Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Andre Iswanto, Senior Manager, Systems Engineering, F5 Indonesia

Andre Iswanto, Senior Manager, Systems Engineering, F5 Indonesia

Riset Terbaru F5

75% Konsumen Asia Pasifik Tak Merasa Bertanggung Jawab Terhadap Keamanan Data Pribadi

Kamis, 13 Agustus 2020 | 23:16 WIB
Imam Suhartadi (imam.suhartadi@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Laporan terbaru F5 yang bertajuk Curve of Convenience 2020 : The Privacy-Convenience Paradox mengungkap sebagian besar konsumen Asia Pasifik menyerahkan tanggung jawab keamanan ke perusahaan dan pemerintah. Sebanyak 43% responden di Asia Pasifik dan 57% di Indonesia meyakini tanggung jawab ini terletak di tangan perusahaan.

“Sementara 32% di Asia Pasifik dan 23% di Indonesia merasa hal tersebut adalah tanggung jawab pemerintah. Hanya 25% responden Asia Pasifik dan 20% di Indonesia yang merasa tanggung jawab keamanan terletak di tangan penggunanya,” kata Andre Iswanto, Senior Manager, Systems Engineer dari F5 Indonesia di Jakarta, Kamis (13/8).

Sebanyak 69% pengguna di Asia Pasifik, rata-rata, mengorbankan privasi mereka demi pengalaman yang lebih baik. Responden dari Indonesia (79%), China (82%), dan India (79%) tercatat sebagai yang paling rela berbagai data. Sedangkan responden Jepang (43%), Australia (50%), dan Singapura (58%) adalah yang paling tidak rela mengorbankan data demi pengalaman yang mulus.

Lebih dari seperempat pengguna tidak menyadari terjadinya pembobolan. Sebanyak  27% responden Asia Pasifik mengindikasikan mereka tidak menyadari terjadinya pembobolan meski yang menjadi sasarannya adalah instansi pemerintah atau aplikasi yang banyak digunakan.

Selanjutnya, pengguna di masa kini tidak mengubah perilaku mereka setelah terjadi pembobolan keamanan namun kepercayaan mereka terhadap perusahaan dan industrinya menurun. Hanya 4% responden Asia Pasifik, demikian pula dari Indonesia, berhenti menggunakan aplikasi setelah terjadi pembobolan. Namun, terjadi penurunan kepercayaan terhadap perusahaan, dengan perusahaan media sosial mengalami penurunan terbanyak yakni 19 poin persentase.

Menurut dia, sangat penting untuk memperlakukan pelanggan seperti sekutu dalam mencapai tujuan bersama untuk pengalaman digital yang menyenangkan dan aman. Pengguna, jika dibekali dengan informasi yang tepat, bisa meningkatkan kewaspadaan mereka untuk berbagi data atau bahkan menuntut transparansi mengenai bagaimana data mereka akan digunakan.

“Sangat penting bagi para perusahaan-perusahaan untuk membekali tenaga kerja mereka dengan skill yang diperlukan, selain melibatkan pelanggan dalam perjalanan keamanan-kenyamanan ini untuk menghentikan ancaman siber,” katanya.

Untuk mengintegrasikan kenyamanan dan keamanan, perusahaan-perusahaan harus melibatkan pelanggan secara proaktif di semua tahap pengembangan aplikasi, bukan hanya pada akhirnya saja. Khususnya, di masa ketika konsumsi aplikasi dan rentannya keamanan terus meningkat dari hari ke hari.

Bermitra dengan pelanggan berarti industri akan semakin tumbuh, dan perusahaan, bersama mitra digital mereka, bisa menciptakan solusi yang lebih baik untuk pengalaman mulus dan aman, kapan saja, setiap saat. Pada akhirnya, menunjukkan pada pengguna apa yang dipertaruhkan akan membuat mereka merasa harus terlibat untuk melindungi dirinya sendiri.

Di saat pelanggan memilih untuk menyerahkan tanggung jawab keamanan digital ke perusahaan dan pemerintah, sangat penting bagi perusahaan untuk terus mengedukasi dan bermitra dengan pengguna mengenai konsekuensi pilihan untuk mengorbankan data atau privasi demi pengalaman yang lebih mulus.

“Dengan kemitraan ini, perusahaan bisa dengan mudah memanfaatkan solusi teknologi yang lebih canggih untuk mengimplementasikan keamanan yang lebih kokoh sambil memberikan pengalaman tanpa friksi yang diharapkan konsumen,” ujarnya.

 

 

 

Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN