Menu
Sign in
@ Contact
Search
Plt Dirjen PPI Kemenkominfo Ismail (tengah) didampingi Dirjen IKP Usman Kansong (kiri), dan Sekjen ATVSI Gilang Iskandar (kanan), umumkan ASO Jabodetabek. (IST)

Plt Dirjen PPI Kemenkominfo Ismail (tengah) didampingi Dirjen IKP Usman Kansong (kiri), dan Sekjen ATVSI Gilang Iskandar (kanan), umumkan ASO Jabodetabek. (IST)

ASO di Wilayah Jabodetabek Ditunda pada 2 November

Rabu, 5 Oktober 2022 | 22:17 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengumumkan penjadwalan ulang untuk mematikan siaran TV analog terestrial dan dimigrasikan menjadi digital (analog switch off /ASO) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi 2 November 2022 dari semula direncanakan pada Rabu (5/10/2022).

Plt Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo Ismail mengatakan, penundaan tersebut dilakukan atas permintaan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) dan sejumlah direksi Lembaga Penyiaran Swasta (LPS).

Baca juga: Siap-Siap, Siaran TV Analog Wilayah Jabodetabek Dihentikan 5 Oktober 2022

Melalui surat nomor 021/ATVSI/K-S/IST/9.2022 tanggal 28 September 2022, Ketua ATVSI Syafril Nasution dan Sekjen ATVSI Gilang Iskandar, Direktur Utama RCTI Kanti Mirdiati, Direktur Utama SCTV Sutanto Hartono, Direktur Utama MNCTV Sang Nyoman Suwisma, Direktur ANTV R Deny Juliarto, Direktur Utama TV ONE Ahmad Rahadian Widarmana, Direktur Utama Trans TV dan Trans 7 Atiek Nur Wahyuni, serta Direktur Utama GTV Henry Suparman, meminta agar rencana ASO Jabodetabek tanggal 5 Oktober 2022 dibatalkan dan selanjutnya dilaksanakan serentak pada 2 November 2022 sebagaimana wilayah siaran lainnya di Indonesia.

"ATVSI dan LPS yang bersangkutan menyatakan kesediaan dan komitmen untuk melaksanakan seluruh langkah-langkah persiapan teknis ASO pada 2 November 2022 melalui sosialisasi yang masif, pendistribusian STB (set top box), dan instalasi pada perangkat TV masyarakat yang berhak mendapatkan STB dimaksud," ujar Ismail, dalam konferensi virtual, Rabu (5/10/2022).

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan perkembangan digitalisasi penyiaran dan persiapan ASO menuju 2 November 2022. Pertama, ASO dilakukan di 112 wilayah layanan yang meliputi 341 daerah administratif kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Saat ini, 90 wilayah layanan sudah disiapkan infrastruktur multipleksing, sehingga masyarakat setempat sudah bisa beralih ke siaran televisi digital. Lembaga penyiaran yang sudah melakukan migrasi ke siaran digital (simulcast) sebanyak 556 dari 693 pemegang izin siaran analog.

Kedua, untuk 22 wilayah layanan yang belum mendapat siaran digital saat ini sedang dilakukan pembangunan multipleksing oleh LPP TVRI yang dibiayai oleh APBN dan diharapkan selesai tepat waktu.

"Ketiga, telah terdapat 45 produsen perangkat STB dalam negeri yang memproduksi 70 tipe untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," imbuhnya.

Keempat, hingga saat ini, ASO telah dilakukan di 18 wilayah layanan yang mencakup 40 kabupaten/kota, sehingga masih akan dilakukan ASO di 94 wilayah layanan.

Manfaat ASO

Sementara itu, Ismail juga menyampaikan manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat dari program ASO, yakni berupa siaran TV yang lebih bersih dan jernih. Masyarakatt juga akan mendapatkan lebih banyak pilihan program siaran dibandingkan dengan siaran TV secara analog.

"Hal tersebut dimungkinkan karena pemanfaatan kanal frekuensi yang lebih efisien melalui infrastruktur multipleksing, penyelenggaraan penyiaran menjadi lebih efisien, dan konten siaran yang lebih beragam," ujar dia.

Baca juga: Kemenkominfo Berkomitmen Tetap akan Tuntaskan ASO pada 2 November 2022

Sesuai studi Boston Consulting Group (BCG) tahun 2017, ASO akan memberikan dampak bergulir (multiplier effect) dan dampak ke perekonomian nasional. Beberapa di antaranya penambahan 181.000 kegiatan usaha baru, penciptaan 232.000 lapangan pekerjaan baru.

Selanjutnya, dampak peningkatan penerimaan negara dalam bentuk pajak dan PNBP sebesar Rp 77 triliun dan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) Rp 443,8 triliun. Terakhir, dampak ekonomi dan sosial lainnya bagi masyarakat di sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM.

Mengingat Indonesia dan dunia tengah melakukan transformasi digital besar-besaran, lanjut Ismail, dampak bergulir dari digitalisasi penyiaran akan jauh lebih besar dibandingkan studi BCG yang dilakukan pada 2017 itu. Kemenkominfo pun akan melakukan analisa dan studi baru terhadap yang diyakini manfaatnya akan jauh lebih besar lagi.

"Selanjutnya, Kemenkominfo mengimbau kepada seluruh pihak yang berkepentingan dan masyarakat terus berkolaborasi menyukseskan ASO agar layanan penyiaran digital bagi masyarakat lebih berkualitas dan bervariasi guna mewujudkan Indonesia Terkoneksi, yakni Makin Digital, Makin Maju," pungkas Ismail.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com