Menu
Sign in
@ Contact
Search
BTS 4G yang dibangun BAKTI di Selong Belanak, Lombok Tengah, NTB. (Foto: Investor Daily/Eman)

BTS 4G yang dibangun BAKTI di Selong Belanak, Lombok Tengah, NTB. (Foto: Investor Daily/Eman)

BTS 4G Hadir di Selong Belanak, Warga Raih Cuan Melalui Jualan Online

Rabu, 5 Oktober 2022 | 18:25 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

LOMBOK,investor.id-Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BLU BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus menggenjot pembangunan infrastruktur telekomunikasi, terutama akses internet dengan teknologi 4G di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).

Salah satu Base Tranceiver Station (BTS) 4G yang dibangun BAKTI berada di Dusun Lekok Dalem, Desa Selong Belanak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Dusun Lekok Dalem Rajab mengatakan, sebelum ada BTS 4G yang dibangun BAKTI, untuk sekedar menelpon atau mengakses internet, warga sekitar harus menaiki bukit setinggi hingga 1 kilometer. Terkadang ketika sudah di atas bukit, sinyalnya juga tidak stabil.

"Kami bersyukur di tahun 2020 mulai dibangun BTS oleh Bakti, jadi lebih mudah kalau mau telepon atau mengakses internet tanpa harus naik ke bukit lagi," kata Rajab dalam acara site visit BTS 4G Bakti di Selong Belanak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Rabu (5/10/2022).

baca juga: 2024, Seluruh Area Blankspot Ditargetkan Terselimuti Akset Internet 4G

Setelah BTS beroperasi, peluang usaha baru juga muncul. Banyak warga yang kini membuka usaha counter pulsa. Ke depan, Rajab juga berharap warga di dusunnya bisa memanfaatkan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang sudah dibangun untuk kegiatan ekonomi lainnya, seperti berjualan online.

Direktur Infrastruktur BAKTI Bambang Noegroho mengumgkapkan, BTS 4G dibangun BAKTI di wilayah 3T yang selama ini tidak dilirik operator telekomunikasi karena alasan bisnis. Terkait pembangunan BTS 4G di Selong Belanak, Nugroho mengatakan BTS 4G ini juga dibangun sebagai bagian dari upaya mendukung destinasi wisata super prioritas di Mandalika.

“Jadi waktu Mandalika dibangun, kita mencari desa-desa mana yang harus didukung supaya mendapatkan sarana akses internet yang memadai,” tutur Noegroho.

Di Indonesia sendiri, kajian awal menyebutkan desa yang belum ter-cover sinyal ada sekitar 12.548 desa. Dari jumlah tersebut, 9.113 desa menjadi tugas BAKTI untuk memenuhinya karena mayoritasnya masih blank spot dan ada yang baru sebatas tersedia jaringan 2G, sedangkan 3.435 desa menjadi tugas operator telekomunikasi.

“Secara nasional, (BTS 4G) yang sudah on air ada 4.321 lokasi. Kita mengejar di tahun 2024 itu 6.000 site, tetapi ini juga tergantung dari ketersediaan anggaran setiap tahunnya,” tandas Noegroho.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com