Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (Foto: Dok.Humas Kemenkominfo)

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (Foto: Dok.Humas Kemenkominfo)

Pemerintah Berikan Stimulus untuk Start-up

Rabu, 15 Juni 2022 | 21:00 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital di Tanah Air secara optimal. Karena itu, pemerintah telah memberikan beberapa stimulus, khususnya dalam pelatihan untuk menciptakan talenta digital untuk kebutuhan start-up.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, kehadiran pemerintah penting karena bisnis start-up masih tergolong baru di Indonesia. Walau begitu, Indonesia saat ini menempati nomor enam sebagai negara yang memilik start-up terbanyak di dunia, sekitar 2.380 start-up.

Dependency kita terhadap bisnis ini tinggi, sehingga kita tidak punya pilihan selain membangun bisnis ini. Kami menyiapkan pelatihan untuk talenta digital dalam jumlah yang banyak untuk bisnis yang terus  tumbuh dan berkembang ini,” ungkap Johnny, dalam “Dialog Economic: Gelembung Start-up Pecah?” di Jakarta Barat, Selasa (14/6/2022) malam.

Menkominfo mengharapkan, keberadaan talenta digital akan memicu ide untuk melahirkan start-up di Indonesia. "Begitu kita membentuk talent-nya, maka kita membentuk ide dan gagasan. Setelah ide dan gagasan dibentuk, di situ awalnya start-up digital. Di sinilah, pemerintah perlu hadir melalui pelatihan-pelatihan," tegasnya.

Baca juga: Sequoia Siap Kucurkan Dana US$ 850 Juta ke Start-Up Asia Tenggara

Mengenai stimulus pelatihan yang disiapkan, Johnny merinci ada banyak pelatihan untuk pengembangan start-up digital yang disediakan oleh Kementerian Kominfo (Kemenkominfo) maupun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Khususnya yang teknologi nondigital itu ada di Kemendikbudristek, tentu ada start-up juga,” kata dia.

Kemenkominfo juga punya beberapa jenis pelatihan. Sekolah Beta misalnya, progam yang memberikan pengetahuan dan keahlian mendasar dunia startup yang berisikan serangkaian kelas untuk pembekalan pengetahuan dasar terkait konsep start-up dan model bisnis untuk para pemula industrinya.

Kemenkominfo juga menyiapkan program Gerakan Nasional 1.000 Start-up Digital yang bertujuan mencari serta mengkurasi ide kreatif dan tim dalam pembuatan produk inovatif. Lewat program ini, Kemenkominfo memberikan pendampingan bagi calon pendiri start-up yang akan memulai bisnis.

“Mendampingi pelaku start-up yang berada pada tataran mencari solusi, validasi solusi, hingga mendapatkan konsumen pertama. Setelah start-up digital berkembang, ide-ide kreatifnya mulai dikurasi, masuklah di program 1.000 Start-up Digital,” tutur Menkominfo.

Menurut Johnny, Kemenkominfo pun mendampingi pengembangan start-up digital lewat program Startupstudio.id. Program tersebut menyasar start-up yang telah berkembang hingga C-Level atau founder-nya, guna menyiapkan wawasan dan kemampuan teknis secara lebih intensif.

“Kemudian, setelah bertumbuh dan berkembang dengan benar, di-matchmaking dengan capital venture melalui program HUB.ID. Hal itu dilakukan agar start-up mendapatkan komitmen investasi, untuk membantu peningkatan kemampuan memperluas layanan ke masyarakat. Itu very early bargaining. Setelah itu, start-up digital bertumbuh,” jelasnya.

Baca juga: Duh! Venture Capital Ogah Suntik Dana Lagi, Banyak Start-up Diambang Tsunami PHK

Tantangan

Menkominfo mengakui, ada banyak tantangan yang dihadapi para pelaku start-up digital. Beberapa tantangan yang muncul di antaranya berkaitan dengan manajemen, pembiayaan, dan pengelolaan teknologi. 

“Pada saat start-up digital mulai bertumbuh, gagasan dan ide-ide kreatif tidak akan pernah berhenti. Begitu pula dengan teknologinya. Hal itu menandakan capital expenditure-nya berjalan dan terus berkembang sejalan kebutuhan. Itulah tantangannya. Setelah start-up mulai berkembang, dibuat valuasi karena butuh pembiayaan dan seterusnya,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Johnny, tantangan pelaku start-up digital tidak hanya dari dalam saja, namun juga dari luar, antara lain kondisi pandemi Covid-19, disrupsi teknologi, dan geostrategis. Karena itu, stabilitas dan kelangsungan bisnis start-up perlu mendapatkan perhatian.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com