Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.

Kemenkominfo akan Tambah Jaringan Serat Optik 12.373 Km

Minggu, 14 Agustus 2022 | 19:24 WIB
Primus Dorimulu (primus@investor.co.id)

LABUAN BAJO, investor.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) akan menambah jaringan kabel serat optik sepanjang 12.373 kilometer (km), sehingga menjadi 372.373 km pada akhir 2023.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menilai, serat optik merupakan tulang punggung infrastruktur bagian dari geoekonomi Indonesia yang wilayahnya diapit dua benua dan samudera.

Baca juga: Menkominfo Tegaskan Pentingnya Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi

“Peta kita, kita telah membangun potretnya 360.000 km fiber optic di laut Indonesia. Ditambah nanti yang BAKTI akan bangun untuk menghubungkan titik-titik bisa 372.373 km fiber optic yang tersebar kawasan kita,” ungkap Johnny dalam acara Focus Group Discussion (FGD) ‘Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Digital’ bersama pemimpin redaksi 18 media massa di Hotel Ayana, Labuan Bajo, NTT, Minggu (14/8/2022).

Dia menambahkan, terdapat beberapa syarat tata kelola telekomunikasi, antara lain infrastruktur internet computer (icp) dari hulu hingga hilir, serta tata kelola sumber daya berupa spektrum frekuensi. Johnny menyontohkan, bila infrastruktur jalan harus ada tanah, infrastruktur telekomunikasi harus ada pita operator.

Baca juga: Percepat Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi, Kemenkominfo Libatkan Dana Swasta 

“Tetapi yang di bawah spektrum kita ini amburadul. Termasuk manajemennya ada yang pakai satelit dan analog televisi. Spektrum harus diatur tata kelolanya dengan baik agar efisien pengelolaannya,” tutur Johnny.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah tidak bisa membangun sumber telekomunikasi bila tidak tersedia spektrum. Indonesia diperkirakan membutuhkan 2.047 megahertz (MHz) spektrum, namun yang tersedia hanya 737 Mhz alias kurang 1.310 MHz untuk membangun telekomunikasi.

“Belum 5G, ini 4G itu harus kita tata kelolakan,” pungkasnya. (C02)

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com