Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Managing Director Oracle Indonesia Davian Omas. (IST)

Managing Director Oracle Indonesia Davian Omas. (IST)

Data Komprehensif Topang Pertumbuhan Bisnis

Abdul Muslim, Kamis, 9 Januari 2020 | 21:31 WIB

JAKARTA, investor.id - Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ada korelasi langsung antara strategi pengelolaan data yang komprehensif dengan perkembangan, keberhasilan, dan pertumbuhan suatu perusahaan yang berkesinambungan ke depannya.

Organisasi, atau perusahaan yang telah mengalami pertumbuhan pendapatan yang signifikan kurang lebih 20% dalam selama tiga tahun terakhir pada umumnya memiliki inisiatif proteksi keamanan data, sistem yang terkoneksi, atau inisiatif otomatisasi pintar.

Perusahaan saat ini pun sangat ‘haus’ dengan data dan wawasan. Mereka menuntut informasi dalam sekejap, tetapi pada saat bersamaan menghadapi kerumitan pertumbuhan konsumsi data, pemrosesan data, manajemen data, dan keamanan data.

Para pemimpin bisnis dan teknologi informasi (TI) ditantang untuk menemukan jawaban dari pertanyaan mendasar, bagaimana perusahaannya dapat memanfaatkan kekuatan data dengan cara yang mudah dan real-time, sehingga dapat menghadirkan wawasan yang mendalam tanpa mengorbankan keamanannya.

“Semuanya bisa dimulai dengan memiliki fondasi yang tepat, serta infrastruktur cloud yang solid dan modern yang dirancang khusus untuk perusahaan,” ungkap Managing Director Oracle Indonesia Davian Omas, dalam keterangannya, Kamis (9/1).

Sistem komputasi awan (cloud) hadir untuk memberikan sebuah fondasi dan peluang bagi sebuah perusahaan untuk merintis berbagai inovasi agar menjadi yang terdepan pada sebuah industri yang digelutinya.

“Hari ini, kami telah melihat organisasi di berbagai industri menggunakan AI (artificial intelligence) untuk peramalan otomatis tanpa campur tangan manusia dan manufaktur pintar dengan menggunakan data internet of Things (IoT) untuk optimisasi peralatan,” tambahnya.

Di Indonesia, perusahaan logistik terkemuka, PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir, atau lebih dikenal sebagai JNE, pun telah menerapkan solusi Oracle Autonomous Data Warehouse untuk mengotomatisasi gudang datanya dan menciptakan sistem kerja gudang dalam waktu kurang dari satu jam. Hasilnya, layanan dan kepuasan pelanggan menjadi lebih baik.

Untuk mengikuti perkembangan digitalisasi dalam industri e-commerce, unicorn Bukalapak juga telah memilih Oracle Cloud Applications untuk membantu pengelolaan data keuangan dan tenaga kerja yang lebih baik seiring bisnisnya yang terus bertumbuh dan skala bisnisnya membesar.

Keamanan Data

Sementara itu, pada 2019, Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) mengutip, serangan dan kejahatan dunia maya, atau internet (siber) dan pencurian data telah menjadi risiko dan gejala global teratas bagi organisasi/perusahan dalam semua skala bisnis. Kondisi ini telah menjadi keprihatinan global.

Pelaku serangan siber menggunakan teknik dan otomasi yang lebih inovatif daripada sebelumnya untuk menyerang perusahaan dan mencuri data sensitif serta hampir selalu dengan cara yang dapat dimonetisasi. Sebuah perusahaan pun dituntut agar lebih efektif dalam mengatasi risiko dari serangan siber yang dihadapinya.

Karena itu, Oracle telah membangun keamanan dalam teknologinya dan melindungi data sensitif pelanggan selama beberapa dekade. Teknologi Oracle sekarang telah memiliki fokus pada keamanan di Oracle Cloud Infrastructure, Autonomous Database, aplikasi SaaS, serta infrastruktur dan aplikasi lokal kami.

“Oracle memiliki fokus jangka panjang pada keamanan, dan fokus ini sangat penting ketika pelanggan pindah ke cloud yang memiliki penekanan kuat pada keamanan,” pungkas Davian Omas.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN