Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Larry Ridwan, Founder & Chief Executive Officer Fresh Factory (Paling kanan). Foto: Dok PR

Larry Ridwan, Founder & Chief Executive Officer Fresh Factory (Paling kanan). Foto: Dok PR

Fresh Factory Raih Pendanaan Awal Senilai US$ 4,5 juta

Senin, 27 Juni 2022 | 18:30 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id-Fresh Factory, startup fullfilment rantai dingin (cold chain) mengumumkan, telah mengumpulkan pendanaan awal (seed) sebesar US$ 4,5 juta yang dipimpin oleh East Ventures, dengan partisipasi dari PT. Saratoga Investama Sedaya TBK, Trihill Capital, Indogen Capital, Prasetya Dwidarma, Number Capital, Y Combinator, dan beberapa angel investor lainnya.

Fresh Factory menyediakan jaringan pusat fulfillment rantai dingin hiperlokal, transformasi, dan sistem manajemen fulfillment cerdas yang memungkinkan pelaku bisnis untuk menyimpan, mengambil, mengemas, dan mengirimkan produk mereka ke pelanggan.

Advertisement

“Kami berterima kasih kepada semua investor atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Investasi ini menjadi bukti kuat atas solusi yang diwujudkan oleh Fresh Factory dalam menghadirkan inovasi baru bagi industri manajemen rantai dingin di Indonesia. Dana ini akan mempercepat misi kami untuk mendukung semua pemilik usaha di Indonesia, khususnya usaha kecil menengah (UKM) dalam mendorong pertumbuhan dan meningkatkan skala bisnis mereka,” kata Larry Ridwan, Founder & Chief Executive Officer Fresh Factory melalui siaran pers, Senin, (27/6/2022).

baca juga: East Ventures: Indeks Daya Saing Digital Indonesia Membaik

Menurut Larry, Indonesia adalah negara yang diberkahi dengan sumber daya yang melimpah dari pertanian dan akuakulturnya, sehingga ada kebutuhan logistik rantai dingin yang efisien untuk penyimpanan dan pengiriman dari pusat produksi ke pelanggan.

Akan tetapi, masih ada kesenjangan besar dalam bagaimana rantai pasok dingin di Indonesia hanya berfokus pada gudang pusat tanpa tersedianya logistik mid dan last mile.

“Mengatasi pain point ini, Fresh Factory hadir sebagai solusi dengan mendirikan cold storage cerdas di berbagai lokasi yang dekat dengan pelanggan,” ujar Larry.

Fresh Factory saat ini memiliki lebih dari 20 gudang cabang yang tersebar di berbagai kota di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Bali, di mana mereka menyediakan solusi penyimpanan barang beku hingga dingin.

baca juga: Startup Fresh Factory Terkerek Booming Bisnis Antar Makanan Online 

Mereka juga telah mengintegrasikan berbagai solusi teknologi ke dalam layanan mereka, seperti GeoTagging dan GeoLocation dalam menyimpan produk di gudang, Artificial Intelligence (AI) untuk meramalkan dan mengelola stok di gudang, serta Internet of Things (IoT) untuk memantau suhu freezer dan chiller.

Larry menambahkan, Fresh Factory akan mengalokasikan dana ini untuk terus memperluas gudang ke semua kota sekunder di Jawa, dan kota-kota utama di Sumatera dan Sulawesi. Selain itu, juga akan berinvestasi dalam tim dan teknologi, guna meningkatkan adopsi dan mencapai keunggulan secara operasional.

Adapun, hingga April 2022, Fresh Factory telah mencapai US$ 10 juta GMV tahunan dan fulfillment tahunan untuk lebih dari 1 juta pesanan. Selain itu, startup ini juga telah mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 30% MoM dalam tiga bulan terakhir.

“Kami percaya Fresh Factory hadir sebagai solusi untuk memperbaiki logistik rantai dingin untuk produk makanan yang mudah rusak dan membantu para UMKM. Kami yakin Fresh Factory telah dan akan terus memberi manfaat dan menciptakan masyarakat yang lebih tangguh,” ungkap Avina Sugiarto, Venture Partner East Ventures.

baca juga: Fokus Investasi ke Start-up Indonesia dan Asia Tenggara, East Ventures Tutup Penggalangan Dana Multi-Stage US$ 550 Juta

Sebagai informasi, Fresh Factory didirikan oleh Larry Ridwan, Founder & Chief Executive Officer, Widijastoro Nugroho, Co-Founder & Chief Commercial Officer, dan Andre Septiano, Co- Founder & Chief Financial Officer.

Founder dan Co-Founder ini menyadari besarnya masalah pada logsistik rantai dingin di Indonesia. Hal ini mengakibatkan berbagai pelaku usaha mikro dan kecil kesulitan dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya, serta para pelanggan yang diharuskan untuk membayar biaya pengiriman yang mahal.

Terutama dengan maraknya e-commerce di Indonesia, infrastruktur rantai dingin menjadi semakin penting, di mana Fresh Factory hadir sebagai solusi tepat atas permasalahan dan meningkatnya kebutuhan logistik rantai dingin di tanah air.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN