Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky  (kiri) di acara Tech in Asia Conference. (Foto: Emanuel Kure/ID)

Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky (kiri) di acara Tech in Asia Conference. (Foto: Emanuel Kure/ID)

Awalnya Tak Dilirik, Bukalapak Kini Unicorn

Emanuel Kure, Senin, 14 Oktober 2019 | 07:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky, perusahaan teknologi yang berawal dari online marketplace, mengisahkan perjuangan Bukalapak yang kini telah naik kelas menjadi salah satu unicorn di Indonesia. Padahal, awalnya, start-up besutannya tidak dilirik oleh investor dan enggan menyuntikan modalnya.

Unicorn merupakan istilah untuk menyebut usaha rintisan berbasis teknologi (start-up) yang terus berkembang bisnisnya dan mendapatkan suntikan dana besar dari investor, sehingga valuasinya tembus US$ 1 miliar, atau sekitar Rp 14,1 triliun.    

Zaky bercerita, ketika awal berdiri pada 2010, tidak ada yang mau investasi di Bukalapak. Dia mengaku tidak tahu apa penyebabnya. Hingga akhirnya, investor meliriknya dan mengguyur modal ke Bukalapak dengan nilai triliunan rupiah. Bisnisnya juga terus berkembang, dan mulai awal 2018, Bukalapak naik kelas menjadi unicorn

“Kami juga tidak menyadari bahwa ini akan jadi besar. Saat mendapatkan funding pertama, kami tidak yakin bisa sebesar ini. Namun, kami bekerja sangat keras dengan limited resources. Tetapi, dari satu orang founder dan co-founder di awal, saat ini, kami sudah memiliki 2.000 SDM,” ungkap Zaky, bangga, di acara Tech in Asia Conference di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, persaingan di sektor perdagangan secara elektronik (e-commerce/online marketplace) sangat ketat. Tetapi, dia mengungkapkan tidak perlu cemas ketika usaha yang dibesutnya tersebut tidak menjadi nomor satu. Hal ini justru akan menjadi acuan bekerja lebih keras agar nantinya berada di peringkat satu.

“Jika engkau bukan nomor satu, jangan cemas. Karena, itu akan jadi benchmark kepada orang yang nomor satu. Dan, itu yang akan meningkatkan performance Anda,” jelasnya.

Zaky juga mengungkapkan, Indonesia tidak pernah kekurangan talenta di bidang teknologi. Bahkan, saat ini, tak kurang dari 20 ribu pelamar yang mengajukan lamaran ke Bukalapak. Tetapi, Bukalapak benar-benar selektif dalam merekrut talenta untuk dijadikan karyawan.

“Talenta sangat banyak. Kami memiliki 20 ribu CV pelamar. Tetapi untuk menerimanya, kami benar-benar selektif. Itu artinya, bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan talenta,” ungkap Zaky.

Bertumbuh

Menurut dia, saat ini, Bukalapak memiliki pertumbuhan yang sangat bagus. Hal itu diraih berkat kerja keras dari seluruh tim Bukalapak. Karena itu, dia memiliki tanggung jawab untuk tetap mempertahankan performa Bukalapak yang telah dipercaya oleh konsumen di Indonesia.

“Saat ini, Bukalapak sangat bagus. Karena, kesuksesan diraih dengan susah payah. Karena itu, menjaga Bukalapak tetap grow adalah tanggug jawab saya. Karena, ini akan memberikan impact ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta seluruh konsumen di Indonesia,” pungkas Zaky.

Sementara itu, pada akhir Juli lalu, dalam keterangannya, Zaky menyampaikan, Bukalapak memproyeksikan total nilai transaksi kotor yang disetahunkan (annualized run rate paid gross merchandise value/GMV) senilai US$ 5 miliar, atau sekitar Rp 70 triliun pada 2019. Hasil ini akan bisa didapatkan seiring keberhasilan bermitra dengan 4 juta UMKM dan 2 juta Mitra Bukalapak pada semester I-2019.

Angka yang disampaikan itu diakuinya mungkin terlihat bagi banyak orang sebagai 'musim panen yang membawa hasil jerih payah merawat saat musim silih berganti'. Namun, menurut dia, masih segar dalam ingatannya, Nugroho dan Fajrin, dua pendiri Bukalapak lainya, saat-saat bersusah payah memulai usaha Bukalapak. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA