Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (Tengah) membuka pertemuan kedua DEWG 2022 di Yogyakarta, Selasa (17/5/2022). Foto: Investor Daily

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (Tengah) membuka pertemuan kedua DEWG 2022 di Yogyakarta, Selasa (17/5/2022). Foto: Investor Daily

Pertemuan Kedua DEWG 2022

Kemenkominfo Usung Isu Konektivitas Digital Pascapandemi

Selasa, 17 Mei 2022 | 12:20 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

YOGYAKARTA,investor.id-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka pertemuan kedua Kelompok Kerja Ekonomi Digital G20 atau G20 Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia yang berlangsung di Yogyakarta pada 17-18 Mei 2022.

Pertemuan ini diikuti delegasi negara anggota G20, sekaligus menjadi momentum mempertunjukkan adopsi teknologi digital di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo yang juga menjabat Chair G20 DEWG, Mira Tayyiba terus berupaya menyambut kedatangan delegasi negara anggota G20 dengan baik guna meninggalkan pengalaman yang berkesan terhadap Presidensi G20 Indonesia.

“Sudah ada beberapa negara anggota G20 yang telah mengonfirmasi akan hadir secara fisik di Yogyakarta walaupun tidak seluruhnya, lalu ada juga yang hadir secara online. Jadi kita akan melakukan pertemuan kedua secara hibrida pada tanggal 17-18 Mei 2022 yang akan dihadiri secara langsung oleh sejumlah delegasi G20 members states,” kata Mira di Yogyakarta, Selasa (17/5/2022).

baca juga: Delegasi DEWG G20 Sepakati Tata Kelola Data Global

Dalam pertemuan ini, forum DEWG akan memulai penyusunan rancangan dokumen (drafting) Deklarasi Para Menteri G20 Bidang Digital, khususnya untuk Isu Prioritas Pertama DEWG, yakni Konektivitas Digital Pascapandemi Covid-19.

Dokumen ini akan terus dibahas selama rangkaian perundingan DEWG agar dapat disepakati lalu diadopsi oleh para negara anggota G20 dalam Pertemuan Tingkat Menteri G20 Bidang Digital yang akan diselenggarakan di Bali pada 1- 2 September 2022 mendatang.

Selain itu, Presidensi G20 Indonesia juga ingin menunjukkan berbagai inisiatif di sektor ekonomi digital sebagai pendukung pembahasan mengenai substansi selama sidang kedua DEWG G20 berlangsung.

Inisiatif-inisiatif ini ditampilkan melalui Wall of Indonesia’s Digital Transformation yang diprakarsai oleh para anggota DEWG Industry Task Force yang terdiri dari berbagai pelaku industri Tanah Air.

Melalui Wall of Indonesia’s Digital Transformation, delegasi-delegasi negara anggota G20 dapat melihat use case transformasi digital melalui beberapa platform digital yang ada dan dikembangkan oleh anak bangsa.

“Kami ingin memperlihatkan bagaimana pemanfaatan digital dalam keseharian masyarakat Indonesia, jadi kalau misalnya sekarang mungkin kita bisa bilang di negara maju semua orang sudah inklusif, semua orang sudah bisa pakai digital tapi di emerging countries mungkin masih segmented,” jelasnya.

Mira menambahkan, bahwa selama ini yang banyak kita ketahui hanya terbatas pada pemanfaatan teknologi digital yang digunakan oleh kalangan muda dan usia produktif tertentu, atau masyarakat yang berdomisili di pusat-pusat perkotaan maupun masyarakat yang memiliki pendidikan cukup tinggi.

Oleh karena itu, akan menarik apabila Presidensi G20 Indonesia dapat menyuguhkan teknologi digital sebagai solusi bagi semua lapisan masyarakat di berbagai sektor, baik untuk pendidikan, kesehatan, telekomunikasi, perdagangan, keuangan, pariwisata, mobilitas dan transportasi, hingga perikanan.

“Kita justru ingin men-showcase-kan bahwa digital itu hadir sebagai solusi everyday people. Seperti contohnya bagaimana teknologi digital digunakan oleh pedagang yang berjualan di pasar, kita ingin perlihatkan bahwa digitalisasi di Indonesia sudah menyentuh di situ,” tuturnya.

baca juga: Di DEWG G20, Menkominfo Dorong Ekonomi Digital Berbasis Data

Adapun sejumlah delegasi members state hadir secara langsung di Yogyakarta, antara lain dari Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jerman, Jepang, Turki, India, Arab Saudi, Korea Selatan, Prancis, Italia, Singapura, Cambodia, dan Argentina.

Forum DEWG Presidensi G20 Indonesia mengangkat tema Achieving Resilient Recovery: Working Together foto a More Inclusive, Empowering, and Sustainable Digital Transformation. Forum itu dihadiri oleh 16 negara anggota G20 dan perwakilan International Telecommunications Union (ITU) dan Organization for Economic Co-operation and development (OECD).


 

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN