Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Kembangkan Pariwisata NTT, Pemerintah Bangun Infrastruktur Digital

Kamis, 16 Desember 2021 | 19:59 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat digitalisasi sektor pariwisata dengan membangun infrastruktur digital dan smart city untuk mendorong kebangkitannya, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, untuk kawasan NTT, pemerintah membangun Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang didukung dengan infrastruktur digital dan pengembangan smart city.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi, khususnya sektor pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19. Apalagi, Presiden Joko Widodo juga telah secara tegas menyampaikan kebijakannya untuk membangun destinasi wisata premium. Satu di antaranya Labuan Bajo di NTT.

“Salah satu destinasi wisata super prioritas adalah Labuan Bajo, atau Wilayah Flores,” ujar Menkominfo, dalam ‘Webinar HUT ke-63 Provinsi NTT: Mengembangkan Pariwisata Modern di NTT’, yang berlangsung secara virtual dari Jakarta, Kamis (16/12).

Dia melanjutkan, tidak hanya daerah Labuan Bajo, atau Pulau Komodo, pemerintah juga mengembangkan wilayah enklave periferal yang memberikan dukungan kepariwisataan Labuan Bajo, atau Komodo.

Johnny menyampaikan, pemerintah membangun pariwisata yang spesifik. Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah mengarahkan agar pembangunan pariwisata NTT menjadi pariwisata dengan kualitas tinggi.

“Jangan sampai kita men-downgrade menjadi mass pariwisata, mengulang pariwisata yang sudah ditinggalkan dunia kepariwisataan internasional. Kita mempunyai tugas untuk mendukung agar pariwisata Nusa Tenggara Timur adalah pariwisata yang mempunyai nilai ekonomi tinggi,” tandasnya.

Karena itu, Menkominfo pun menyatakan bahwa Kementerian Kominfo (Kemenkominfo) berupaya untuk menyediakan infrastruktur digitalnya agar menjadikan pariwisata NTT menjadi kawasan pariwisata premium.

“Marilah kita menyiapkan bersama-sama seluruh infrastruktur, termasuk infrastruktur digital dan ketersediaan sumber daya manusia digital di NTT agar mempunyai titik temu dengan kebijakan pemerintah, kebijakan nasional, di mana pariwisata Nusa Tenggara Timur adalah high-end tourism destination,” ungkapnya.

Pandemi Covid-19 disebutnya telah memberikan tekanan luar biasa terhadap sektor pariwisata di Indonesia. “Kontraksinya double digit. Jadi, wilayah Flores, Alor, Lembata, dan Bima, adalah beberapa kawasan yang harus kita bangun. Dari sisi teknologi informasi dan telekomunikasi, di sana telah dilakukan banyak sekali program,” jelasnya.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur digital merupakan upaya pemerintah  untuk mendukung akselerasi digital nasional. Hal ini dilakukan dengan cara membangun akses telekomunikasi berjaringan 4G, atau akses internet cepat, seperti Wi-Fi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di NTT.

“Mengingat banyak daerah, atau desa dan kelurahan yang belum terjangkau, Nusa Tenggara Timur adalah bagian dari jaringan lintas selatan serat optik nasional yang menghubungkan Indonesia bagian Barat dengan Indonesia bagian Timur melalui jalur Selatan,” jelas Johnny.

Palapa Ring

Menkominfo menjelaskan, awalnya, jaringan tulang punggung internet cepat Palapa Ring yang menghubungkan Indonesia bagian barat dengan bagian timur melintasi wilayah utara, yakni pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua.

“Semua wilayahnya sudah terhubung secara fiber optic. Jaringan ini dibangun oleh Kemenkominfo ditambah jaringan fiber optic yang dibangun oleh sektor privat. Kalau kita lihat secara keseluruhan itu, ada lebih 459.000 km panjang jaringan serat optik kita di darat dan di laut di seluruh Indonesia, termasuk NTT,” tuturnya.

Melihat kondisi geografis dan aktivitas vulkanik di bawah laut yang relatif tinggi di wilayah utara, Johnny menyatakan, pemerintah pun menyambung jaringan Palapa Ring melalui jalur selatan untuk transmisi data Indonesia Timur ke Indonesia Barat dan sebaliknya, Indonesia Barat ke Indonesia Timur. 

“Itu sebagian ada di wilayah Nusa Tenggara Timur,” tegas Johnny.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN