Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tim digital marketing

Tim digital marketing

Beberapa Trik Digital Marketing yang Mudah Ditiru

Rabu, 11 Mei 2022 | 13:01 WIB
Mardiana Makmun (mardiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Digital marketing bukan hanya tentang memasang produk di Internet. Digital marketing yang tepat juga tentang mendapatkan perhatian audiens dan mengubah mereka menjadi konsumen.

“Digital marketing merujuk pada strategi pemasaran yang dilakukan melalui ranah digital. Hal ini berarti pemanfaatan ruang digital atau Internet sebagai media utama pemasaran. Namun, persaingan bisnis pun di ranah digital pun kini kiat ketat. Untuk mendapatkan perhatian konsumen, tak jarang beberapa bisnis melancarkan trik-trik digital marketing yang dapat merayu konsumennya tanpa  mereka sadari,” kata Karen Leinita Q, Marketing Executive Nanas Media dalam keterangan tertulis.

Karen mengungkapkan, salah satu trik yang sering dilakukan bisnis untuk menarik perhatian audiens adalah memberikan harga pembanding. Misalnya dengan membandingkan harga setelah dan sebelum diskon atau perbandingan harga penawaran paket dan non-paket.

“Perbandingan ini memberikan ilusi seakan calon konsumen bisa berhemat dengan memilih produk tertentu. Padahal, bisa jadi harga yang dicantumkan sebenarnya harga normal,” kata Karen.

Menggunakan angka depan yang lebih kecil juga merupakan salah satu trik marketing yang sering ditemukan. Perhatian calon konsumen akan lebih cepat jatuh pada produk dengan harga ‘Rp 1.999’ dibandingkan produk dengan harga ‘Rp 2.000’. Hal ini dikarenakan kita memiliki kecenderungan untuk melihat angka depan dan membulatkan ke angka depan.

Selain itu, penulisan angka diskon pada produk juga dapat mempengaruhi cara pikir audiens. Tak jarang kita temui tawaran produk dengan embel-embel diskon 50% atau bahkan 90%. Padahal, diskon yang ditawarkan ternyata terbatas dengan jumlah maksimum sebesar seribu atau dua ribu rupiah saja.

Perhatikan pula penawaran produk yang menyatakan limited stock atau stock terakhir. Tawaran yang hanya terbatas pada waktu tertentu dengan dalih flash sale atau ‘besok harga naik’ juga merupakan salah satu trik marketing.

“Tambahan kata-kata tersebut memang terlihat sederhana. Tetapi, tidak dipungkiri dapat menarik perhatian konsumen,” ujar Karen.

Membuka Peluang Baru

Di tengah maraknya digitalisasi bisnis, kebutuhan agensi di bidang digital marketing, kata Karen memang besar. “Agensi digital media umumnya membantu bisnis memulai digitalisasi hingga perawatan platform yang digunakan untuk digital marketing guna menjamin pertumbuhan jangka panjang. Dengan demikian, pelaku bisnis bisa mengalihkan fokusnya ke tempat lain,” kata Karen.

Perkara digitalisasi bisnis juga kian digalakkan oleh pemerintah Indonesia. Di kesempatan yang berbeda, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritimin Kemkominfo Septriani Tangkary menjelaskan pentingnya digitalisasi bisnis pada brand lokal.

Menurut Septriana, digitalisasi bisnis brand lokal dapat membuka peluang baru. Selain itu, lewat ranah digital, Septriana berharap merek lokal berani berkolaborasi. Inovasi seperti ini diharapkan dapat memperluas pasar dan koneksi.

“Adanya transformasi digital mampu membawa perubahan positif, dan membuat usaha lebih maju dan berkembang, karena brand-brand lokal harus berinovasi dan keluar dari zona nyaman usaha,” tutur Septriana.

Hal yang serupa juga disampaikan Satria Vijie, seorang content creator dan brand owner. Menurutnya, brand lokal perlu menjadikan brand luar sebagai tolak ukur. Ke depannya bisnis lokal baiknya tidak hanya berhenti pada tahap berjualan saja. Akan lebih baik jika merek lokal dapat meningkatkan nilai merek dengan menjual pengalaman kepada konsumennya.


“Brand lokal bisa menjadikan brand luar sebagai benchmark dalam berinovasi dengan meningkatkan experience dan membangun story dari produknya, sehingga tidak sebatas menjual produk saja,” jelas Satria.

Editor : Mardiana Makmun (mardiana.makmun@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN