Menu
Sign in
@ Contact
Search
Blackberry Z10

Blackberry Z10

Kabar Buruk, Pengguna Disarankan Museumkan Perangkat BlackBery

Rabu, 5 Jan 2022 | 16:37 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com) ,Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kabar buruk bagi para pengguna sistem operasi (operating system/OS) dan perangkat, atau ponsel (handphone/HP) BlackBerry, seiring dengan penghentian dukungan dari pembesutnya, BlackBerry, mulai hari Rabu (5/1) ini.

Para penggunanya pun disarankan untuk segera memuseumkan perangkatnya, serta segera beralih dan memindahkan data yang dimilikinya ke perangkat dengan OS lain, misalnya Android, Huawei, dan lainnya, demi keamanan dan kenyamanan.  

Menurut pengamat teknologi informasi (TI), pengguna tak punya pilihan lain, selain harus memuseumkan perangkat Blackberrynya. Sebab, walaupun misalnya, hari ini dan seterusnya masih bisa digunakan, OS BlackBerry sudah tidak terjamin lagi keamanannya, dan kemungkinan besar, secara perlahan pada akhirnya tidak akan bisa digunakan sama sekali.  

Pengamat TI dan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, penghentian dukungan BlackBerry terhadap OS-nya tersebut akan berdampak buruk terhadap semua perangkat Blackberry karena pada saatnya akan tidak bisa digunakan lagi.

Advertisement

“Pengguna pun harus segera  memindahkan datanya jika masih ada terkait dengan penggunaan layanan BlackBerry, terutama e-mail dan BBM (BlackBerry Messenger). Yang kalau dilihat sih, sudah tidak banyak, atau nyaris tak ada lagi penggunanya,” tutur Heru kepada Investor Daily, Rabu (5/1).

Hal itu pun disebutnya sudah menjadi takdir BlackBerry yang dulu begitu dielu-elukan dan kini tinggal kenangan. Kebangkrutannya disebut akibat manajemen BlackBerry yang dulu terlalu arogan dan menjadikan banyak negara bukan mitra (partner), seperti dlakukan kepada  Indonesia, selain kurangnya inovasi.

“Masih ingat, BlackBerry yang berbohong akan membangun pusat data dan pabrik di Indonesia,  yang akhirnya malah memilih Singapura dan Malaysia,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Heru pun mengingatkan risiko buruk yang akan didapat para pengguna yang masih merasa nyaman menggunakan OS BlackBerry dan perangkatnya hingga sekarang.

Sebab, secara sistem, mulai Rabu (5/1) ini, keamanan OS BlackBerry sudah tidak terjamin lagi dan sulit untuk dimanfaatkan secara benar. Walaupun masih bisa digunakan, itu karena BlackBerry memberlakukan masa transisi. Tetapi, pada akhirnya, OS tersebut tidak akan bisa digunakan secara lancar, atau mati.

“Yang bahkan, nantinya, bisa tidak dikenali aplikasi yang kita gunakan, atau tidak bisa lagi menginstal aplikasi baru (ketika menggunakan OS BlackBerry). Mau tidak mau, pengguna harus segera pindahkan datanya dan museumkan  BB-nya,” tegas Heru.

Pengguna Turun

Pendiri Vaksincom Alfons Tanujaya menambahkan, jika sudah dihentikan dukungannya, artinya OS BlackBerry yang melayani semua HP Blackberry (non-Android) mestinya sudah tidak bisa berfungsi lagi. Karena, koneksi seluler maupun Wi-Fi melalui server yang melayani semua perangkat yang menjalankan OS Blackberry sudah dimatikan.

“Sebenarnya, pengguna HP Blackberry sudah sangat sedikit, market share OS Blackberry hampir 0%. Jadi, rasanya dampaknya akan kurang signifikan,” tutur Alfons.

Sependapat dengan Heru, Alfons menyarankan para pengguna perorangan OS BlackBerry dan perangkatnya untuk segera menghentikan  pemakaiannya dan beralih ke perangkat dengan OS lainnya, antara lain Android.

“Kecuali yang korporasi dan hanya beberapa layanan tertentu saja, dan market-nya korporasi, dan bukan konsumer (perorangan). Kalau masih mau nostalgia, bisa gunakan HP BlackBerry yang menggunakan OS Android,” pungkas Alfons.

Sebagai informasi, setelah dipegang perusahaan asal Tiongkok, TCL, ponsel BlackBerry sempat hadir dengan OS Android, antara lain melalui peluncuran BlackBerry KeyOne dan Key2.

Sayangnya, TCL juga tidak mampu mengembalikan BlackBerry ke masa keemasannya. Mereka akhirnya berhenti memproduksi ponsel BlackBerry sejak tahun 2020.

Hentikan Dukungan

Sementara itu, BlackBerry, pelopor ponsel keyboard QWERTY, telah mengumumkan, Selasa (4/1) lalu, menjadi  hari terakhir untuk OS BlackBerry bisa digunakan secara optimal.

Selanjutnya, mulai Rabu (5/1), OS BlackBerry 10, BlackBerry 7.1, dan sistem operasi BlackBerry versi sebelumnya sudah tidak akan tersedia dan tidak bisa digunakan secara optimal lagi.

"Mulai tanggal ini (Rabu, 5/1), perangkat yang menggunakan layanan dan perangkat lunak tersebut, apakah melalui penyedia layanan, atau koneksi Wi-Fi, benar-benar tidak berfungsi optimal lagi," ungkap BlackBerry, melalui laman tanya-jawab mereka, dikutip Selasa (4/1).

Karena itu, fungsi-fungsi utama seperti untuk mengakses data/internet, panggilan telepon, berkirim/menerima SMS, dan memanggil nomor darurat 911 sudah tidak  berfungsi optimal lagi.

BlackBerry juga sudah menghentikan dukungan untuk sistem operasi yang digunakan pada tablet produknya, yakni BlackBerry PlayBook OS 2.1 dan versi terdahulu/sebelumnya.

BlackBerry memberikan alasan, kenapa menghentikan sistem operasinya. Perusahaan ingin fokus  pada usaha memberikan layanan keamanan intelijen perangkat lunak bagi pelanggan perusahaan dan pemerintahan.

Berita Terkait: Selasa Ini Menjadi Hari Terakhir OS BlackBerry

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com