Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi. (IST)

Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi. (IST)

Bertambah, Kemkominfo Blokir 20 Konten Paul Zhang

Selasa, 20 April 2021 | 19:17 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah melakukan langkah tegas dan cepat menyikapi dugaan ujaran kebencian melalui platform digital. Langkah yang dilakukan diantaranya dengan mengajukan pemblokiran 20 konten di akun Youtube milik Paul Zhang

Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi menyatakan, Kemkominfo telah mengajukan pemblokiran atas 20 konten di akun Youtube milik Paul Zhang. Dari usulan 20 konten tersebut, tujuh konten telah diblokir pada Senin (19/4). Sedangkan 13 konten lainnya telah diblokir pada Selasa (20/4) siang hari.

“Per hari ini, 20 April 2021, telah dilakukan takedown pada 20 konten di Youtube terkait ujaran kebencian tersebut, termasuk 1 konten berjudul ‘Puasa Lalim Islam’ di akun milik Paul Zhang,” ujar dia, dalam konferensi pers di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Selasa (20/4).

Dedy menegaskan bahwa konten dugaan ujaran kebencian, atau penistaan agama yang dilakukan oleh Paul Zhang sudah tidak bisa ditoleransi dan tidak dapat diterima. 

“Karena, Kemkominfo selalu berpendapat dan memiliki suatu ketegasan untuk menilai bahwa ini adalah hal yang merusak persatuan bangsa dengan membawa isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di ruang digital, seperti halnya di ruang fisik,” tegasnya.

Mengutip pengaturan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( UU ITE), Dedy menilai, tindakan Paul Zhang dapat dikategorikan sebagai pembuatan konten yang melanggar pasal 28 ayat 2 jo pasal 45A.

Isinya, setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian, atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Upaya penanganan konten Paul Zhang yang dilakukan oleh Kemkominfo telah sesuai dengan beberapa ketentuan perundangan yang berlaku, antara lain Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik (PSTE).

“Khususnya pada pasal 5, terkait larangan pemuatan konten yang melanggar aturan dan pasal 96 terkait klasifikasi dan definisi konten yang melanggar peraturan,” jelasnya.

Selain itu, konten tersebut melanggar Peraturan Menteri (PM) No 5 tahun 2020, khususnya pasal 13 mengenai kewajiban pemutusan akses terhadap informasi elektronik (IE) dan dokumen elektronik (DE) yang dilarang, serta pasal 15 mengenai ketentuan waktu serta prosedur pemutusan akses konten yang dilarang.

Hindari Provokasi

Mengenai posisi pengunggah konten dugaan ujaran kebencian yang berada di luar negeri, Dedy menyampaikan, UU ITE telah menerapkan azas extrateritorial. UU ini berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum, baik yang berada di wilayah hukum Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia.

Menurut dia, Kemkominfo terus melakukan patroli siber untuk menemukan konten-konten yang berisi ujaran kebencian Paul Zhang. “Dan selanjutnya segera memproses dengan tindakan blokir jika masih ditemukan dugaan ujaran kebencian,” ujarnya.

Dedy juga mengajak kepada masyarakat di Tanah Air untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi atas konten-konten negatif yang dapat merusak persatuan bangsa dan negara.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan terus menjaga perdamaian baik di ruang fisik maupun ruang digital. Jika terdapat konten yang melanggar Undang-Undang, termasuk ujaran kebencian, masyarakat dapat melaporkannya melalui aduankonten.id,” pungkas dia.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN