Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grab. Foto: IST

Grab. Foto: IST

Grab Pimpin Pasar Indonesia dan Vietnam

Abdul Muslim, Kamis, 19 September 2019 | 06:30 WIB

JAKARTA, investor.id – Riset ABI Research yang berpusat di London, Inggris, menyebutkan, Grab mempertahankan pangsa pasar transportasi online (ride-hailing) sebesar 11,4% di Asia-Pacifik dengan dominasi di pasar Indonesia dan Vietnam. Grab menguasai pasar di Indonesia 64%dan Vietnam 74%.

Riset tersebut merupakan yang kedua dikeluarkan oleh ABI Research setelah tahun 2018. Kawasan Asia-Pasifik disebut telah menjadi pasar terbesar yang mencakup 70% dari semua perjalanan ride-hailing di dunia.

Pemain ride-hailing di kawasan tersebut juga tidak berhenti pada transportasi saja, namun juga berkembang menjadi marketplace yang menyediakan berbagai kebutuhan lewat aplikasinya yang disebut sebagai aplikasi super (super-apps).

Karena itu, Smart Mobility Principal Analyst ABI Research James Hodgson juga menyampaikan, kepemimpinan pasar itu merupakan buah keberhasilan Grab menjadi super apps yang dapat menangkap volume permintaan masyarakat yang begitu besar, selain transportasi.

“Grab sekarang menyediakan layanan pengiriman barang dan makanan, serta layanan keuangan melalui layanan GrabExpress, GrabFood, GrabFresh, dan GrabFinancial,” ujar Hodgson.

Sementara itu, pesaing terdekat Grab, Gojek disebut memiliki 35,3% pasar di Indonesia. Sedangkan Go-Viet, masih bisnis Gojek, menguasai 10,3% pasar di Vietnam.

Menurut dia, pertumbuhan transportasi online tengah mengalami perlambatan. Setelah mencapai 22 miliar perjalanan pada 2018, tahun 2019 diperkirakan ditutup dengan angka perjalanan sedikit di bawah 22 miliar.

Karena itu, pengembangan layanan di luar transportasi adalah keniscayaan. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, ketika sektor transportasi Uber hanya tumbuh 9% pada kuartal I-2019, UberEats justru tumbuh impresif mencapai 89% pada periode yang sama.

Dia menjelaskan, operasi transportasi online makin tertekan dengan langkah-langkah meningkatkan insentif mitra pengemudi dan menyubsidi tarif untuk mencari pelanggan baru, serta memperluas pangsa pasar.

“Karena itu, pengembangan untuk menjadi ‘supermarket’ layanan smart mobility yang dilakukan Grab merupakan contoh suatu upaya inovasi yang berhasil,” pungkas Hodgson.

Sumber : ANTARA

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA