Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Managing Director (APAC) di EdgeConnex Kelvin Fong. (IST)

Managing Director (APAC) di EdgeConnex Kelvin Fong. (IST)

EdgeConnex Umumkan akan Bangun Pusat Data Hyperscale di Indonesia

Rabu, 18 Mei 2022 | 15:51 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - EdgeConnex, pelopor dalam solusi pusat data (data center) hyperlocal hingga hyperscale global, mengumumkan rencana untuk memperluas kehadirannya di Asia dengan mengakuisisi Pusat Data GTN dan membangun kampus pusat data dengan kemudahan untuk meningkatkan skala layanan (hyperscale) di Indonesia.

Akuisisi Pusat Data GTN tersebut menandai pasar kesembilan EdgeConnex di Asia yang sudah mulai mapan, atau sedang dalam pengembangan karena terus dengan cepat membangun platform pusat datanya di wilayah tersebut.

Berlokasi strategis di Cikarang, Bekasi, bagian dari Jabodetabek, GTN telah mengoperasikan pusat data bersertifikat Tier 3 sejak 2016. GTN didirikan melalui joint venture antara Mitsui Jepang dengan distributor dan integrator IT lokal, PT Multipolar Technology, yang merupakan bagian dari konglomerat Indonesia, Lippo Group.

“Selain itu, EdgeConnex telah mengakuisisi sebidang tanah yang berbatasan langsung dengan GTN, sehingga memungkinkan untuk membangun kampus pusat data hyperscale masa depan yang dapat mendukung kapasitas lebih dari 90 MW,” ujar Managing Director (APAC) di EdgeConnex Kelvin Fong, dalam konefernsi virtual, Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Multipolar Technology (MLPT) Tuntaskan Pengalihan Saham Anak Usaha US$ 24,4 Juta

Menurut dia, setelah sebelumnya mengumumkan rencana untuk membangun platform pusat data Pan-India melalui joint venture AdaniConnex serta investasi strategis di Chayora, operator pusat data terkemuka di Tiongkok, akuisisi pusat data GTN di Indonesia merupakan negara ke-3 di Asia yang telah dimasuki EdgeConnex sebagai bagian dari strategi ekspansi globalnya.

Fasilitas carrier-neutral GTN mendukung lebih dari 50 pelanggan di fasilitas hampir 7 MW yang terletak di area aman dengan sumber daya yang andal, terukur dan beragam, serta rekor SLA 100%.

Untuk pasar pusat data, Structure Research telah meramalkan bahwa pasar Jakarta dan sekitarnya saja mencapai sekitar US$ 650 juta pada 2026, dengan hampir 2/3 di antaranya berasal dari permintaan hyperscale.

Sementara itu, Jakarta juga menjadi pasar lain di negara ini yang menyaksikan pertumbuhan pesat yang didorong oleh adopsi komputasi awan (cloud). Penyediaan infrastruktur digital hyperscale berkualitas tinggi dan andal penting untuk mendukung transformasi digital dan membantu Indonesia sebagai pintu gerbang regional.

“Warisan kami berhasil dan dengan cepat menghadirkan infrastruktur pusat data di Edge,” imbuh Kelvin.

Sementara itu, lanjut dia, seiring dengan usaha untuk terus memperluas platform pusat data dan hyperscale EdgeConnex secara global, kampus pusat data hyperscale yang direncanakan di Indonesia akan meningkatkan kemampuan pemenuhan kebutuhan pelanggan di pasar yang vital dan berkembang di kawasan Asia-Pasifik.

Negara Besar Ketiga

Masuknya EdgeConnex ke pasar Indonesia pun menandakan kehadirannya di tiga negara terbesar di dunia di luar Amerika Serikat (AS). Apalagi, Indonesia menjadi pasar data center dengan potensi keuntungan jangka panjang yang luar biasa.

“Indonesia memiliki demografi yang kuat, sektor teknologi dalam negeri yang berkembang pesat, dan berada di kurva awal adopsi dalam layanan infrastruktur yang dialihdayakan seperti cloud dan pusat data,” imbuh Pendiri Structure Research Philbert Shih, menambahkan, di tempat terpisah.

Baca juga: Kembangkan Data Center, Telkom (TLKM) Kolaborasi dengan Singtel

Dia pun menyebut, akuisisi bisnis pusat data yang telah beroperasi dan sebidang tanah di Cikarang sangat sesuai dengan apa yang dilakukan oleh EdgeConnex di fasilitas hyperlocal dan hyperscale.

Pusat data tersebut dapat melayani perusahaan lokal dan penyedia layanan, dan di saat yang sama, memiliki kapasitas dan landasan untuk melayani hyperscale cloud.

“Indonesia tidak seperti banyak pasar di dunia, adalah rumah bagi semua hyperscale cloud utama AS dan Tiongkok. Ini akan menciptakan volume permintaan yang luar biasa untuk pusat data hyperscale,” pungkas Philbert Shih.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN