Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(ki-ka) Co-Founder McEasy Raymond Sutjiono dan Hendrik Ekowaluyo

(ki-ka) Co-Founder McEasy Raymond Sutjiono dan Hendrik Ekowaluyo

McEasy Tawarkan Solusi Inovatif untuk Industri Logistik

Selasa, 21 Desember 2021 | 14:21 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id-McEasy, startup manajemen dan pelacakan logistik pintar, menawarkan dua solusi inovatif untuk permasalahan industri logistik di Indonesia, yaitu Vehicle Smart Management System (VSMS), Transportation Management System (TMS), dan Smart Driver Apps.

VSMS merupakan solusi digital untuk membantu operasional logistik dan pelacakan lokasi kendaraan secara real-time. Sementara itu, TMS merupakan software cerdas untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan optimisasi proses pengiriman barang secara terpadu untuk menjadikan keseluruhan proses lebih efisien.

Advertisement

“Dengan infrastruktur manajemen logistik yang lebih canggih, kami berupaya untuk menjawab permasalahan lama yang telah terjadi selama bertahun-tahun di Indonesia, terutama kurangnya integrasi antara pihak-pihak yang terlibat di rantai pasok. Selama ini, sistem operasional kebanyakan masih menggunakan cara-cara manual dengan administrasi yang rumit. McEasy ingin membawa angin perubahan digitalisasi agar proses rantai pasok bisa berjalan secara otomatis, lebih mudah dan lebih efisien, untuk semua pihak yang terlibat,” kata Raymond Sutjiono, Co-Founder McEasy melalui siaran pers, Selasa (21/12).

Raymond menjelaskan, melalui TMS, pelanggan McEasy dapat melacak posisi kendaraan dan seluruh biaya operasional secara transparan, tanpa perlu repot untuk memeriksanya secara manual.

“McEasy juga menggunakan model bisnis berbasis langganan (subscription) dan menawarkan kustomisasi solusi, untuk disesuaikan dengan skala bisnis pelanggan, seperti third-party logistics (3PL), fourth-party logistics (4PL), distributor, atau perusahaan brand,” ujar Raymond.

Menurut, Raymond, kehadiran solusi-solusi ini membantu semua pelaku bisnis logistik, mulai dari perusahaan manufaktur dan distribusi hingga perusahaan brand besar yang telah memiliki armada sendiri.

“Terlebih sejak adanya regulasi pemerintah yang mewajibkan angkutan umum orang untuk memasang alat pemantau pergerakan kendaraan elektronik atau Global Positioning System (GPS), banyak perusahaan transportasi umum seperti bis yang membutuhkan integrasi sistem GPS dalam dashboard VSMS McEasy,” ungkap Raymond.

Salah satu pelanggan dalam portofolio McEasy adalah MGM Bosco, perusahaan logistik yang memiliki spesialisasi di sektor rantai pasok dingin (cold-chain). Awalnya, MGM Bosco membutuhkan sebuah sistem terpadu untuk TMS yang dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan bisnis perusahaan.

“Sistem manajemen logistik kami yang sebelumnya tidak mampu mengakomodasi kebutuhan kustomisasi untuk menyesuaikan dengan bisnis MGM Bosco. Fitur yang digunakan cenderung standar, sehingga kurang fleksibel untuk perencanaan jangka panjang. Kami juga mengalami kesulitan dalam integrasi, terutama karena ada sejumlah vendor yang terpisah-pisah dan tidak saling terhubung,” jelas Aldo William, Assistant Fleet Manager MGM Bosco.

McEasy kemudian memfasilitasi sentralisasi GPS dengan vendor-vendor yang awalnya berdiri terpisah, agar semuanya terintegrasi melalui API. Bekerja sama sejak 2020, 50 karyawan MGM Bosco kini sudah menggunakan sistem TMS McEasy dan 700 armada daratnya sudah dilengkapi dengan sensor temperatur.

Saat ini, McEasy telah melayani pelanggan di area Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, serta Sulawesi. Pada t 2022, perusahaan rintisan ini mematok target pertumbuhan minimal 4x lipat dibandingkan 2021.

“Kedepannya, McEasy mempunyai misi untuk membuat sebuah ekosistem terintegrasi yang memudahkan para stakeholders mengoptimasi semua proses logistik dan rantai pasok,” tandas Raymond.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN