×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grab. Foto: IST

Grab. Foto: IST

Grab Targetkan Pendanaan US$ 6,5 Miliar

Abdul Muslim, Rabu, 10 April 2019 | 20:40 WIB

JAKARTA – Grab Holdings Inc, superapp terkemuka di kawasan Asia Tenggara, mengumumkan rencana ekspansi bisnisnya di kawasan ini dengan target pendanaan US$ 6,5 miliar pada akhir 2019. Grab akan berinvestasi secara agresif dengan komitmen untuk melakukan setidaknya enam investasi, atau akuisisi di seluruh wilayah Asia Tenggara pada tahun ini.

Pertumbuhan Grab yang pesat saat ini merupakan hasil dari dukungan penuh dari SoftBank dan investor strategis utama lain yang telah berinvestasi lebih dari US$ 4,5 miliar pada putaran pendanaan Grab Seri H.

Bulan lalu, Grab mendapatkan investasi US$ 1,46 miliar dari SoftBank Vision Fund. Kemitraan antara Grab dengan SoftBank sudah mencapai tingkat selanjutnya dan bekerja sama sejak 2014.

Anthony Tan, Co-Founder dan Group CEO Grab.
Anthony Tan, Co-Founder dan Group CEO Grab.

 

Co-Founder & CEO Grab Anthony Tan mengaku telah bertemu Masayoshi- san, pekan lalu, dan mendapatkan dukungan yang tak terbatas untuk memperkuat per tumbuhan Grab. Dukungan dari investor strategis seperti SoftBank dan investor lainnya memungkinkan Grab untuk berkembang sangat agresif tahun ini di seluruh layanan pembayaran, transportasi, dan makanan.

Pada tingkat pertumbuhan saat ini, Grab berharap dapat menjadi empat kali lebih besar dari pesaing terdekatnya di Indonesia dan di seluruh wilayah Asia Tenggara pada akhir tahun ini. Selain itu, Grab akan terus mengembangkan potensi start-up dan talenta teknologi di Indonesia melalui program seperti Grab Ventures Velocity dan Thinkubator.

“Seiring dengan perkembangan Grab menjadi super app terkemuka di Asia Tenggara, kami melihat peluang yang sangat besar untuk memperluas bisnis Grab serta terus melayani pelanggan, mitra pengemudi, dan merchants di seluruh wilayah Asia Tenggara,” ujar Anthony, dalam keterangannya, Senin (8/4).

President Grab Ming Maa menjelaskan lebih lanjut prospek bisnis ke depannya, sejalan dengan transformasi luar biasa yang sedang berlangsung di Asia Tenggara. Kesempatan matang sudah terbuka bagi Grab untuk terus tumbuh dalam berbagai layanan, seperti layanan kesehatan, keuangan, dan layanan lainnya.

Grab akan melakukan setidaknya enam investasi, atau akuisisi pada tahun ini dan meningkatkan total pendanaan modal senilai US$ 6,5 miliar pada akhir tahun ini. Di antara pasar-pasar utama lainnya, Indonesia khususnya akan mendapatkan investasi terbaru ini secara signifikan.

“Hal tersebut akan membuat kami berada di jalur yang tepat untuk menjadi empat kali lebih besar dari pesaing terdekat kami dan tetap menjadi pemimpin dalam layanan on-demand transport,” tambahnya.

Grab merupakan salah satu mobile platform online-to-offline (O2O) yang paling sering digunakan di Asia Tenggara, dengan menyediakan banyak layanan harian yang paling berarti bagi konsumen. Saat ini, aplikasi Grab telah diunduh sebanyak lebih dari 144 juta, sehingga memberikan pengguna Grab kemudahan untuk terhubung dengan sekitar 9 juta mitra pengemudi dan agen.

Grab memiliki armada transportasi darat yang besar dan telah mencapai lebih dari 3 miliar perjalanan sejak didirikan pada tahun 2012. Grab menyediakan layanan transportasi on-demand di Asia Tenggara, serta layanan pengantaran makanan dan barang di lebih dari 336 kota di delapan negara. Layanan telah dihadirkan di Indonesia, Singapura, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Kamboja.

Di Indonesia

GrabFood. Foto: IST
GrabFood. Foto: IST

 

Bisnis Grab di Indonesia telah berkembang sangat pesat dengan pendapatan tumbuh lebih dari dua kali lipat pada 2018. Menurut ABI Research, Grab pun telah memiliki 62% pangsa pasar ride-hailing di Indonesia. GrabFood juga berkembang pesat di Indonesia.

Saat ini, GrabFood telah beroperasi di 178 kota di Indonesia, tumbuh dari 13 kota pada awal tahun lalu. Volume pengirimannya juga meningkat hampir 10 kali lipat pada 2018.

Tahun 2018 merupakan tahun di mana ekosistem Grab tumbuh secara signifikan melalui berbagai kerja sama dengan para pemimpin industri berkelas global, yakni Toyota, Hyundai, Microsoft, dan Mastercard.

Grab juga telah meluncurkan kerja sama strategis dengan perusahaan nasional terkemuka lainnya, yaitu Central Group dan Kasikornbank di Thailand, OVO, Bank Mandiri dan Sinar Mas Land di Indonesia, United Overseas Bank di Singapura, SM Investment Corporation di Filipina, Moca di Vietnam, dan Maybank di Malaysia.

Decacorn

Grab. Foto: IST
Grab. Foto: IST

Pada awal Maret lalu, Grab juga mengumumkan telah menjadi perusahaan decacorn pertama di kawasan Asia Tenggara. Decacorn merupakan perusahaan rintisan berbasis teknologi (start-up) yang memiliki valuasi minimal US$ 10 miliar.

Sejauh ini, Grab telah meraih pendanaan dari investor senilai lebih dari US$ 4,5 miliar. Terbaru, Grab mengumumkan menerima pendanaan putaran seri H sebesar US$ 1,46 miliar dari Softbank Vision Fund (SVF). Meski telah diumumkan perolehannya, pendanaan seri H masih tetap dibuka hingga jangka waktu yang belum ditentukan. Alasanya, masih banyak investor yang berminat.

“Grab adalah decacorn pertama di Asia Tenggara. Tetapi, menurut kita, dengan adanya funding ini, sebesar US$ 4,5 miliar ini, Grab telah memberikan impact kepada Asia Tenggara dan Indonesia khususnya,” kata President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata di Jakarta, pada waktu itu.

Salah satu buktinya, lanjut dia, untuk layanan transportasi digital, Grab telah menguasai pangsa pasar 70% untuk empat roda dan 60% untuk roda dua. Namun, bukan hanya sekedar penguasaan pangsa pasarnya, hal tersebut juga sebagai bukti komitmen dan kepercayaan dua arah, bagaimana pelanggan mempergunakan layanan dan Grab memberikan layanan terbaik.

Sementara itu, Anthony menuturkan, dengan putaran pendanaan seri H tersebut, Grab telah menerima total pendanaan senilai lebih dari US$ 4,5 miliar. Investor yang masuk dalam pendaan seri H, selain SVF, ada nama Toyota Motor Corporation, Oppenheimer Funds, Hyundai Motor Group, Booking Holdings, Microsoft Corporation, Ping An Capital, dan Yamaha Motor.

Semua investasi tersebut merupakan salah satu bentuk nyata dari visi Grab sebagai supper app nomor satu di Asia Tenggara, terutama dalam mengembangkan ekosistem teknologi. “Ke depannya, kami akan terus meningkatkan taraf hidup jutaan masyarakat dengan menyediakan peluang yang dapat meningkatkan penghasilan mereka melalui platform kami,” ujar Anthony. (*)

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

Terkini

BCA Catat Laba Bersih Tumbuh 10,1% Rp 6,1 Triliun

Kamis, 25 April 2019 | 22:26 WIB

Wika Gedung Kantongi Lima Kontrak

Kamis, 25 April 2019 | 22:17 WIB