Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: Mandel Ngan / AFP )

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. ( Foto: Mandel Ngan / AFP )

Elon Musk akan Hentikan Pemblokiran Akun Twitter Milik Donald Trump

Rabu, 11 Mei 2022 | 08:39 WIB
Nasori (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Orang terkaya sejagat Elon Musk mengatakan bahwa dia akan membatalkan larangan Twitter terhadap mantan Presiden AS Donald Trump ketika dia membeli platform media sosial tersebut. Ini merupakan sinyal paling jelas dari niat Musk untuk mengurangi moderasi situs.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (10/5/2022) Musk yang kepala eksekutif pembuat kendaraan listrik Tesla Inc, telah menandatangani kesepakatan senilai US$ $44 miliar untuk membeli Twitter Inc. Dia menyebut dirinya mendukung "kebebasan berbicara absolut", tetapi ia belum memberikan detail spesifik dari rencananya itu.

Musk diharapkan menjadi CEO sementara Twitter setelah menutup kesepakatan, tulis Reuters dalam laporan sebelumnya yang mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Pertanyaan tentang pengaktifan akun Trump telah dilihat sebagai indikator tentang seberapa jauh Musk akan melakukan perubahan, meskipun Trump sendiri mengatakan dia tidak akan kembali.

Twitter, seperti platform media sosial lain yang berbasis di AS, telah melarang berbagai individu karena melanggar kebijakannya tentang informasi yang salah dan mengagungkan kekerasan.

Musk, berbicara pada konferensi Financial Times, menambahkan bahwa dia dan salah satu pendiri Twitter Jack Dorsey percaya larangan permanen harus "sangat jarang" dan disediakan untuk akun yang mengoperasikan bot atau menyebarkan spam.

Tweet "salah dan buruk" harus dihapus atau dibuat tidak terlihat dan penangguhan akun sementara bisa dilakukan, kata Musk. "Saya pikir penutupan pada dasarnya merusak kepercayaan di Twitter sebagai alun-alun kota di mana setiap orang dapat menyuarakan pendapat mereka," kata dia.

Musk mengatakan, keputusan untuk melarang Trump memperkuat pandangan Trump di antara orang-orang yang berhaluan politik, dan dia menyebut larangan itu "secara moral salah dan sangat bodoh.

Penangguhan akun Trump, yang memiliki lebih dari 88 juta pengikut, dilakukan beberapa hari sebelum akhir masa jabatannya dan mengikuti perdebatan bertahun-tahun tentang bagaimana perusahaan media sosial harus memoderasi akun para pemimpin global yang kuat.

Trump secara permanen ditangguhkan dari Twitter tak lama setelah serangan 6 Januari 2021 di US Capitol. Twitter mengutip "risiko hasutan kekerasan lebih lanjut" dalam keputusannya.

Megan Squire, partner analisis data di Southern Poverty Law Centee mengatakan, larangan permanen dari jaringan arus utama, atau de-platforming, telah menjadi taktik yang berhasil dalam mengurangi jangkauan pesan dan perilaku yang kasar. Musk telah mengesahkan beberapa batasan, mengatakan kepada seorang pejabat Uni Eropa pada hari Senin bahwa kebijakan UE "sangat selaras" dengan pemikirannya sendiri dalam mengendalikan konten ilegal.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN