Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto (ki-ka): Chief Marketing Officer OVO Ershad Ahamed, Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan, VP of Fintech Tokopedia Rahul Taparia. (Foto: Emanuel Kure/ID)

Foto (ki-ka): Chief Marketing Officer OVO Ershad Ahamed, Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan, VP of Fintech Tokopedia Rahul Taparia. (Foto: Emanuel Kure/ID)

Grab, OVO, dan Tokopedia Kolaborasikan Bisnis

Emanuel Kure, Kamis, 10 Oktober 2019 | 10:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Grab, OVO, dan Tokopedia terus mengedepankan inovasi dan strategi bisnis yang tepat demi menjangkau pasar yang lebih luas. Ketiganya pun berkolaborasi dan membuka ekosistem digitalnya untuk ekspansi layanan guna mengakselerasi pencapaian skala pasar yang lebih besar dan mempertahankan bisnisnya.

Hal tersebut disimpulkan dari narasumber manajemen perusahaan yang telah menyandang status unicorn di Tanah Air tersebut dalam diskusi bertajuk Driving Growth Trough Collaboration pada acara Tech in Asia 2019 Conference di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (9/10).

Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan mengatakan, langkah kolaborasi dengan para mitra baru merupakan prasyarat penting karena saat ini dibutuhkan kecepatan dalam menjangkau ke pasar (speed to market) yang lebih luas. Hal ini ditopang oleh ekosistem digital yang sudah berkembang sangat pesat.

“Meskipun kita punya resources yang cukup banyak, itu enggak cukup bantu kita untuk lebih cepat lagi merealisasikan visi kita sebagai supperapp (aplikasi super). Oleh karena itu, kita telah melakukan kolaborasi bersama tiga perusahaan yang kredibel di bidangnya, yaitu Grab, OVO, dan Tokopedia,” ungkap Ongki.

Menurut dia, langkah kolaborasi tersebut dilakukan dengan tujuan untuk terus mengembangkan layanan, sehingga bisa terintegrasi satu dengan yang lain. Misalnya, Grab berkolaborasi dengan OVO, sebagai platform pembayaran pada aplikasi Grab. Demikian juga, Tokopedia menggunakan OVO, sebagai platform pembayaran pada platformnya.

“Jadi, itu cara kita untuk bisa mengimbangi speed to market. Kita open digital ecosystem. Bahkan, tidak hanya dengan Tokopedia dan OVO. Kita juga mempersilahkan kepada perusahaan-perusahaan lain untuk joint di open digital ecosystem kita, sehingga time to market bisa lebih cepat, customer experience juga dapat ditingkatkan. Tidak ada friksi di sana,” ujarnya.

Ongki menjelaskan, fokus Grab kini adalah bagaimana memberikan pengalaman kepada konsumen (customer experience) yang terbaik. Pelanggan ekosistem yang telah dibangun oleh ketiga perusahaan tersebut perlu terus dimanjakan.

“Ini kan sudah kita jalankan. Ke depannya, bagaimana kita bikin layanan-layanan yang sudah mulai muncul, seperti tiket, video, nanti ada GrabHealth, GrabAsuransi juga. Bagaimana ini bisa diadopsi lebih cepat dalam aplikasi. Kita coba segala hal, perbaiki terus user experience-nya. Mungkin, kita upayakan supaya 80% aktivitas customer ekosistem ada dalam Grab,” ungkapnya.

VP of Fintech Tokopedia Rahul Taparia mengungkapkan, kolaborasi dan open digital ecosystem sangat penting. Hal ini akan meningkatkan pertumbuhan pendapatan (revenue) sekaligus memudahkan para pengguna dalam melakukan transaksi lintas platform.

“Melalui kolaborasi ini, kami membawa masing-masing kemampuan (resources) untuk menciptakan ekosistem digital yang terbuka dan besar, sehingga dapat memberikan berbagai kemudahan dan manfaat kepada seluruh pengguna kami,” tutur Rahul.

Bisnis Tumbuh

Chief Marketing Officer OVO Ershad Ahamed mengakui, sebagai platform pembayaran, OVO mengedepankan strategi untuk bermitra dan berkolaborasi dengan pihak lain. Dengan demikian, pertumbuhan dan tingkat inklusi keuangan di Indonesia akan bisa lebih cepat tercapai.

“Sebagai platform pembayaran, kami telah melakukan kolaborasi dengan Grab dan juga Tokopedia. Kami yakin, kolaborasi ini akan mempercepat pertumbuhan dan dapat memberikan manfaat kepada masing-masing pihak. Selain itu, kolaborasi bertujuan untuk mempercepat inklusi keuangan di Indonesia,” kata Ershad.

Dia juga menyampaikan, selain berkolaborasi untuk mempermudah transaksi pembayaran, OVO telah melakukan satu langkah positif, yaitu memanfaatkan koloborasi ketiga platform tersebut untuk mengumpulkan dan menyalurkan donasi kepada pihak yang memerlukan.

Kegiatan donasi terakhir dilakukan saat momen bulan Ramadan tahun ini. Dari hasil kolaborasi tersebut, mereka berhasil mengumpulkan jumlah donasi mencapai Rp 11 miliar.

“Saya rasa, ini persitiwa yang paling berkesan dalam kolaborasi ini. Karena, kami berhasil mengumpulkan donasi, dan kemudian, menyalurkannya kepada yang membutuhkan dengan jumlah yang sangat besar. Ini paling berkesan,” ujarnya.

CEO OVO Jason Thompson menambahkan, tingkat penggunaan (retention rate) OVO pada paltform Tokopedia dan aplikasi Grab telah mencapai 85%. Itu artinya, tingkat kesadaran masyarakat menggunakan digital payment seperti OVO untuk melakukan transaksi di kedua platform tersebut cukup tinggi.

OVO tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran pada platform Tokopedia dan Grab. OVO juga dimanfaatkan sebagai alat pembayaran di berbagai mitra toko (merchant), parkir (parking), universitas, bioksop (cinema), kesepakatan transaksi (deals), dan sebagainya.

“Pembayaran hanya sebagai starting point untuk menyelesaikan problem kebutuhan di Indonesia. Kami akan terus mengembangkan layanan sambil terus menjalin kolaborasi, sehingga memberikan user experience terbaik kepada pengguna kami,” ungkap Jason.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA