Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi belanja online (Sumber; cityguiderotterdam.com)

Ilustrasi belanja online (Sumber; cityguiderotterdam.com)

Belanja Digital RI Berkontribusi 50% di Asia Tenggara

Senin, 22 Juli 2019 | 09:00 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pasar digital Indonesia diperkirakan menyumbang sekitar  50% dari total transaksi belanja dalam jaringan (daring/online) di kawasan Asia Tenggara. Jika diasumsikan, Indonesia menyumbang US$ 1 untuk setiap transaksi senilai US$ 2 yang dibelanjakan secara daring di kawasan ini.

"Nilai ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara dan masih sangat mungkin untuk dikembangkan," kata Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI Septriana Tangkary di Bukittinggi, Sumatera Barat, pekan lalu.

Menurut dia, salah satu caranya dengan mendorong sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjual produknya melalui pasar digital. Satu hal yang bisa dilakukan, UMKM perlu didorong untuk menjual produknya melalui lapak daring (marketplace/e-commerce).

Septriana menjelaskan, saat ini semakin banyak UMKM yang terlibat dalam ekonomi digital dengan memanfaatkan jaringan internet pita lebar, bisnis secara elektronik (e-commerce), media sosial, teknologi komputasi awan (cloud), dan platform telepon seluler (ponsel).

Bisnis mereka pun terus bertumbuh lebih cepat dari segi pendapatan dan penyediaan lapangan kerja. Mereka juga akan menjadi lebih inovatif dan kompetitif menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"UMKM harus dapat memanfaatkan kesempatan ini agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan perkembangan digital yang sangat pesat, sudah saatnya Indonesia tidak hanya menjadi target pasar," terangnya, seperti dikutip Antara.

Data Kemenkominfo, pada 2018, menyebutkan, sebanyak 9,61 juta unit UMKM dari 60 juta unit usaha di Tanah Air sudah memanfaatkan platform online. Jumlah ini bisa terus dikembangkan dengan dukungan  penetrasi pengguna internet di Indonesia yang telah mencapai  171,17 juta.

Menurut dia, pemerintah pun telah menyusun Peta Jalan E-Commerce Nasional, hasil kolaborasi lebih dari delapan kementerian dan lembaga pemerintah. Jika terimplementasikan tepat waktu, terproyeksikan nilai transaksi ekonomi digital bisa mencapai sebesar US$ 130 miliar pada 2020.

Hal itu bukan tidak mungkin dicapai. Karena, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41%, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit.

Baca selanjutnya di https://subscribe.investor.id/

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN