Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

Menkominfo Johnny G Plate. (IST)

5 LPS Ditetapkan Jadi Penyelenggara Multipleksing ASO

Rabu, 19 Januari 2022 | 21:14 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah menetapkan lima grup Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) sebagai penyelenggara multipleksing (multiplexing/Mux) untuk program implementasi digitalisasi penyiaran TV (analog switch off/ASO). Mereka terdiri atas Media Group, Surya Citra Media (SCM), Transmedia Group, Media Nusantara Citra (MNC), dan Rajawali Televisi (RTV).

Multipleksing merupakan istilah yang digunakan untuk menunjuk ke sebuah proses di mana beberapa sinyal pesan analog, atau aliran data digital digabungkan menjadi satu sinyal, yang di antaranya digunakan oleh lembaga penyiaran TV. Tujuannya adalah untuk berbagi sumber daya yang mahal.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, setelah melewati tahap evaluasi dan ditetapkan menjadi penyelenggara multipleksing, para LPS tersebut tetap perlu melewati tahapan uji laik operasi.

“Lembaga penyiaran yang dimaksud masih harus melalui tahap uji laik operasi yang mencakup coverage dan kualitas untuk mendapatkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP),” ujar Johnny, dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, dikutip Rabu (19/1).

Selain lima grup LPS di atas, Kemenkominfo tengah melakukan evaluasi untuk dua grup penyelenggara multipleksing di 12 provinsi, yakni Viva dan BSTV. Sedangkan satu grup lainnya, yakni NTV tidak ikut serta. Sementara itu, penyelenggara multipleksing di 22 provinsi terdapat enam grup LPS, yakni Media, SCM, Trans TV, Viva, NTV, dan MNC.

“LPS yang tidak menjadi penyelenggara multipleksing masih dapat bersiaran dengan melakukan kerja sama dalam bentuk sewa slot multipleksing, seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos, Telekomunikasi, dan Penyiaran (Postelsiar),” jelas Menkominfo.

Merujuk ketentuan pasal 78, ayat 7 dan 8, Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 tentang Postelsiar, penetapan penyelenggara multipleksing melalui evaluasi berlaku untuk LPS jasa penyiaran televisi yang telah melakukan investasi dan  menyenggarakan multipleksing sebelumnya.

“Sementara itu, mekanisme seleksi dilakukan pada wilayah layanan siaran yang belum ditetapkan penyelenggara multipleksingnya,”  tegas Johnny.

Evaluasi 12 Provinsi

Johnny juga menyampaikan, Kemenkominfo telah melakukan evaluasi terhadap penyelenggara multipleksing di 12 Provinsi melalui Keputusan Menteri Kominfo Nomor 305, 306, 308, 460, dan 462 Tahun 2021.

Melalui Keputusan Menteri Nomor 305 Tahun 2021 per tanggal 13 Juli 2021, telah ditetapkan bahwa Media Group sebagai penyelenggara multipleksing di total 11 provinsi dan 63 wilayah siaran.

Selanjutnya, melalui Keputusan Menteri Nomor 308 Tahun 2021 per tanggal 15 Juli 2021, RTV telah ditetapkan sebagai penyelenggara multipleksing di wilayah DKI Jakarta.

“Selain itu, melalui Keputusan Menteri Nomor 306 Tahun 2021 per tanggal 14 Juli 2021, Surya Citra Media (SCM) Group telah ditetapkan bahwa sebagai penyelenggara multipleksing di total 12 provinsi dan 40 wilayah siaran,” jelas Menkominfo.

Kemudian, dalam Keputusan Menteri Nomor 460 Tahun 2021 per tanggal 12 Oktober 2021, telah ditetapkan Transmedia Group sebagai penyelenggara multipleksing di total 12 provinsi dan 45 wilayah siaran.

“Dan, Keputusan Menteri Nomor 462 Tahun 2021 per tanggal 12 Oktober 2021 telah ditetapkan bahwa MNC Group sebagai penyelenggara multipleksing di total 11 provinsi dan 61 wilayah siaran,” pungkas Johnny.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN