Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ponsel pintar OPPO K3

Ponsel pintar OPPO K3

4 Ponsel Tiongkok Kuasai 74% Pasar RI

Abdul Muslim, Senin, 18 November 2019 | 08:40 WIB

JAKARTA, investor.id - Ponsel pintar (smartphone) asal Tiongkok semakin mendominasi pasar Indonesia dari total penjualan yang mencapai 8,8 juta unit pada kuartal III-2019. Empat merek dari negeri Tirai Bambu itu berhasil menguasai 74% pangsa pasar (market share) dari total penjualan tersebut, atau naik 20,1% dibandingkan kuartal yang sama tahun 2018.

Empat merek terdiri atas Oppo mampu menguasai pangsa pasar 26,2%, Vivo 22,8%, Realme 12,6%, dan Xiaomi 12,5%. Kali ini, ponsel merek Samsung yang berasal dari Kore Selatan, tergusur ke posisi ketiga dengan market share 19,4% dari kuartal III-2018 masih menguasai 28% pasar. Sedangkan merek lain, termasuk merek lokal Advan, hanya menguasai pangsa pasar 6,5%.

Market Analyst IDC Indonesia Risky Febrian mengatakan, tergerusnya pasar Samsung terkena imbas dari merek-merek asal Tiongkok dan kehilangan pangsa cukup signifikan karena perbaruan seri A terjadi terlalu cepat setelah peluncuran yang sukses pada awal tahun ini.

“Merek-merek yang tidak masuk ke dalam lima besar terdampak oleh tingginya pangsa pasar merek asal Tiongkok yang mengakibatkan hilangnya pangsa pasar dan terdapat sisa inventori dari kuartal sebelumnya,” ujar Risky Febrian, dalam keterangannya, pekan lalu.

Dia menjelaskan, Oppo menguasai pangsa terbesar di segmen bawah (low-end) pada kisaran harga US$ 100 hingga kurang dari US$ 200 dan menengah (mid-range) pada level harga US$ 200 hingga kurang dari US$ 400 dengan serangkaian model smartphone yang baru diluncurkan, seperti model K3, A5, dan A9.

Vivo meluncurkan pembaruan produk kuartal III lalu pada berbagai rentang harga. Vivo memiliki pangsa yang signifikan pada segmen kelas menengah dengan model Z1 Pro yang sukses menarik pembeli dengan spesifikasi dan fitur yang menarik dengan harga yang wajar.

Kali ini, Realme, merek baru dari Oppo, mampu bersaing secara agresif dengan didukung berbagai kampanye pemasaran dan penawaran yang menarik. Realme pun menyodok ke peringkat keempat karena didukung oleh pengiriman yang besar pada rentang harga low-end US$ 100 hingga kurang dari US$ 200 dan ultra low-end dengan harga kurang dari US$ 100.

Selanjutnya, Xiaomi meluncurkan Redmi 7A di segmen ultra low-end berharga kurang dari US$ 100. Namun, secara keseluruhan, popularitas Xiaomi telah menarik kompetisi dari unit Xiaomi yang tidak resmi, sehingga membanjiri pasar dan mengurangi penjualan unit resminya.

Segmen Menengah

Risky menjelaskan, pada kuartal III-2019, penjualan smartphone di Indonesia didominasi oleh produk segmen kelas menengah yang berharga jual US$ 200 hingga kurang dari US$ 400 yang mencatat rekor tertinggi. Pangsa pasarnya pun naik menjadi 38% dari total pengiriman 8,8 juta unit.

Sementara itu, jumlah penjualan tersebut mengalami penurunan musiman sebesar 9,9% dibandingkan kuartal kedua tahun ini yang mencapai 9,7 juta unit. Namun, pasar smartphone sebenarnya tetap meningkat 1,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 8,6 juta. 

Pengiriman segmen kelas menengah tumbuh 11,1% didorong oleh kebutuhan masyarakat untuk memperbarui fitur pada ponselnya. Mereka di antaranya menginginkan adanya  berbagai konten hiburan seperti konsumsi media dan mobile gaming.

“Mayoritas pengiriman smartphone kelas menengah pun dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon terbaru yang lebih canggih,” tambah Risky. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA