Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi NFT. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi NFT. (Foto: Pixabay)

Matrixport Ungkap Peluang Finansial NFT yang Lebih Luas

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:47 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

Jakarta, investor.id – Lebih dari seni digital yang mahal, NFT terus berkembang dan membuktikan kegunaannya sebagai aset digital.

Finansialisasi NFT memungkinkan orang untuk menciptakan peluang dalam hal keuangan dengan menggabungkan NFT untuk membuat indeks atau menggunakan NFT sebagai jaminan untuk pinjam meminjam. Namun, ada bagian yang hilang untuk menyadari potensi pasar yang sedang naik daun ini, yakni penetapan harga NFT.

Baca juga: Bos Matrixport Optimistis Masa Depan Decentralized Autonomous Organization

Menentukan seberapa berharga NFT selalu menjadi hal besar yang belum diketahui. Namun, hal ini menjadi sulit dan tidak berarti bahwa setiap orang harus menyerah untuk menemukan oracle harga yang tepat karena ini adalah kunci untuk membuka peluang finansial dari NFT.

Ambil contoh pasar peminjaman seni tradisional. Rumah lelang seperti Sotheby's menyediakan input yang profesional tentang harga melalui proses lelang, dan berdasarkan harga yang ditentukan, toko peminjaman seni mampu memberikan rasio pinjaman terhadap nilai atau loan-to-value (LTV) dan suku bunga yang lebih baik.

Founding Partner dan Managing Partner Matrixport Ventures, Daniel Yan menjelaskan, kita membutuhkan mekanisme seperti pasar pinjaman seni tradisional, untuk lebih memahami dan menyetujui nilai NFT dalam finansial primitifnya.

“Dengan oracle harga NFT yang andal, pelaku pasar seperti protokol peminjaman NFT akan dapat menghasilkan rasio LTV, suku bunga, dan durasi pinjaman yang menarik, sehingga menghasilkan pasar pinjaman NFT yang lebih efisien,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (25/5/2022).

Namun, metode biasa untuk mengevaluasi aset konvensional tidak benar-benar berhasil untuk NFT karena pada intinya NFT itu sendiri adalah aset yang tidak dapat dipertukarkan (non-fungible), yang menyebabkan kesulitan dalam menghasilkan informasi harga yang berkelanjutan.

Harapannya tidak hilang karena banyak oracle penetapan harga yang inovatif muncul di lanskap penetapan harga NFT.

“Beberapa upaya mereka, seperti pendekatan yang ada untuk menilai NFT, sayangnya, masih penuh dengan rintangan potensial, dari metode harga rata-rata tertimbang waktu yang rentan terhadap serangan cyber hingga teknik machine learning statistik yang lamban dan model penilaian sejawat yang kurang akurat,” ujar Daniel.

Dengan ini, jelas bahwa NFT membutuhkan pendekatan penilaian baru untuk membuka tingkat skalabilitas dan aksesibilitas yang lebih tinggi dari seluruh ekosistem NFT. Dan kuncinya adalah menciptakan model hibrid dari oracle harga.

Baca juga: Bertemu Founder WEF, Menkominfo Bahas Peran RI dalam Isu Global

Hingga tahun 2021 orang-orang masih sering mengatakan bahwa NFT hanyalah satu hal biasa lainnya (yang akan dilupakan/ditinggalkan). Namun, lanskap finansialisasi NFT membuktikan hal ini salah.

“Dengan inovasi industri dan pengembangan oracle harga yang inovatif, kita memiliki kesempatan untuk membuka jalan menuju peningkatan skalabilitas dan aksesibilitas untuk NFT, membuka pintu untuk memasukkan lebih banyak peserta ke pasar yang sedang berkembang ini,” tutup Daniel.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN