Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kemenkominfo gelar program HUB.ID untuk akeselerasi bisnis start-up. (IST)

Kemenkominfo gelar program HUB.ID untuk akeselerasi bisnis start-up. (IST)

Lewat Program HUB.ID, HiPajak Dapatkan Investasi dari Singapura

Rabu, 23 Maret 2022 | 17:12 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), melalui program HUB.ID, telah berhasil memfasilitasi HiPajak untuk memperoleh pendanaan dari 1982 Venture, perusahaan modal ventura (venture capital/VC) asal Singapura.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemenkominfo Semuel A Pangerapan mengatakan, program HUB.ID punya jejaring yang luas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kehadirannya membantu para start-up untuk mendapatkan eksposur dari para investor.

Salah satu fasilitasi berhasil didapatkan oleh start-up HiPajak yang baru-baru ini memperoleh pendanaan dari 1982 Venture, perusahaan modal ventura (venture capital/VC) dari Singapura yang berfokus pada start-up fintech di Asia Tenggara.

“Ini tentunya berita baik. Untuk itu, kami ucapkan selamat kepada HiPajak atas pencapaian ini. Kami sangat berharap ini dapat menjadi motivasi bagi start-up laina untuk terus berjuang dalam mendapatkan investor," ungkap Semmy, panggilan akrab Semuel, Rabu (23/03/2022).

Baca juga: HiPajak Menang di Alibaba Global GET Challenge 2020

Lebih dari itu, dia mengharapkan agar program HUB.ID akan membantu start-up nasional mendapatkan investasi, sehingga menjadi calon start-up yang punya valuasi minimal US$ 1 miliar (unicorn) berikutnya.

"Besar harapan kami, program HUB.ID dapat terus terselenggara tiap tahunnya dan membantu lebih banyak lagi start-up nasional dalam meraih investasi, sehingga dapat berkontribusi untuk Indonesia dan menjadi calon unicorn berikutnya,” ujarnya.

HiPajak merupakan aplikasi digital yang dibangun untuk menyederhanakan kebutuhan perpajakan terkait pajak penghasilan dalam satu aplikasi. One apps tax assistance ini pun telah tumbuh dengan signifikan karena mempermudah pengelolaan pajak penghasilan yang dapat menghemat biaya hingga 95%.

CEO & Founder HiPajak Tracy Tardia menyampaikan, HiPajak didirikan pada 29 Januari 2020. Sampai saat ini, pengguna HiPajak sudah lebih dari 300.000 dan 100.000 di antaranya merupakan UMKM. Sisanya merupakan pekerja lepas, content creator, dan wajib pribadi nonkaryawan.

"HiPajak telah memenangkan penghargaan internasional setelah menjadi First Winner Alibaba GET Global Challenge 2020. Kemudian, pada 2021, HiPajak bekerja sama dengan GoBiz dari Gojek sebagai asisten perpajakan dengan membantu 1 juta merchants GoFood partner," ujarnya.

Menurut dia, HiPajak memberikan akses yang cepat serta literasi pajak untuk meningkatkan penetrasi penerimaan pajak. Dalam pengembangannya, HiPajak telah bermitra dengan banyak pihak, antara lain Kemenkominfo, BNI, dan beberapa pelaku usaha lainnya, yakni GoJek, Midtrans, KoinWorks, serta LinkAja.

Tahun ini, HiPajak fokus kepada pengembangan produk, sehingga akan semakin mudah, terintegrasi dengan berbagai platform, dan meningkatkan teknologi HiPajak.

“HiPajak sendiri merupakan aplikasi yang diawasi langsung oleh Direktorat Jenderal Pajak," tegas Tracy Tardia.

Baca juga: Wamenkeu Minta Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Program HUB.ID

Tracy pun mengapresiasi peluang yang diberikan Kemenkominfo, melalui program HUB.ID, yang bisa membangun network lewat business matchmaking, pelatihan berkelas internasional, dan terutama hubungan kepada investor.

“Sebuah kesempatan yang luar biasa bisa bergabung dalam program HUB.ID yang difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di mana program yang dibuat sangat lengkap untuk akselerasi start-up,” ungkap Tracy.

Semmy menambahkan, tahun 2022 ini, Kemenkominfo akan menggelar program HUB.ID Batch 2. Program HUB.ID dibuat untuk membuka peluang bagi banyak pihak.

“Kami mempertemukan demand dan supply inovasi yang melibatkan start-up, korporasi swasta, BUMN, pemerintah, investor, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Semmy.

Dia mengharapkan, fasilitasi yang dilaksanakan Direktorat Ekonomi Digital Ditjen Aptika Kemenkominfo tersebut akan mempercepat agenda transformasi digital nasional. Pada 2021, Kemenkominfo telah memfasilitasi peluang kerja sama 43 start-up digital dengan investor melalui program HUB.ID.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN