Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Menkominfo Tegaskan Pentingnya Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi

Minggu, 14 Agustus 2022 | 17:51 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

LABUAN BAJO, investor.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menegaskan pentingnya akselerasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi sebagai prasyarat akselerasi digital.

Menurut dia, pemerintah telah fokus pada pembangunan tersebut karena terjadi disrupsi teknologi. “Di mana telekomunikasi harus menjadi enablers, dua masalah besar, tidak saja masalah di sektor internet computer (ICP), tetapi juga di enabling-nya. Ini yang harus kerja kolaboratif kita semua,” kata Johnny dalam acara Focus Group Discussion (FGD) ‘Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Digital’ bersama pemimpin redaksi 18 media massa di Hotel Ayana, Labuan Bajo, NTT, Minggu (14/8/2022).

Dia memaparkan, tugas Kemenkominfo mengenai informatika dari hulu hingga hilir tidak mudah. Sebut saja tugas membangun infrastruktur hulu yang dikerjakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, antara lain serat optik hingga base transceiver station (BTS), serta infrastruktur hilir seperti pusat data untuk cloud computing termasuk pusat data pemerintah.

Baca juga: Percepat Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi, Kemenkominfo Libatkan Dana Swasta

“Kalau ini tidak ada semuanya, babak belur semua. Begitu kita sebut cloud computing data, kita bicara cross border data. To be honest, itu pertarungan geostrategis antara negara produsen dan negara konsumen. Kita sebetulnya jembatan negara konsumen,” tutur Johnny.

Lebih lanjut dia mengatakan, tugas BAKTI Kominfo juga bukan semata-mata urusan infrastruktur. Sebab tower BTS yang dibangun secara masif masih perlu diaktifkan, dengan memberikan spektrum kepada operator seluler untuk menghidupkan sinyal. Selanjutnya, terdapat tantangan intervensi sinyal antara sistem milik BAKTI Kominfo dan operator seluler.

“Operator seluler membangun bagaimana, ada hitung-hitungannya, sama seperti spektrum frekuensi diberikan kepada mereka dengan tugas membangun infrastruktur telekomunikasi nasional seluruh indonesia,” tegas Johnny.

Dia menjelaskan, tantangan pembangunan infrastruktur telekomunikasi tidak terbatas pada pilihan teknologi dan bauran pembiayaan yang harus disiapkan, tapi medan yang harus dihadapi mitra Kemenkominfo juga tergolong berat. Produksi infrastrukturnya bisa sama, namun instalasinya rumit. Akibat tuntutan akselerasi, banyak pekerjaan pembangunan infrastruktur daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang seharusnya dikerjakan beberapa tahun, dibangun dalam setahun.

Baca juga: BAKTI Kominfo Akan Bangun 1.974 Tower, Nilai Investasi Sekitar Rp 15 Triliun

“Itu masalah. Mohon dipahami ini pekerjaan tahun jamak, instalasinya sangat sulit. Tetapi karena tuntutan, dicoba sedapat mungkin dibangun dalam tahun tunggal, produksi selesai walau dengan masalah disrupsi rantai pasok,” ungkapnya.

Disrupsi rantai pasok yang ia maksud, antara lain kelangkaan chip di dunia hingga distribusi satelit yang kerap harus melewati jalur darat dan memakan waktu lebih lama. Selanjutnya, tantangan penentuan titik pembangunan menara BTS yang harus mampu mencakup area kebutuhan sinyal masyarakat. Hal ini sangat berhubungan dengan rencana pembangunan dan pengembangan desa, kecamatan, hingga kabupaten.

Johnny menyampaikan, banyak terjadi saat negosiasi lahan, sulit sekali mengurus karena diberikan tempat yang jauh dari coverage ideal. Alhasil, penyesuaian coverage sinyal dengan perencanaan daerah memakan waktu lama. Hal ini perlu koordinasi dengan pemerintah daerah agar sekali dibangun dapat langsung menjadi sentra pembangunan dan pengembangan daerah.

“Jangan sampai kita bangun BTS, tetapi rumah sakit, sekolah, kantor pemerintah dibangun di tempat yang lain sama sekali, lalu blind spot lagi,” tandasnya. (C02)

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com