Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sekjen Kemenkominfo Mira Tayyiba (kanan, jaket hitam) dan Jubir Kemenkominfo Dedy Permadi (kiri, jaket putih). (IST)

Sekjen Kemenkominfo Mira Tayyiba (kanan, jaket hitam) dan Jubir Kemenkominfo Dedy Permadi (kiri, jaket putih). (IST)

Multistakeholder Dilibatkan untuk Perjuangkan Isu Digital di G20

Rabu, 26 Januari 2022 | 22:32 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melibatkan banyak pihak yang berkepentingan (multistakeholder) untuk membahas tiga isu prioritas yang diangkat dalam Digital Economy Working Group (DEWG) pada Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022.

Sementara itu, Indonesia mengangkat tiga isu prioritas dalam kelompok kerja ekonomi digital (Digital Economy Working Group (DEWG) pada rangkaian acara Presidensi-G20, yakni pemulihan dan konektivitas (recovery and connectivity), keahlian dan literasi digital (digital skills and literacy), serta arus data lintas batas negara yang aman (border data flow and data free flow with trust).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkominfo Mira Tayyiba mengatakan, kerja sama lintas sektor dan kepentingan dilakukan untuk membahas tiga isu prioritas DEWG G20 tersebut.

“Kami berkolaborasi dengan siapa saja. Kami bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), sebagai national knowledge partner DEWG,” ujar Mira, dalam ‘Media Gathering G20’ yang berlangsung secara hibrida di Jakarta Pusat, Rabu (26/1).

Menurut dia, selain keempat institusi tersebut, Kemenkominfo melibatkan asosiasi (national strategic stakeholders) serta kementerian dan lembaga untuk membahas isu digital yang relevan dengan sektor-sektor terkait.

Selain itu, Kemenkominfo bekerja sama dengan Asosiasi Big Data dan AI (Abdi), Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Siberkreasi, Asosiasi e-Commerce Indonesia (iDEA), Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), serta Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

“Kita berharap dapat menghasilkan program-program nyata yang relevan untuk semuanya. Bukan saja bagi negara maju, tetapi juga untuk negara berkembang. DEWG dapat kita jadikan sebagai panggung bersama, dan oleh karenanya harus kita kerjakan bersama-sama,” jelasnya.

Semua Aspek

Sekjen Kemenkominfo Dedy Permadi, yang menjabat sebagai Chair DEWG G20, menjelaskan bahwa DEWG sebagai bagian dari Sherpa Track G20 akan menjadi melting pot diskusi tentang isu digital yang mencakup seluruh aspek kehidupan pembangunan, terutama yang berkaitan dengan pandemi Covid-19.

“Yang akan dibahas di isu Sherpa Track itu banyak, mulai dari perdagangan, perindustrian, pendidikan, kesehatan, dan masih banyak lagi. Perlu diperhatikan bahwa hampir semua working group mengangkat diskusi tentang isu digital. Mau berbicara tentang pendidikan kaitannya dengan digital, employment juga tentang digital,” ujarnya.

Mira melanjutkan, Kemenkominfo diberikan mandat dari Sherpa Track sebagai pengampu DEWG untuk menjadi ‘ketua kelas’ untuk isu-isu digital lintas sektor, terutama yang terkait isu digital.

“Tugas Kemenkominfo adalah untuk melakukan streamlining semua isu digital agar koheren dan kohesif. Misalnya, isu pemberdayaan perempuan, atau perlindungan anak, dapat dijawab dengan menggunakan pendekatan berbasis aspek digitalisasi, seperti literasi digital, dan online safety,” jelasnya.

Kemenkominfo pun berkomitmen untuk menggunakan momentum Presidensi G20 Indonesia sebagai kesempatan untuk menguatkan sektor digital secara nasional dan internasional.

Dukungan Mitra

Sementara itu, Sekretaris Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM DR Randy Wirasta Nandyatama mengatakan, sebagai tuan rumah rangkaian kegiatan G20, Indonesia punya momentum penting untuk bisa mendorong agenda-agenda yang lebih berpihak kepada kepentingan nasional.

“Kita harus sadari bahwa ini menjadi momen penting untuk mendorong upaya yang lebih kuat dalam kita membantu dan menyelesaikan masalah dukungan terhadap pentingnya ekonomi digital yang ditopang regulasi-regulasi,” kata Randy.

Direktur Eksekutif CSIS IndonesiaYose Rizal menyampaikan, pentingnya bagi Indonesia menciptakan lingkungan ekonomi digital, di antaranya guna menopang kegiatan belajar-mengajar melalui online serta jasa kesehatan yang semakin digital.

“Hal tersebut menjadi sangat krusial untuk didiskusikan dalam Forum G20. Indonesia perlu berperan dalam memformulasikan strategi, khususnya dalam melakukan streamlining isu-isu ekonomi digital,” imbuhnya.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif menuturkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekonomi yang kuat dan diakui keberhasilan transformasi digitalnya.

APJII pun mendukung upaya Indonesia, melalui Kemenkominfo, untuk memperjuangkan isu transformasi digital di Forum G20. “Konektivitas digital adalah tuntutan untuk mendukung pencapaian pemerataan ekonomi Indonesia,” pungkas Arif.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN