas, ICT, dan digital. Konektivitas pada kurun waktu 2020-2024 akan tumbuh sekitar 4%, ICT akan tumbuh lebih tinggi di angka 8%, dan digital tumbuh paling tinggi sampai 12%," kata Ririek dalam diskusi akhir tahun “Menata Bisnis Telekomunikasi dari Pandemi ke Endemi” yang digelar Indo Telko, Kamis (2/12).

Menurut Ririek, pertumbuhan ini sejalan dengan fakta selama pandemi kemarin, di mana masyarakat menjadi lebih contactless dan akan cenderung menggunakan layanan yang sifatnya digital. Karena itu, ICT dan digital akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan konektivitas.

Ririek yang juga Direktur Utama Telkom itu mengungkapkan, setelah pada tahun ini sejumlah operator memberanikan diri menggelar jaringan 5G di Indonesia, pemanfaatannya di dunia juga akan terus meningkat. Tidak hanya di Amerika Serikat dan Tiongkok, namun operator negara-negara di Asia juga akan banyak menggelar jaringan tersebut.

“5G secara finansial akan semakin layak dan memberikan dampak positif bagi operator di Indonesia,” ujar dia.

Ririek meyakini, pada tahun 2022 digitalisasi dan digitasi akan meluas di Indonesia. Hal tersebut menurutnya wajar, mengingat operator telekomunikasi akan terus mencari sumber pertumbuhan pendapatan baru selain menjaga pendapatan dari layanan konektivitas. Ia memperkirakan kebutuhan Capital Expenditure (Capex) sektor telekomunikasi akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan konsumsi data.

Untuk memastikan pelaku industri telekomunikasi bisa berkembang dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika yang juga Plt Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ismail menyampaikan, pemerintah akan mendukung dengan menyediakan infrastruktur yang bisa menopang mimpi menciptakan Indonesia sebagai negara digital economy terbesar di Asia Tenggara.

“Kami regulator akan menyediakan spektrum frekuensi sebagai sumber daya yang terbatas agar operator bisa memanfaatkan spektrum tersebut demi masyarakat. Sebab ketika kondisi ekonomi nasional berangsur pulih, maka pemanfaatan ruang digital akan terus meningkat," kata Ismail.

Editor : Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN