Menu
Sign in
@ Contact
Search
Semuel A Pengerapan, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo  (Foto: Investor Daily/Eman)

Semuel A Pengerapan, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo (Foto: Investor Daily/Eman)

Dugaan Kebocoran Data, Kemenkominfo Panggil Pihak Terkait untuk Investigasi dan Pendalaman

Senin, 5 Sep 2022 | 14:10 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memanggil beberapa pihak terkait untuk melakukan pendalaman dan investigasi, terkait dugaan kebocoran data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan SIM Card. Pihaknya dipanggil antara lain, operator seluler, pihak Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta pihak cyber crime.

BSSN akan membantu operator seluler untuk melakukan investigasi yang lebih dalam terkait dugaan kebocoran data. Sedangkan, cyber crime akan mengambil tindakan yang terkait dengan pelanggaran pidana, setelah mendapat laporan dari pihak operaror seluler dan Dukcapil.

“Jadi dalam kesimpulan tadi, semua melaporkan bahwa sample data (dugaan kebocoran) tidak sama, tetapi ada beberapa file yang ada kemiripannya. Untuk itu dari semua operator juga Dukcapil, makanya kita sepakat untuk dilakukan investigasi lebih dalam lagi. Jadi kita ingin cari supaya kita tahu di mana, data siapa ini yang bocor dan bagaimana kita melakukan mitigasi dan keamanannya,” kata Semuel A Pengerapan, Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo di Media Center Kemenkominfo, Jakarta, Senin (5/9/2022).

Kemkominfo: Data Bocor WNI di Raid Forums Identik Milik BPJS Kesehatan

Advertisement

Menurut Semmy, sapaan Semuel, dalam setiap kasus kebocoran data, terdapat dua hal. Pertama, pelanggaran adminstratif. Hal ini sesuai dengan UU ITE. Yang mana, dalam UU ini, setiap pengendali data wajib menjaga keamanan dan juga kerahasiaan data.

“Mereka harus punya satu sistem yang comply. Ini kan ada data sudah beredar di masyarkat, tetapi belum teridentifikasi, ini data siapa. Karena masih mengalami kemiripan. Karena itu kami meminta BSSN untuk membantu juga. Ini kira-kira yang mana, dari operator dan juga dari dukcapil, karena ini adalah ekosistem. Jadi, ini apakah kebocorannya di antara komunikasinya atau bagaimana. Ini yang perlu kita perdalam. Untuk itu perlu membutuhkan waktu kepada mereka untuk melakukan pendalaman,” ujar Semmy.

Kedua, lanjut Semmy, semua pengendali data harus memastikan, jangan sampai ada kebocoran yang belum ditutup.

“Ini yang kita sampaiakan tadi. Sekali lagi ini menjadi tanggung jawabnya pengendali. Mereka juga harus comply dengan aturan yang ada di BSSN. BSSN punya compliences untuk keamanan sibernya,” jelas Semmy.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com