Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para pemimpin global berbagi perspektif  tentang teknologi berdampak positif di WEF Davos, Swiss. (Foto: Grab Indonesia)

Para pemimpin global berbagi perspektif tentang teknologi berdampak positif di WEF Davos, Swiss. (Foto: Grab Indonesia)

Hadir di World Economic Forum, Davos, Swiss

Grab Dorong Teknologi Berdampak Positif

Leonard AL Cahyoputra, Rabu, 22 Januari 2020 | 21:50 WIB

JAKARTA, investor.id - Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara, pada Rabu (22/1), bertemu dengan para pemimpin dunia di sela World Economic Forum Annual Meeting 2020 di Davos, Swiss. Grab membahas peran dan harapan perusahaan teknologi dalam menggunakan teknologi yang membawa dampak positif (technology for good) dalam mendorong masyarakat untuk lebih maju.

Grab juga telah berkontribusi pada pengembangan dua pedoman industri yang menguraikan praktik terbaik di sekitar industri yang tengah berkembang dari platform ekonomi dan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Acara yang diselenggarakan oleh Grab bertema Unlocking Technology for Good dihadiri oleh tokoh-tokoh berpengaruh di sektor publik dan swasta. Menteri Koordinator Kelautan dan Investasi Indonesia Luhut Pandjaitan membuka acara tersebut dengan menyampaikan harapan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan sektor swasta dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan serta perbaikan ekonomi dan sosial.

“Cara terbaik bagi pemerintah dan pemimpin industri teknologi, seperti Grab untuk bekerja sama adalah menggunakan teknologi untuk kebaikan dan berkomitmen pada tujuan bersama, yaitu membangun generasi penerus, dengan mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memecahkan masalah jangka panjang, seperti polusi udara, dengan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik," ujar Luhut, dalam keterangan tertulis Grab.

Pada kesempatan tersebut, Group CEO dan Co-founder Grab Anthony Tan juga memimpin diskusi panel dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, Chief Operating Officer VMWare Sanjay Poonen, Chairman of Mastercard Center for Inclusive Growth and Vice-Chairman and President of Strategic Growth Michael Froman, serta Executive Vice President of Business Development Microsoft Peggy Johnson.

Airlangga Hartarto mengatakan, pertama, Indonesia ingin membuat kebijakan yang memfasilitasi pertumbuhan inovasi dan ekonomi berbasis teknologi, termasuk bisnis platform digital seperti Grab. Teknologi diyakininya akan memainkan peran kunci untuk penerapan Industry 4.0 dan membuka akses ke layanan keuangan bagi semua untuk membuat inklusi keuangan menjadi kenyataan.

Kedua, kami ingin peraturan kami ramah bagi investasi, sambil terus menegakkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik, khususnya pada masalah perlindungan data," tambahnya.

Kontribusi Grab

Sementara itu, Anthony menyampaikan, Grab telah berkontribusi pada pedoman untuk penggunaan teknologi baru yang bertanggung jawab.

Melalui platform World Economic Forum, Grab berkomitmen pada Perjanjian Prinsip Pengelolaan Platform yang Baik (The Charter of Principles for Good Platform Work), yang mendukung kebijakan pengelolaan platform digital yang bertanggung jawab serta memberikan dampak positif bagi pekerja dalam lingkungan platform.

Didukung oleh perusahaan platform global, perjanjian tersebut bertujuan untuk menyediakan panduan bagi seluruh pihak, termasuk pemerintahan, perusahaan penyedia platform, dan juga para pekerja dalam lingkungan platform untuk berkolaborasi pada sebuah inisiatif yang menambah kesejahteraan pekerja berdasarkan prinsip-prinsip utama platform yang baik.

Anthony menyampaikan, pengaplikasian teknologi baru dapat memberikan dampak besar terhadap kehidupan dan sumber penghasilan masyarakat. Lebih dari 20% mitra pengemudi Grab yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan sebelum bergabung dalam platform Grab.

"Dengan membantu lebih banyak masyarakat memiliki sumber pendapatan, Grab berkontribusi hampir US$ 6 miliar terhadap perekonomian Asia Tenggara pada tahun lalu,” jelasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA