Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Terus Dorong Ekonomi Digital, Erick Thohir Minta Anak Muda Jangan Hanya Jadi Penonton

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 07:22 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir berjanji akan terus mendukung perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Potensi ekonomi digital yang mencapai Rp 4.500 trilyun tahun 2030 akan makin menguatkan ekonomi nasional di masa depan. Erick pun meminta generasi muda ikut membangun ekosistem digital dan jangan hanya menjadi penonton perkembangan ekonomi digital.

"Saya sudah arahkan bank-bank negara, seperti BRI, Mandiri, dan BNI, perkuat dan bangun ekosistem keuangan digital sesuai spesialisasi. Ada Telkom yang siapkan infrastruktur digital, seperti fiber optic, cloud. Lalu, ada Telkomsel yang terus mendorong munculnya agregator konten. Jadi, kami sudah siapkan semua," ujar dia di Jakarta, dikutip Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Sentuh Rp 4.720 Triliun, Indonesia Sumbang 42% Ekonomi Digital Asean

Erick melanjutkan bahwa digitalisasi merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Karena itu, bangsa Indonesia juga harus membangun ekosistemnya supaya bisa berperan yang menjalankan sekaligus menguasainya.

“Itulah mengapa, bank terus membesarkan bank digital dengan mengedukasi masyarakat, sehingga mulai dari UMKM hingga pedagang pasar, semua terlibat dalam membangun ekosistem digital nasional hingga level terbawah," imbuhnya.

Saat ini, bank-bank milik negara disebutnya terus giat melakukan transaksi ekonomi digital di berbagai lapisan masyarakat. BRI, misalnya, sudah diarahkan pada masyarakat rural dan pedesaan.

Sementara itu, Bank Mandiri menyasar level ekonomi bawah di perkotaan, seperti para pedagang di pasar dan warung makan. Selanjutnya, BNI berfokus ke luar negeri untuk dapat melayani para pekerja migran Indonesia yang berjumlah total sekitar 9 juta orang.

"Bagi industri perbankan, masyarakat bawah, UMKM, dan sektor ultra mikro merupakan nasabah masa depan yang terus berkembang. Jika sekarang sektor itu baru 20% menggunakan transaksi digital, maka harus terus digencarkan edukasi dan sosialisasinya, sehingga secara proporsional harus bisa mencapai 50%," ujar Erick.

Baca juga: Dukung Transformasi Digital, Pemerintah Alokasikan  Anggaran Rp 25,4 Triliun

Atas dasar itu, dia pun meminta kepada generasi muda agar terus menyiapkan diri menghadapi perkembangan digitalisasi. Disrupsi digital disebutnya akan menumbuhkan pekerjaan baru, tetapi banyak juga pekerjaan yang akan hilang. Karena itu, BUMN sudah menyiapkan pembiayaan dan pendampingannya. 

Mengutip sebuah riset, Erick melanjutkan, ada 70% anak muda Indonesia yang ingin menjadi pengusaha (entrepreneur).

“Kita canangkan Merah Putih Fund, dan juga, ada lima BUMN yang siap bantu mereka.  Dana itu bisa membantu start-up pemula untuk mandiri. Peluang ini harus mereka ambil," pungkas dia.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com