Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Percepat UMKM Adopsi Teknologi Digital, Menkominfo Dorong Kolaborasi 13 Kawasan Prioritas

Jumat, 13 Mei 2022 | 19:29 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus mendorong transformasi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Salah  satu yang dilakukan dengan program pendampingan berkelanjutan kepada UMKM produsen di sektor pengolahan di 13 kawasan prioritas.

Upaya pendampingan tersebut merupakan bagian dari Program Adopsi Teknologi Digital 4.0 bagi UMKM yang diluncurkan Kemenkominfo di Jakarta, Jumat (13/5/2022).

“Program ini akan dilakukan selama enam bulan secara offline maupun online  yang melibatkan 165 fasilitator, atau lokal heroes dan dilaksanakan di 15 lokasi Training Center yang tersebar di 13 kawasan prioritas. Indonesia ini besar, mengerjakannya tidak sederhana,” jelas Menkominfo Johnny G Plate, saat memberi sambutan dalam Peluncuran Program Adopsi Teknologi Digital 4.0 bagi UMKM secara hibrida.

Baca juga: Pemerintah Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dan Generasi Muda Dalam Pengembangan UMKM

Ketiga belas kawasan tersebut meliputi Sumatera Utara, Bangka Belitung, Banten, Jabodetabek, dan Kepulauan Seribu, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, serta Papua Barat dan Papua.

“Hampir menjangkau seluruh kawasan Nusantara. Untuk mendukung fasilitas pendampingan UMKM akan disediakan starterkit berupa paket data untuk 30.000 UMKM selama enam bulan dan dilengkapi dengan aplikasi agregator sistem point of sales (PoS) dan learning management system,” ujarnya.

Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan level (scaling-up) UMKM dari sisi adopsi teknologi digital yang dibagi berdasarkan empat level, yaitu level beginner, observer, adopter, dan leader.

Level beginner ditujukan bagi UMKM dengan skala bisnis-keuangan dan teknologi yang masih rendah. “Level pertama, UMKM beginner yang paling awal menggunakan media sosial. Kita butuh mereka mengenal, bagaimana menggunakan media sosial dengan baik,” ungkap Johnny.

Kedua, level observer menggunakan marketplace bagi usaha-usaha yang telah dikelola secara relatif modern namun dengan tingkat penggunaan teknologi yang cenderung rendah. “Kita perlu memperjuangkan dan memperkenalkan marketplace,” ucapnya. 

Ketiga, UMKM adopter, yaitu usaha-usaha dengan tingkat adopsi dan pengetahuan teknologi yang cukup baik tetapi pengelolaan usaha masih cenderung tradisional, menggunakan platform fintech dan aggregator, serta point of salessystem.

Terakhir, level leader yang merupakan usaha-usaha yang telah dikelola secara relatif modern dan telah memiliki tingkat adopsi dan pengetahuan teknologi yang relatif tinggi.

“Mereka menggunakan big data 3D modelling, QR code, augmented reality, atau virtual reality,” tutur Menkominfo.

Johnny menjelaskan, program  tersebut merupakan bentuk pendampingan lanjutan dari program UMKM go digital atau digital onboarding yang telah dijalankan dan kini dilakukan lebih intensif.

Optimalisasi UMKM

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel A Pangerapan menjelaskan, Program Adopsi Teknologi Digital 4.0 bagi UMKM dijalankan guna mendorong UMKM mengoptimalisasi potensi dan produktivitas, sekaligus mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19.

“Mengapa UMKM? Alasannya sebagai representasi ekonomi rakyat yang dapat menyerap tenaga kerja hampir 97% dari total tenaga kerja di Indonesia. Bahkan, bisa memberikan kontribusi sebesar 60,42% pada Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional,” jelasnya di tempat yang sama.

Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada April 2020, Semmy, panggilan akrab Semuel, menyebutkan telah terjadi peningkatan penjualan online sebesar 480% dibandingkan data pada Januari di tahun yang sama. 

“Adanya pandemi Covid-19 pun telah mendorong masyarakat dan dunia usaha untuk lebih memanfaatkan e-Commerce dalam transaksi bisnisnya,” ujarnya.

Baca juga: Erick Thohir-Teten Masduki Optimalkan Belanja BUMN untuk Produk Koperasi dan UMKM

Guna menyukseskan Program Adopsi Teknologi Digital 4.0 bagi UMKM, pada 2021, Kemenkominfo pun telah memfasilitasi pendampingan terhadap 26 ribu UMKM untuk aktif berjualan (active selling) secara digital terhadap produsen sektor pengolahan di 10 kawasan pariwisata prioritas. 

Pada 2022 ini, program akan dilanjutkan dan ditingkatkan dengan memfasilitasi pendampingan terhadap 30 ribu UMKM. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan (scale up) adopsi teknologi digital 4.0 bagi produsen sektor pengolahan di 13 kawasan prioritas.

Pendaftaran untuk program tersebut dapat dilakukan di tautan registrasi  https://umkmgoonline.kominfo.go.id/registrasi yang berlangsung pada 15–22 Mei 2022. Selanjutnya, peserta akan mengikuti kegiatan pendampingan selama enam bulan sejak Mei hingga Oktober 2022.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN