Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Plt Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu (Foto: Kemenkominfo)

Plt Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu (Foto: Kemenkominfo)

Aduan Konten Negatif Tembus 431 Ribu

Rabu, 8 Januari 2020 | 21:21 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menerima 431.065 aduan masyarakat terkait konten bermuatan negatif sepanjang tahun 2019. Aduan diterima melalui laman aduankonten.id, e-mail aduankonten@kominfo.go.id, maupun melalui akun Twitter @aduankonten.

Kategori terbanyak yang diadukan oleh masyarakat terkait pornografi dengan total 244.738 konten. Lalu, sebanyak 57.984 konten bermuatan fitnah serta 53.455 aduan terkait konten yang meresahkan masyarakat.

“Konten lainnya yang mendominasi aduan masyarakat sepanjang 2019 adalah konten terkait perjudian sebanyak 19.970, konten penipuan sebanyak 18.845, dan konten hoaks sebanyak 15.361,” ujar Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu di Jakarta, Rabu (8/1).

Selanjutnya, konten bermuatan SARA, terorisme/radikalisme, pelanggaran hak atas kekayaan intelektual (HAKI), dan kekerasan pada anak juga tercatat dalam aduan masyarakat sepanjang 2019.

Ada sebanyak 4.889 konten bermuatan SARA, 3.656 konten terorisme/radikalisme, 906 konten pelanggaran HAKI, dan 773 konten kekerasan pada anak juga tercatat dalam aduan masyarakat pada tahun lalu.

Selain itu, Kemenkominfo menerima aduan 4.544 konten aduan perdagangan produk dengan aturan khusus, 2.339 konten pelanggaran keamanan informasi, 1.055 konten separatism/organisasi berbahaya, dan 928 konten pemerasan.

Ada juga aduan 779 konten negatif yang direkomendasikan instansi sektor, 522 konten yang melanggar nilai sosial dan budaya, 320 aduan konten yang memfasilitasi diaksesnya konten negatif, serta satu aduan konten penyalahgunaan obat terlarang.       

Verifikasi

Menurut Nando, panggilan akrab Ferdinandus Setu, semua aduan yang masuk tersebut telah diverifikasi oleh Tim Aduan Konten Kemenkominfo untuk menguji, apakah kontennya menyalahi aturan perundangan sesuai UU Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Jika ditemukan pelanggaran peraturan perundangan, Tim Aduan Konten akan meneruskan proses pemblokiran ke penyedia platform. “Tim Aduan Konten juga menetapkan prioritas untuk pelaksanaan pemblokiran dan dipantau oleh Tim Panel Ahli,” tambahnya.

Selain menerima aduan masyarakat, lanjut dia, Kemenkominfo secara aktif terus melakukan patroli siber untuk melakukan pengaisan, verifikasi, dan validasi terhadap seluruh konten internet yang beredar di ruang maya Indonesia, baik konten hoaks, terorisme dan radikalisme, pornografi, perjudian, maupun konten negatif lainnya.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN