Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Armada GrabBike. (IST)

Armada GrabBike. (IST)

Bantu Masyarakat DKI Jakarta Beradaptasi PSBB Total Kedua

Grab Perkenalkan Teknologi Geofencing

Kamis, 17 September 2020 | 19:12 WIB
Emanuel Kure (emanuel.kure@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Grab, aplikasi serba bisa terkemuka di Asia Tenggara dan Indonesia, memperkenalkan teknologi geofencing yang dapat mendeteksi dan memberikan peringatan kepada mitra pengemudi yang berkerumun di sebuah area.

Peluncurannya bertujuan untuk membantu pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta agar dapat beradaptasi dalam PSBB Total Kedua. Grab pun menjadi penyelenggara jasa transportasi yang menggunakan platform daring (ride-hailing) pertama di Tanah Air yang memperkenalkan teknologi geofencing.

Teknologi tersebut diperkenalkan untuk memastikan mitra pengemudi tetap menjaga jarak aman sesuai imbauan pemerintah dan menjaga kesehatan. Mitra pengemudi yang terdeteksi berkerumun akan menerima peringatan melalui pesan teks, atau pop-up di aplikasinya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan ojek online (ojol) untuk tetap beroperasi selama masa PSBB total mulai Senin (14/9). Namun, surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Nomor 156 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Bidang Transportasi mewajibkan perusahaan aplikasi ojol untuk menerapkan teknologi geofencing.

Teknologi itu membantu mitra pengemudi untuk menjaga jarak aman serta kesehatan, sehingga mereka tetap bisa produktif. Saat mereka bisa produktif, mobilitas masyarakat Jakarta pun akan terbantu.

“Sejalan dengan misi GrabForGood, kami ingin memastikan bahwa setiap orang, termasuk mitra pengemudi, dapat menikmati manfaat dari ekonomi digital,” kata Director of Government Affairs & Strategic Collaborations Grab Indonesia Uun Ainurrofiq, dalam keterangannya, Kamis (17/9).

Karena itu, lanjut dia, kesehatan menjadi prioritas utama Grab supaya mitra pengemudi tetap bisa produktif. Sejak pengumuman PSBB Total Kedua, tim Grab terus mencari cara yang efektif agar tetap bisa melindungi mata pencaharian dan kesehatan mitra.

“Teknologi geofencing yang telah dimanfaatkan sejak awal Grab beroperasi, kami terapkan untuk membantu proses pengawasan mitra pengemudi di lapangan ini mulai Senin, 14 September lalu,” tambahnya.

Penerapan geofencing merupakan salah satu solusi inovatif dalam mendeteksi GPS mitra pengemudi yang berkumpul dalam satu lokasi. Sistem Grab akan langsung memberikan peringatan kepada mereka yang didapati melanggar peraturan.

Inisiatif Lain

Selain menghadirkan teknologi geofencing, Grab juga telah menjalankan berbagai inisiatif untuk membantu masyarakat dan mitra pengemudi beradaptasi dalam PSBB Total Kedua di DKI Jakarta.

Pertama, menjalin komunikasi melalui aplikasi mitra dan media sosial. Grab mengirimkan pesan melalui aplikasi mitra pengemudi untuk menyosialisasikan aturan PSBB Jilid II dari Pemerintah DKI Jakarta. Mereka diimbau untuk menghindari kerumunan lebih dari tiga orang.

Kedua, penambahan kode etik. Grab menambahkan pasal dalam Kode Etik Mitra Pengemudi untuk memastikan mereka mengikuti imbauan pemerintah dan demi menjaga kesehatan agar dapat terus produktif.

Karena itu, mitra pengemudi yang ditemukan tidak menggunakan masker, atau berkerumun akan diberikan sanksi berupa penonaktifan akun selama 14 hari setelah peringatan pertama.

Ketiga, pengecekan langsung di lapangan. Saat ini, Grab menugaskan puluhan personel untuk patroli guna memberikan imbauan persuasif kepada mitra pengemudi yang masih berkumpul di satu area dan memberikan edukasi mengenai pentingnya social distancing.

Keempat, santunan bagi mitra pengemudi. Grab juga memberikan santunan pendapatan untuk mitra pengemudi yang terkena Covid-19 agar bisa fokus menjalankan isolasi mandiri, atau menunggu masa penyembuhan.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN