Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi kejahatan siber (Gambar: computerworld.com/IST)

Ilustrasi kejahatan siber (Gambar: computerworld.com/IST)

2020, Kejahatan Ransomware Masih Marak

BSSN: 43% Serangan Siber Sasar UMKM

Abdul Muslim, Rabu, 25 Desember 2019 | 20:59 WIB

JAKARTA, investor.id - Direktur Proteksi Infrastruktur Informasi Kritikal Nasional (IIKN) Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Agung Nugraha menyebutkan, 43% serangan dan kejahatan dunia maya (siber) di Tanah Air menargetkan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

UMKM menjadi sasaran empuk karena baru mulai melek teknologi dan belum memiliki ketahanan keamanan siber yang memadai. “Karena, mereka baru membangun sistem, membangun start-up, itu dari aspek ketersediaan layanan individu, keamanannya biasanya enggak ada,” ujar Agung, dalam Forum Diskusi Telematika Akhir Tahun 2019 di Jakarta, Senin (23/12).

Karena itu, dia mengatakan bahwa menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk mencegah semakin banyak UMKM menjadi korban kejahatan siber. Kementerian Koordintor Perekonomian pun diharapkan dapat ikut berperan untuk membangun inkubator keamanan siber bagi UMKM.

“Salah satu kebijakan pemerintah, selain regulasi adalah jaminan keamanan siber. BSSN sudah ada proyeksi ke arah sana,” tambahnya.

Pada 2020, BSSN akan membangun platform perdagangan secara elektronik (e-commerce) yang aman bagi para pelaku UMKM dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang dinamai UMKM Syariah.

“Jadi, platform e-commerce yang aman itu bisa tentunya mengurangi 43% serangan siber yang menyasar UMKM,” ujar Agung.

Semula, proyek untuk UMKM tersebut sempat direncanakan dan dicanangkan bisa diselesaikan tahun 2019. Namun, tahun 2020, proyek ini akan diinformasikan lebih lanjut oleh Deputi Bidang Proteksi BSSN, Direktorat Proteksi Ekonomi Digital.

Langkah BSSN dan Baznas itu diharapkan sekaligus untuk mendorong pengembangan ekosistem digital yang aman dan kompetitif guna mendukung industri halal di Tanah Air. Peningkatan industri ini diharapkan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan keuangan syariah Nasional.

Prediksi 2020

Sementara itu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memprediksi sejumlah serangan siber yang terjadi pada 2020. Salah satunya ancaman ransomware, jenis perangkat lunak (malware) perusak yang dirancang untuk menghalangi akses pengguna ke sistem komputer, atau data, dan pelaku kejahatannya meminta tebusan materi/uang.

"Prediksi tahun 2020, ransomware masih akan meningkat," ujar Agung.

Menurut dia, ransomeware juga menjadi serangan siber yang paling banyak terjadi selama 2019. Penyebabnya, masih banyak celah keamanan di laman (website) di Indonesia, sehingga menjadi pintu masuk ransomsare menyerang perangkat komputer penggunanya.

"Penipuan fraud untuk digital economy masih jadi tren. Ransomeware juga masih makin meningkat (2020)," tambahnya.

Selain itu, Agung memprediksi terjadi serangan dalam operasi teknologi di bidang infrastruktur strategis. Kemudian, dalam hal internet of things (IoT) yang semakin terkoneksi, sektor perbankan menjadi potensi objek serangan siber yang harus diantisipasi.

Tidak hanya itu, seiring dengan transformasi digital yang sedang dilakukan oleh banyak perusahaan, layanan komputasi awan (cloud computing) juga disebut menjadi potensi objek serangan siber pada 2020.

"Ada kejahatan yang sudah menggunakan artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) dan tentunya AI harus dilawan dengan AI. Ini akan menjadi tantangan tersendiri," ujarnya.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA