Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fitur penelusuran kontak (contact tracing) dari aplikasi Hadirr. ( Foto: Istimewa)

Fitur penelusuran kontak (contact tracing) dari aplikasi Hadirr. ( Foto: Istimewa)

Bantu Lacak Penyebaran Covid-19

Aplikasi Hadirr Luncurkan Fitur Contact Tracing

Jumat, 18 September 2020 | 09:16 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Penyebaran virus corona Covid- 19 yang semakin tidak terkendali di Indonesia serta pro kontra penerapan PSBB di Jakarta telah mendorong pengembang aplikasi Hadirr meluncurkan fitur contact tracing. Fitur ini diharapkan dapat membantu upaya pemerintah untuk melakukan penelusuran kontak (contact tracing) Covid-19khususnya di lingkungan perkantoran.

Hadirr sendiri selama ini dikenal sebagai aplikasi pencatatan presensi karyawan (mobile attendance).

Menurut laporan, hingga pertengahan September 2020, jumlah kasus positif corona di Indonesia sudah melampaui angka 220.000. Hal ini seiring dengan penyebaran jumlah zona merah Covid-19 yang telah mencapai 70 wilayah kabupaten/kota dari 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Pekan lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan pernyataan bahwa PSBB total kembali diterapkan mulai 14 September 2020, akibat laju kenaikan kasus Covid-19 di ibukota yang mengkhawatirkan. Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Pasalnya, di satu sisi, kapasitas ruang ICU di DKI Jakarta sudah berada di bawah batas ideal 60% yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Di sisi lain, PSBB total di DKI dianggap sebagian pihak bakal semakin memberatkan pelaku usaha, dan berimbas buruk kepada perekonomian Indonesia yang sudah mengalami pertumbuhan negatif.

Di tengah dilema tersebut aplikasi Hadirr meluncurkan fitur contact tracing atau lacak kontak bagi perusahaan. Fitur yang memanfaatkan teknologi bluetooth ini diharapkan dapat membantu upaya pemerintah untuk melakukan lacak kontak di kawasan perkantoran dan menekan penyebaran Covid-19.

“Teknologi dapat melengkapi dan meningkatkan efektivitas proses contact tracing manual. Dengan adanya fitur contact tracing di aplikasi Hadirr, kami berharap dapat berkontribusi dalam pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment) dan menekan penyebaran Covid-19 yang semakin memprihatinkan di Indonesia,” ujar CEO Fast8 Group Afia R Fitriati dalam siaran pers, Kamis (17/9). Fast8 Group adalah pengembang aplikasi Hadirr dan aplikasi pengelolaan sumber daya manusia, Gadjian.

Afia menambahkan, fitur contact tracing di aplikasi Hadirr dapat membantu perusahaan untuk mengidentifikasi karyawan yang melakukan kontak dengan sesama karyawan yang positif Covid-19 dalam kurun waktu 14 hari serta sesegera mungkin memberi notifikasi kepada karyawan yang berpotensi tertular. Dengan demikian, perusahaan dapat segera mengambil tindakan untuk memutus mata rantai penularan virus corona sekaligus meminimalisir risiko bisnis akibat penutupan kantor secara total.

Hingga akhir Agustus 2020, tercatat ada 150 perusahaan di wilayah DKI Jakarta yang melaporkan adanya kasus positif Covid-19 di lingkungan kerja mereka. Klaster-klaster perkantoran juga bermunculan di kota-kota lain, dan mengakibatkan penutupan sejumlah kantor, seperti di Bandung, Pekanbaru, Ambon, dan bahkan telah menyebar ke kota-kota kecil seperti Cilegon, Bojonegoro, Batang, dan masih banyak lagi.

Sebagai informasi contact tracing secara agresif merupakan satu dari tiga tahap pengendalian Covid-19 yang biasa disingkat dengan 3T. Sayangnya, contact tracing di Indonesia masih jauh memenuhi standar WHO karena sebagian besar dilakukan secara manual. WHO telah merekomendasikan contact tracing dan tes terhadap minimal 30 orang yang terpapar tiap penderita Covid-19. Sementara saat ini Indonesia hanya melakukan lacak kontak dan tes terhadap 1 hingga 5 orang per penderita.

Bahkan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri memperkirakan, dibutuhkan setidaknya 200 ribu orang untuk melakukan contact tracing Covid-19 secara manual. 
 

 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN