Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam acara AJK 2022 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (30/11/2022). (Foto: B-Universe/ Primus Dorimulu)

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam acara AJK 2022 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (30/11/2022). (Foto: B-Universe/ Primus Dorimulu)

Menkominfo: Kehadiran Teknologi ML Buka Peluang Bagi Jurnalisme yang Efektif

Rabu, 30 Nov 2022 | 23:20 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA,investor.id- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan, kehadiran teknologi digital, seperti Machine Learning (ML) membuka peluang bagi jurnalisme yang efektif dan efisien.

Hal itu disampaikan Johnny, karena disrupsi teknologi yang terjadi saat ini telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja jurnalisme. Se[erti, erubahan landscape media yang makin variatif, perubahan model bisnis, perubahan norma dan etika, maupun cara kerja jurnalis dalam peliputan berita.

“Berbagai dampak tersebut menghadirkan dampak tersendiri bagi insan jurnalis dan industri media. Namun, di saat bersamaan, kehadiran teknologi digital, membuka berbagai peluang dan kesempatan. Salah satunya, kehadiran ML berbasis Artificial Intelligence (AI) dan big data, dapat membantu para jurnalis dalam mendeteksi breaking news ataupun topik-topik yang sedang hangat dibicarakan,” kata Johnny dalam acara Anugerah Jurnalistik Kominfo (AJK) 2022 di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (30/11/2022).

Baca JugaMenkominfo Sampaikan Terima Kasih ke Jurnalis Telah Sukseskan G20

Advertisement

Tak hanya itu, menurut Johnny, teknologi ini (ML) juga mampu menjalankan fact checking dalam mendeteksi kebenaran atas berita yang tersebar di media sosial. Kemampuan teknologi digital untuk mengolah dan menganalisis data dengan cepat, tepat dapat membantu optimalisasi biaya-biaya variabel lain dalam kinerja jurnalisme.

“Termasuk dalam melakukan otomatisasi proses transkripsi wawancara, ataupun analisis gambar dan video sebagai materi pembuatan berita-berita,” ujar Johnny.

Menyitir data dari Asosciate Press (AP), Johnny mengungkapkan, penggunaan teknologi AI mampu meningkatkan produksi artikel, dari semula 300 artikel menjadi 3700 artikel. Bahkan, pada setiap kuartal meningkat 1200% atau12 kali lipat. Selain itu, saat ini penggunaan AI pada redaksi AP per tahun secara otomatis menghasilkan 40.000 berita per tahun.

“Ini menunjukkan begitu besar peluang teknologi bagi jurnalisme. Dengan kemajuan berbagai teknologi digital, sangat dimungkinkan kinerja jurnalisme menjadi makin terbantu. Namun kemajuan teknologi ini perlu diimbangi dengan kecepatan beradaptasi oleh jurnalis. Adaptasi dan agile,” jelas Johnny.

Baca juga: Menkominfo Bicara Digital Transformation di Ajang KTT G20

Sehingga, Johnny mengaharapkan, kehadiran teknologi digital dapat menjadi enabler dan akselerator dalam kerja jurnalistik dan tetap relevan dalam menyampiakan ke khalayak yang luas secara efektif dan efisien.

Editor : Emanuel (eman_kure@yahoo.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com