Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian (berbatik coklat) saat acara pembukaan simposium CIIP-ID Summit 2019 di Ballroom Discovery Kartika Plaza Bali, Rabu (28/8).

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian (berbatik coklat) saat acara pembukaan simposium CIIP-ID Summit 2019 di Ballroom Discovery Kartika Plaza Bali, Rabu (28/8).

BSSN Beberkan 2 Tahun Kawal Keamanan Siber

Emanuel Kure, Kamis, 5 Desember 2019 | 07:32 WIB

JAKARTA, investor.id - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membeberkan sejumlah keberhasilan dalam mengawal ranah siber di Indonesia setelah dua tahun berdiri. Hal ini diraih tidak terlepas dari kerja sama dengan berbagai pihak terkait (stakeholder) di Tanah Air yang peduli terhadap keamanan ruang siber. Salah satunya para pelaku ekonomi digital di Indonesia.

Kepala BSSN Hinsa Siburian pun mengapresiasi para pelaku ekonomi digital yang telah berhasil menggerakkan roda perekonomian, khususnya melalui sektor ekonomi digital. Mereka juga diharapkan tetap memperhatikan aspek-aspek keamanan informasi dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.

“Pelaku ekonomi digital diharapkan memiliki strategi dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis dan pasar ekonomi digital sebagai bekal dalam melakukan literasi publik, khususnya terkait keamanan siber,” kata Hinsa, dalam keterangannya, Rabu (4/12).

Pada kesempatan tersebut, Hinsa juga menyampaikan pencapaian yang diraih selama dua tahun berdirinya BSSN dalam mengawal ranah siber Indonesia. Pencapaian yang diraih BSSN pun cukup positif.

“BSSN telah berhasil mendukung keamanan siber pada berbagai agenda besar nasional, di antaranya Asian Games 2018, Asian Paragames 2018, Annual Meeting IMF, dan World Bank Group 2018, Pilkada 2018, hingga Pemilu 2019,” ujarnya.

Dari sisi tata kelola dan pelayanan keamanan siber, Hinsa juga mengklaim, BSSN telah berhasil menorehkan pencapaian yang membanggakan.

“BSSN berhasil meningkatkan peringkat indeks keamanan siber Indonesia dalam Global Cybersecurity Index (GCI) dari peringkat ke-70 pada tahun 2017 (sebelum berdirinya BSSN) menjadi peringkat ke-41 dunia. Ada pun di Asia-Pasifik Indonesia berada pada posisi ke-9,” jelasnya.

Tak hanya itu, dari sektor pelayanan, Balai Sertifikasi Elektronik BSSN tercatat telah mengeluarkan sebanyak 62.183 sertifikat elektronik yang digunakan di 187 instansi, terdiri atas 37 pemerintah pusat dan BUMN serta 150 untuk pemerintah daerah, universitas, pengadilan negeri, dan BUMD.

“BSSN juga aktif melaksanakan kegiatan kampaye literasi keamanan siber (KliKS BSSN) di kota-kota di wilayah Indonesia setiap bulan. Ini dilakukan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap hal-hal penting yang berhubungan dengan keamanan siber, serta aspek-aspek dasar dalam berselancar di ruang siber,” ungkap Hinsa.

Bahkan, lanjut dia, dalam waktu dekat, tepatnya pada Kamis, 12 Desember 2019, BSSN berencana meluncurkan Peta Okupasi Keamanan Siber Nasional yang memuat pemetaan okupasi di bidang keamanan siber berdasarkan standar kompetensi, kualifikasi, dan level kompetensi nasional.

Lainnya

Selain itu, dalam skala internasional, Kementerian Luar Negeri bersama BSSN telah berhasil menjalin kerja sama internasional di bidang keamanan siber melalui memorandum of understanding (MoU) dengan Inggris dan Australia, letter of intent (LoI) dengan AS dan Belanda, serta joint statement dengan Rusia.

BSSN juga telah menjalin kerja sama dan penjajakan kerja sama dengan platform media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan Youtube. Mereka diajak untuk mendukung pemerintah melakukan pemberantasan disinformasi dan hoaks dengan cara menghentikan penyebarannya yang memanfaatkan platform media sosial.

Sementara itu, terkait sumber daya manusia (SDM), BSSN secara resmi telah mencatatkan sejarah pembentukan Cyber Warrior pertama kali di Tanah Air, yaitu melalui pengkuhan 110 personel National Security Operation Center (NSOC).

“Personil ini nantinya menjadi punggawa yang mengawaki NSOC, yaitu sebuah pusat komando siber nasional yang akan memonitor operasi keamanan siber pada level nasional secara terpusat,” tutur Hinsa.

Dia juga menekankan kembali apa yang disampaikan oleh Presiden Joowi dalam sambutan HUT Ke-48 Korpri bahwa dalam menghadapi perubahan dan persaingan di era ekonomi digital ini Indonesia tidak boleh takut.

“Kita harus menghadapi persaingan itu dengan cara-cara baru, dengan terobosan-terobosan baru. Kecepatan, kreativitas, dan inovasi adalah kunci. Cara-cara lama yang monoton yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan lagi. Kita harus bisa lebih cepat dan lebih baik dibandingkan dengan negara lain,” pungkas Hinsa.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN