Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi. (IST)

Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi. (IST)

Digitalisasi Penyiaran Disesuaikan Kesiapan Daerah

Minggu, 6 Juni 2021 | 19:18 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pelaksanaan teknis penghentian analog switch off (ASO), atau digitalisasi penyiaran televisi di Tanah Air diatur melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran. Berdasarkan peraturan tersebut, ASO akan dilakukan secara bertahap menurut kesiapan daerah.

“Beberapa faktor yang mendasari kebijakan ini, antara lain praktik umum yang terjadi di dunia, masukan dari lembaga penyiaran, pertimbangan kesiapan industri, dan keterbatasan spektrum frekuensi radio,” ungkap Juru Bicara Kementerian Kominfo (Kemkominfo) Dedy Permadi, dalam pernyataannya, Minggu (6/6).

Menurut dia, keterbatasan spektrum frekuensi menjadi faktor penting mengapa ASO dilakukan secara bertahap. Saat ini, penataan frekuensi sedang dilakukan antara siaran analog yang masih berjalan dan siaran digital yang perlahan diperkenalkan. Tujuannya agar masyarakat mulai beralih dan membiasakan diri dengan siaran digital.

Di Indonesia, jumlah stasiun televisi mencapai 701 lembaga penyiaran, sehingga di banyak daerah, kepadatan siaran televisi analog menambah kompleksitas proses menuju ASO. 

Sementara itu, implementasi ASO akan dilakukan dalam lima tahapan berdasarkan wilayah, di mana batas waktu seluruhnya tidak melewati tanggal 2 November 2022, pukul 24.00 WIB.

Rincian tenggat waktu terdiri atas tahap I paling lambat 17 Agustus 2021, tahap II paling lambat 31 Desember 2021, tahap III paling lambat 31 Maret 2022, tahap IV paling lambat 17 Agustus 2022, dan tahap V paling lambat 2 November 2022. Rincian wilayah setiap tahapan tercantum dalam Lampiran IV Permenkominfo 6/2021.

“Penghentian siaran analog di suatu daerah harus dilakukan serentak oleh seluruh stasiun televisi di daerah tersebut, sehingga memudahkan masyarakat untuk menonton siaran dari satu jenis penerimaan saja,” imbuhnya.

Untuk menikmati siaran digital, lanjut dia, pengguna TV dengan antena rumah biasa (UHF) yang masih menggunakan TV analog perlu memasang set top box DVBT2 (STB) sebagai alat bantu penerima siaran digital.

Bagi pengguna TV digital, perangkatnya dapat langsung menikmati siaran digital tanpa STB. Bagi yang belum punya, STB maupun TV digital dapat dibeli di toko elektronik maupun marketplace daring.

“Informasi mengenai STB dan TV digital yang sudah tersertifikasi Kemkominfo dapat dilihat melalui https://siarandigital.kominfo.go.id/informasi/perangkat-televisi,” tutur Dedy.

Dia pun menegaskan, saat proses ASO/digitalisasi penyiaran selesai, nantinya tidak akan ada lagi siaran analog yang tersedia. Karena itu, Pemiliki TV analog pun tidak akan bisa menerima siaran digital jika tidak memasang STB.

“Untuk saat ini, siaran analog dan digital masih tersedia secara simulcast. Karena itu, penting bagi lembaga penyiaran agar berpartisipasi melakukan simulcast dan terus menyosialisasikan pemirsanya untuk beralih ke siaran digital,” pungkas Dedy.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN